Ukraina Harap Gencatan Senjata Berlaku Pekan Depan

CNN Indonesia | Sabtu, 17/04/2021 01:56 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berharap bantuan AS, Prancis dan Jerman bisa membuat Rusia mau menarik pasukannya. Ukrain berharap ketegangan dengan militer Rusia segera usai (REUTERS/OLEKSANDR KLYMENKO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berharap ketegangan dengan militer Rusia di wilayah perbatasan bisa usai pekan depan. Dia bicara demikian usai bertemu dengan Presiden Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Mengutip AFP, Prancis dan Jerman pun meminta Rusia untuk menghentikan aktivitas militer di perbatasan Ukraina.

"Upaya gencatan senjata pada awalnya produktif, tapi sayangnya terhenti," kata Zelensky mengutip AFP.


Meski bicara demikian, Zelensky berharap Rusia mau menghentikan aktivitas militernya usai sejumlah negara melancarkan kritik. Termasuk Prancis, Jerman dan Amerika Serikat.

Pemerintah Jerman sendiri mengaku prihatin dengan ketegangan di Krimea dan perbatasan Ukraina. Rusia diminta mengurangi pasukan guna menurunkan eskalasi di wilayah tersebut.

Pemerintah Prancis pun mengutarakan hal serupa. Mereka meminta Rusia untuk menarik pasukan agar ketegangan bisa segera usai.

Eskalasi di perbatasan Ukraina semakin hari semakin memanas. Meski sudah ada permintaan agar ketegangan dihentikan, Ukraina dan Rusia tetap melakukan aktivitas militer.

Pada Rabu lalu (13/4) kedua negara bahkan latihan militer di waktu yang bersamaan. Walhasil, tengsi ketegangan semakin memanas.

(AFP/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK