AS Tolak Pernyataan DK PBB soal Israel-Palestina

CNN Indonesia | Kamis, 13/05/2021 12:33 WIB
Dewan Keamanan PBB kembali mengadakan pertemuan darurat untuk membahas serangan antara Israel dan Palestina, pada Rabu (12/5). Dewan Keamanan PBB kembali mengadakan pertemuan darurat untuk membahas serangan antara Israel dan Palestina, pada Rabu (12/5).(Istockphoto/ LewisTsePuiLung).
Jakarta, CNN Indonesia --

Dewan Keamanan PBB kembali mengadakan pertemuan darurat pada Rabu (12/5) waktu setempat untuk membahas serangan antara Israel dan Palestina. Pertemuan tersebut kembali tak menghasilkan pernyataan bersama karena tentangan dari Amerika Serikat.

Menurut beberapa sumber, seperti dilansir AFP, 14 dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB setuju mengeluarkan deklarasi bersama supaya bisa mengurangi ketegangan.

Namun, AS melihat pertemuan yang dilakukan Dewan Keamanan PBB sebagai tanda keprihatinan. Sumber yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan pernyataan bersama tidak akan membantu meredakan tensi Israel dan Palestina.


"AS aktif terlibat dalam diplomasi di belakang layar dengan semua pihak dan seluruh kawasan untuk mencoba meredakan situasi. Pada tahap ini, pernyataan Dewan akan menjadi kontraproduktif," kata salah satu sumber.

Hal tersebut membuat beberapa negara anggota Dewan dari Eropa yakni Norwegia, Estonia, Prancis, dan Irlandia, mengeluarkan pernyataan resmi bersama pada Rabu (12/5) malam.

"Kami mengutuk penembakan roket dari Gaza terhadap penduduk sipil di Israel oleh Hamas dan kelompok militan lainnya yang sama sekali tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan," bunyi pernyataan bersama tersebut.

"Jumlah besar korban sipil, termasuk anak-anak, dari serangan udara Israel di Gaza, dan kematian Israel akibat roket yang diluncurkan dari Gaza, mengkhawatirkan dan tidak dapat diterima. Kami menyerukan Israel untuk menghentikan aktivitas pembongkaran dan penggusuran, termasuk di Yerusalem Timur," tulis mereka.

Di sisi lain, Dewan Keamanan PBB disebut akan menggelar pertemuan baru dalam waktu dekat.

"Palestina telah meminta pertemuan publik," kata seorang diplomat.

Pertemuan baru itu sebagai upaya mencoba berkontribusi bagi perdamaian serta agar Dewan Keamanan dapat bersuara dan menyerukan gencatan senjata. Pertemuan itu diperkirakan bisa diselenggarakan paling cepat Jumat (14/5) oleh China yang saat ini menjadi ketua Dewan Keamanan PBB.

Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour menuliskan sepucuk surat bagi petinggi organisasi tersebut pada Rabu (12/5). Ia memohon agar Dewan bisa segera bertindak dan meminta Israel menghentikan serangan terhadap penduduk sipil Palestina, termasuk di Gaza.

Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB telah menggelar pertemuan darurat pada Senin (10/5). Kala itu, AS juga menolak usulan Tunisia, Norwegia, dan China menerbitkan permintaan semua pihak menahan diri dari provokasi.

Tembakan roket dan kerusuhan di kota-kota campuran Yahudi-Arab telah memicu kekhawatiran kekerasan mematikan antara Israel dan Palestina dapat berubah menjadi perang skala penuh. Serangan dan kekerasan tersebut telah menewaskan sedikitnya 65 orang di Gaza, termasuk 16 anak-anak, dan tujuh di Israel, termasuk seorang tentara dan satu warga negara India.

Terpisah, Kepala Diplomat Antony Blinken mengatakan utusan AS akan terbang ke Timur Tengah untuk meredakan ketegangan antara Israel dan Palestina.

(chr/age)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK