Corona Malaysia Melonjak, Kuala Lumpur Lockdown

CNN Indonesia | Kamis, 06/05/2021 18:24 WIB
Menteri Senior Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan bahwa Kuala Lumpur dan Johor Bahru akan di-lockdown setelah ada lonjakan kasus corona. Suasana Ramadan di tengah pandemi corona di Kuala Lumpur. (AP/Vincent Thian)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Senior Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan bahwa Kuala Lumpur dan Johor Bahru akan di-lockdown lewat perintah kontrol pergerakan (MCO).

Dua wilayah itu termasuk dalam beberapa tempat yang dikunci mulai 7 Mei hingga 20 Mei. Langkah ini dilakukan karena pemerintah memperketat kembali pembatasan di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di Malaysia.

Ismail mengatakan dari 1 April hingga 27 April, Kementerian Kesehatan mendeteksi ada 17 klaster baru di Kuala Lumpur, dengan jumlah kasus harian meningkat.


"Setelah mengevaluasi presentasi kementerian kesehatan dan saran, pemerintah telah setuju untuk memberlakukan MCO di seluruh Kuala Lumpur dari 7 Mei hingga 20 Mei," kata Ismail, Rabu (5/5) seperti dikutip dari Channel News Asia.

Di Distrik Johor Bahru, Kulai dan Kota Tinggi, tercatat lonjakan kasus aktif.

"Selain itu, ketiga distrik di negara bagian ini merupakan zona merah dengan kasus melebihi 150."

Ismail Sabri mengatakan setelah penilaian risiko, diputuskan bahwa ketiga distrik di Johor juga akan ditempatkan di bawah MCO dari 7 Mei hingga 20 Mei.

Selain itu, 14 kecamatan di Besut, Terengganu, serta kecamatan Taiping di Perak juga akan ditempatkan di bawah MCO.

Untuk wilayah di bawah MCO, acara sosial seperti pernikahan, reuni dan retret dilarang. Makan di tempat makan juga tidak diperbolehkan.

Sementara itu, sekolah di Selangor, Kuala Lumpur dan Putrajaya juga ditutup.

"Setelah memeriksa dan mengevaluasi kembali situasi di negara bagian, kami memutuskan bahwa semua institusi pendidikan di negara bagian, tidak terbatas pada enam distrik. di bawah perintah kontrol gerakan (MCO), akan ditutup mulai 6 Mei," kata Kepala Menteri Selangor Amirudin Shahri.

"Maksud saya, semua sekolah termasuk madrasah yang berada di bawah negara akan ditutup. Kami berharap sekolah swasta akan mengikuti dan menghentikan operasinya juga sampai setelah Hari Raya atau setelah periode Belajar Mengajar di Rumah (PDPR) yang saat ini ditetapkan selama 10 hari setelah perayaan."

Amirudin menganggap risiko penularan corona di sekolah sangat tinggi. Meskipun sekolah-sekolah sangat mematuhi SOP, namun sejumlah besar kasus di negara bagian saat ini melibatkan sekolah. Kasus menyebar di antara para guru dan staf.

Kementerian Pendidikan menambahkan bahwa sekolah di Kuala Lumpur dan Putrajaya juga akan ditutup pada 6 Mei dan 7 Mei.

Keputusan Kementerian Pendidikan untuk menutup sekolah adalah untuk mengurangi pergerakan dalam komunitas dan antar negara bagian, mengingat dua distrik federal ini berbatasan dengan distrik Selangor.

Pekan lalu, Menteri Pendidikan Radzi Jidin mengatakan sekolah akan ditutup selama dua pekan setelah libur Hari Raya selama seminggu.

Setelah itu, libur sekolah tengah tahun akan dimulai dari 28 Mei atau 29 Mei hingga 12 Juni atau 13 Juni, tergantung negara bagian.

Pada hari Rabu, Malaysia melaporkan 3.744 kasus Covid-19 baru, meningkatkan total kumulatif menjadi 424.376 positif.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK