AS Blokir Rapat Dewan Keamanan PBB soal Israel-Palestina

CNN Indonesia | Jumat, 14/05/2021 01:30 WIB
AS memblokir rapat darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas perseteruan antara Israel dan Palestina yang seharusnya digelar pada Jumat (14/5). Ilustrasi DK PBB. (Spencer Platt/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat memblokir rapat darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membahas perseteruan antara Israel dan Palestina yang seharusnya digelar pada Jumat (14/5).

"Tak akan ada rapat DK besok. Amerika Serikat tak sepakat mengadakan konferensi video besok," ujar seorang juru bicara delegasi China untuk PBB kepada AFP, Kamis (13/5).

Untuk mengadakan rapat, kelima belas anggota DK PBB memang harus sepakat terlebih dulu. Jika ada satu anggota tak setuju, maka DK PBB tak dapat menggelar rapat.


Seorang diplomat lain mengatakan bahwa AS ingin rapat itu diundur hingga Selasa pekan depan. Diplomat tersebut khawatir pengunduran itu membuat DK PBB mengabaikan kegentingan situasi saat ini.

DK PBB sendiri sudah menggelar dua pertemuan tertutup untuk membahas peningkatan ketegangan antara Israel dan Palestina dalam sepekan belakangan.

Dalam pertemuan itu, AS sebagai sekutu kuat Israel mencegah upaya DK PBB untuk mengeluarkan pernyataan berisi desakan mengakhiri kekerasan.

Perwakilan AS menyatakan bahwa tim negaranya sedang melakukan diplomasi di balik layar. Menurut AS, pernyataan DK PBB itu akan kontraproduktif dengan upaya negaranya.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, memang mengirimkan utusannya ke Timur Tengah, salah satu agendanya untuk mendesak Israel untuk menghindari korban warga sipil.

Presiden Joe Biden juga sudah berbincang dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menyampaikan harapan agar konflik ini cepat selesai.

[Gambas:Video CNN]

Namun, Biden menekankan bahwa Israel berhak untuk mempertahankan diri dari serangan roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza.

Berdasarkan data terbaru, tujuh orang Israel tewas akibat serangan-serangan roket Hamas tersebut, termasuk seorang anak berusia enam tahun.

Sementara itu, Israel juga terus melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza. Setidaknya 83 nyawa melayang, termasuk 17 anak-anak, dan 480 orang lainnya terluka akibat serangan udara Israel.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK