Kisruh Biaya Tes Corona, Arus TKA Filipina ke Saudi Disetop

CNN Indonesia | Sabtu, 29/05/2021 04:15 WIB
Filipina menghentikan sementara pengiriman buruh migran ke Arab Saudi akibat polemik biaya tes corona. Ilustrasi bendera Filipina. (AFP PHOTO / NOEL CELIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Filipina menghentikan sementara pengiriman tenaga kerja ke Arab Saudi mulai Kamis (27/5) lalu.

Pangkal permasalahannya adalah mereka menerima laporan para tenaga kerja itu diminta oleh perusahaan penyalur atau majikan membayar biaya pemeriksaan virus corona, masa karantina dan biaya asuransi saat tiba di Saudi.

Menurut laporan Reuters, Menteri Ketenagakerjaan Filipina, Silvestre Bello, meminta klarifikasi resmi dari pemerintah Saudi terkait hal itu. Pengiriman tenaga kerja migran baru dilanjutkan sampai persoalan itu diselesaikan sejelas-jelasnya.


Sampai saat ini, Kedutaan Besar Filipina di Saudi belum memberikan tanggapan atau konfirmasi terkait persoalan itu.

Belum diketahui berapa banyak penduduk Filipina yang akan terdampak akibat pelarangan sementara pengiriman tenaga kerja ke Saudi.

Saudi adalah salah satu negara tujuan para pekerja migran Filipina. Lebih dari satu juta orang penduduk Filipina bekerja di Saudi antara lain menjadi buruh bangunan, asisten rumah tangga atau perawat.

Pekerja migran juga adalah salah satu sumber devisa negara. Pada tahun lalu tercatat pemasukan negara dari para tenaga kerja Filipina yang merantau di Saudi mencapai US$1.8 miliar (sekitar Rp25.7 triliun).

Devisa dari para tenaga kerja Filipina itu juga menjadi salah satu penggerak roda perekonomian Filipina.

(ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK