Pilot MH370 Diduga Sengaja Keluar Jalur Resmi Hindari Radar

CNN Indonesia | Rabu, 05/05/2021 21:52 WIB
Hasil penelitian baru misteri Malaysia Airlines MH370 yang hilang pada 2014 lalu menunjukkan pilot sengaja mengalihkan pesawat keluar jalur. Ilustrasi pesawat. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hasil penelitian baru terhadap misteri Malaysia Airlines MH370 yang hilang pada 2014 menunjukkan pilot sengaja mengalihkan pesawat keluar jalur yang semestinya untuk menghindari radar.

Kelompok Ilmuwan Independen yang dibentuk untuk memecahkan misteri hilangnya MH370 menuturkan pilot pesawat, Zaharie Ahmad Shah, telah membuat pesawat berbelok berkali-kali dan mengubah kecepatan untuk menghindari rute penerbangan komersial.

Ia disebut meninggalkan "jejak palsu" pada jalur yang tidak semestinya di sekitar barat Indonesia dan Samudra Hindia.


Hasil penelitian terbaru menunjukkan pesawat Boeing 777 itu jatuh sekitar 34,5 derajat selatan Samudra Hindia. Sementara itu, jalur penerbangan pesawat itu "sangat berbeda" dari teori sebelumnya berdasarkan data satelit.

Salah satu insinyur penerbangan dalam kelompok ilmuwan itu, Richard Godfrey, mengatakan pelacakan global pesawat dimungkinkan dengan menggunakan sinyal radio lemah yang dikenal sebagai WSPR atau jaringan Weak Signal Propagation Report.

Godfrey menuturkan setiap pesawat baik komersial, pribadi, atau militer akan memicu "kabel trip elektronik" tak terlihat saat mereka melewati sinyal ini yang kemudian bisa digunakan untuk melacak lokasi mereka.

"WSPR seperti sekumpulan tripwires atau sinar laser tetap bekerja di segala arah di cakrawala ke sisi lain dunia," kata Godfrey seperti dikutip ABC News.

Godfrey menuturkan sinyal radio ini dapat digunakan bersama degan data yang dikirim dari MH370 ke satelit Inmarsat Inggris untuk memecahkan misteri.

Selama ini, MH370 memang dipastikan jatuh di posisi 34,5 derajat selatan, barat daya Australia Barat.

Namun, penelitian baru Godfrey menemukan bahwa pilot MH30 sudah mengubah jalur penerbangan dan juga kecepatan pesawat beberapa kali untuk mengelabui ke mana arah sebenarnya pesawat itu pergi.

"Pilot MH370 pada umumnya mencoba menghindari jalur resmi mulai pukul 18:00 UTC, dan menggunakan jalur tidak resmi di Selat Malaka, di sekitar Sumatra dan melintas Lautan India. Jalur ini mengikuti pesisir pantai Sumatra dan terbang dekat dengan Bandara Banda Aceh," kata Godfrey.

"Pilot tampaknya memiliki pengetahuan mengenai jam beroperasinya radar di Sabang dan Lhokseumawe dan di malam di akhir pekan, di mana situasi internasional tidak genting sama sekali, radar tidak akan berfungsi sama sekali," ujarnya menambahkan.

Infografis Malaysia Airlines MH370 RaibInfografis Malaysia Airlines MH370 Raib. (Foto: fajrian)

Jika kemudian pesawat tersebut terdeteksi, menurut Godfrey, maka "pilot juga berupaya menghindari menunjukkan ke arah mana dia pergi dengan menggunakan jalur penerbangan yang berubah-ubah."

"Perubahan ini termasuk jalur menuju Kepulauan Andaman, ke arah Afrika Selatan, ke Jawa, ke posisi2Selatan92 Timur (dimana Wilayah Informasi Penerbangan Jakarta, Colombo, dan Melbourne bertemu) dan juga ke arah Kepulauan Cocos." katanya.

"Dan setelah berada di luar jangkauan pesawat lain di pukul 20.30 UTC, pilot mengubah lagi jalur dan bergerak menuju ke selatan. Jalur penerbangan ini tampaknya sudah direncanakan dengan baik."

Pesawat MH370 hilang pada 8 Maret 2014 dalam penerbangan dari Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Beijing, China. Burung besi itu mengangkut 239 orang, termasuk awak.

Setelah tujuh tahun berlalu, sejumlah serpihan diduga adalah bagian dari pesawat Boeing 777 itu ditemukan di sejumlah lokasi. Penyebab menghilangnya pesawat itu masih menjadi misteri.

Proses pencariannya pun menjadi yang paling besar dan termahal di dunia.

(rds/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK