Menhan Rusia Pimpin Latihan Militer Besar-besaran di Crimea

CNN Indonesia | Kamis, 22/04/2021 17:50 WIB
Menhan Rusia, Sergei Shoigu, memimpin latihan militer besar-besaran di Crimea pada Kamis (22/4), di tengah peningkatan ketegangan di perbatasan dengan Ukraina. Menhan Rusia, Sergei Shoigu, memimpin latihan militer besar-besaran di Crimea pada Kamis (22/4), di tengah peningkatan ketegangan di perbatasan dengan Ukraina. (AFP/Mladen Antonov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, memimpin latihan militer besar-besaran di Crimea pada Kamis (22/4), di tengah peningkatan ketegangan di perbatasan dengan Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa dalam latihan ini, Shoigu menerbangkan helikopter di atas para tentara dan alutsista yang dikerahkan di Crimea.

Dari udara,Shoigu memantau kesiapan angkatan laut dan pasukan daratnya dalam menghadapi segala situasi darurat.


Kantor berita Interfax melaporkan bahwa latihan militer ini melibatkan lebih dari 10 ribu tentara dan 40 kapal perang.

Sementara itu, Presiden Vladimir Putin mengaku sudah mendengar mengenai tantangan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, untuk bertemu di Crimea.

"Jika dia menganggap itu penting, dia bisa melakukannya sendiri. Tak ada yang dapat saya katakan mengenai itu saat ini," ucap Putin seperti dikutip Reuters.

Dalam beberapa pekan terakhir, situasi semakin memanas antara tentara Ukraina dan separatis yang didukung oleh Rusia di timur Ukraina.

[Gambas:Video CNN]

Kiev dan Moskow saling menyalahkan atas ketegangan di perbatasan kedua negara tersebut, terutama sejak bentrokan di Donbass kembali terjadi awal tahun ini.

Sejak itu, Rusia mengerahkan puluhan ribu pasukan ke perbatasan yang jumlahnya disebut jauh lebih banyak dibandingkan ketika konflik aneksasi Crimea terjadi pada 2014 lalu.

Rusia beralasan pengiriman pasukan itu untuk memperkuat pertahanan mereka karena Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) juga menambah pasukan di wilayah dekat perbatasan negara mereka.

Untuk meningkatkan kesiapan, Zelenskiy pun meneken undang-undang yang memungkinkan pengerahan pasukan cadangan untuk bergabung dengan militer aktif.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK