Biden Tarik Pasukan, Al-Qaeda Sebut Perang Belum Selesai

tim, CNN Indonesia | Minggu, 02/05/2021 14:39 WIB
Kelompok milisi Al-Qaeda mengklaim perangnya dengan Amerika Serikat belum selesai, meski Presiden AS Joe Biden mulai menarik pasukannya dari Afghanistan. Kelompok milisi Al-Qaeda mengklaim perangnya dengan Amerika Serikat belum selesai, meski Presiden AS Joe Biden mulai menarik pasukannya dari Afghanistan. (AP/David Goldman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kelompok milisi Al-Qaeda mengklaim perangnya dengan Amerika Serikat masih jauh dari kata selesai, meski Presiden AS Joe Biden secara resmi mulai menarik pasukannya dari Afghanistan pada Sabtu (1/5).

"Perang melawan AS akan terus berlanjut di semua bidang lain kecuali mereka diusir dari seluruh dunia Islam," kata dua anggota Al-Qaeda dalam wawancara eksklusif dengan CNN.

Di masa lalu, Al Qaeda jarang menanggapi pertanyaan. Mereka memilih bersembunyi di balik propaganda sendiri. Tak jelas, mengapa kali ini, kelompok tersebut bersedia melakukannya. Analis terorisme Paul Cruickshank lantas meninjau jawaban Al-Qaeda.


"Mereka merasa didukung dengan keputusan pemerintah Biden untuk menarik pasukan dari Afghanistan, tapi mungkin mereka berusaha mengalihkan perhatian dari banyaknya kerugian baru-baru ini," kata Cruickshank.

Pada Sabtu kemarin, Biden secara resmi mulai menarik pasukannya dari Afghanistan. Usai tindakan yang dilakukan AS, kelompok Al-Qaeda berencana kembali bermitra dengan Taliban.

"Terima kasih kepada warga Afghanistan atas perlindungan rekan seperjuangan, banyak front jihad seperti itu telah berhasil beroperasi di berbagai belahan dunia Islam untuk waktu yang lama," kata juru bicara itu.

Pada 11 September tahun ini, perang terpanjang Amerika yang bertujuan untuk menetralkan kelompok teror secara resmi berakhir dengan keputusan Biden.

"Bin Laden telah mati dan Al-Qaeda terdegradasi, di Afghanistan. Dan inilah waktunya untuk mengakhiri perang selamanya," katanya.

Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken senada dengan sikap pimpinannya itu.

"Kami pergi ke Afghanistan 20 tahun yang lalu, dan kami pergi karena kami diserang pada 9/11, dan kami pergi untuk menghadapi mereka yang telah menyerang kami pada 9/11," kata Blinken.

Menurut Blinken, hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa Afghanistan tidak akan lagi menjadi surga bagi terorisme yang ditujukan ke Amerika Serikat atau sekutu dan mitra AS.

"Dan kami mencapai tujuan yang ingin kami capai," tegasnya.

Keputusan itu merupakan kesepakatan antara AS dengan Taliban pada Februari 2020. Kelompok itu berjanji untuk memutus hubungan dengan Al-Qaeda yang membuat negeri Paman Sam itu menginvasi Afghanistan.

Setelah hampir 20 tahun bercokol di Afghanistan, Amerika Serikat berencana menarik seluruh tentaranya. Presiden AS Joe Biden menargetkan penarikan pasukan itu paling lambat pada 11 September 2021 atau tepat 20 tahun serangan teror pada menara kembar WTC di New York.

Serangan teror itu jadi pemicu perburuan besar-besaran pada anggota Al Qaidah di bawah komando Osama bin Laden yang dituding jadi dalang penyerangan.

Biden menyatakan Afghanistan bukan lagi jadi prioritas negaranya saat ini.

Di satu sisi, kelompok Taliban mengklaim seharusnya tentara AS ditarik semua pada 1 Mei ini sesuai dengan kesepakatan tahun lalu. Mereka juga memperingatkan akan ada 'kekerasan yang jelas' lagi bila para prajurit AS belum sepenuhnya ditarik.

"Pada prinsipnya ini membuka jalan bagi pejuang kami untuk mengambil tindakan yang tepat terhadap pasukan penyerang," ujar juru bicara Taliban Mohammad Naeem.

Naeem mengatakan kelompok itu sendiri sedang menunggu perintah dari para pemimpinnya.

(isa/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK