Gencatan Senjata Berakhir, Taliban-Afghanistan Perang Lagi

nly, CNN Indonesia | Senin, 17/05/2021 02:20 WIB
Pertempuran antara kelompok pemberontak Taliban dan pasukan pemerintah Afghanistan kembali berlanjut pada Minggu (16/5) usai gencatan senjata tiga hari. Pertempuran antara kelompok pemberontak Taliban dan pasukan pemerintah Afghanistan kembali berlanjut pada Minggu (16/5) usai gencatan senjata tiga hari. Ilustrasi. (AP/David Guttenfelder).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pertempuran antara kelompok pemberontak Taliban dan pasukan pemerintah Afghanistan kembali berlanjut di Provinsi Helmand Selatan pada Minggu (16/5) ini. Itu terjadi setelah gencatan senjata yang dilakukan tiga hari kemarin berakhir.

"Pertempuran dimulai hari ini pagi dan masih berlangsung," kata kepala dewan provinsi Helmand, Attaullah Afghan seperti dikutip dari AFP Minggu (16/5).

Bentrokan yang terjadi di pinggiran Lashkar Gah, Ibu kota helmand menjadi saksi pertempuran sengit antar kedua kelompok itu, usai Amerika Serikat mulai menarik pasukan terakhir dari Afghanistan pada 1 Mei lalu.


Dia mengatakan anggota Taliban menyerang pos pemeriksaan keamanan di pinggiran Lashkar Gah dan distrik lainnya.

"Mereka (pasukan Afghanistan) memulai operasi, jangan menyalahkan kami," kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.

Seorang juru bicara militer Afghanistan di selatan mengkonfirmasi bahwa pertempuran itu dilanjutkan kembali.

Pertempuran itu juga sebagai tanda berakhirnya gencatan senjata tiga hari yang diinisiasi oleh Taliban dan disetujui pemerintah Afghanistan.

Mengutip berbagai sumber, juru bicara politik Taliban, Suhail Shaheen mengatakan tim negosiasi pemerintah Afghanistan dan Taliban bertemu pada hari Sabtu (15/5) di Qatar.

Dalam pertemuan itu, mereka memperbarui komitmennya untuk menemukan jalan damai dari perang tersebut. Mereka juga menyerukan untuk membuka pembicaraan lebih awal, yang sebelumnya sempat terhenti.

Meskipun ada gencatan senjata, setidaknya 12 orang tewas di sebuah masjid di luar Kabul, oleh ledakan bom yang diklaim oleh kelompok ISIS.

Menurut pengawas kelompok jihadis Amerika Serikat, Site, ISIS telah menempatkan alat peledak di dalam masjid. Mereka meledakkan setelah jamaah berdatangan untuk salat, pada hari kedua Idul Fitri.

ISIS juga mengklaim telah meledakkan beberapa stasiun jaringan listrik selama akhir pekan.

Sebelum gencatan senjata, kekerasan telah meningkat di beberapa provinsi Afghanistan, termasuk di bekas benteng pemberontak Helmand dan Kandahar.

Serangkaian ledakan di lingkungan sekolah perempuan di Kabul pekan lalu, menewaskan lebih dari 50 orang dan melukai banyak orang. Mayoritas dari korban itu adalah siswa perempuan.

(agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK