Genjot Populasi, Pasutri China Dibolehkan Punya 3 Anak

CNN Indonesia | Senin, 31/05/2021 16:48 WIB
China mengizinkan pasangan suami-istri diizinkan memiliki tiga anak guna menggenjot jumlah penduduk. Ilustrasi anak-anak di China. (AP/Ng Han Guan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah China mengumumkan kebijakan baru yang membolehkan pasangan suami-istri diizinkan memiliki tiga anak. Langkah itu muncul selepas data statistik penduduk menunjukkan penurunan populasi di negara itu.

Sebelumnya, China hanya mengizinkan sepasang suami istri memiliki dua anak.

Perubahan itu disetujui Presiden China, Xi Jin Ping selama rapat dengan biro politik berlangsung, demikian menurut laporan kantor berita Xinhua.


"Untuk lebih jauh mengoptimalkan kebijakan kelahiran, (China) akan menerapkan kebijakan satu pasangan dapat memiliki tiga anak," demikian isi laporan Xinhua, seperti dikutip Reuters, Senin (31/5).

"Langkah membangun yang akan membantu meningkatkan struktur populasi negara kita, melengkapi strategi negara untuk secara aktif mengatasi populasi yang menua dan mempertahankan manfaat, keuntungan sumber daya manusia," imbuhnya.

Akan tetapi, dalam laporan itu tak menyebut secara spesifik langkah-langkah apa saja yang mendukung kebijakan baru China.

Biro Politik China juga menyatakan fase ini akan secara bertahap menunda usia pensiun, tetapi tak memberikan rincian lebih lanjut.

Pengumuman itu tak disambut baik oleh warganet China di media sosial. Banyak warganet, yang menyatakan mereka tak akan sanggup untuk memiliki satu, dua atau bahkan lebih anak.

"Saya bersedia memiliki tiga anak, jika Anda memberi saya 5 juta yuan (sekitar Rp11 miliar)," tulis salah satu netizen di media sosial Weibo.

Awal April lalu, China telah merilis data statistik penduduk yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan selama satu dekade terakhir sejak 1950. Diketahui jumlah populasi di China hanya 1,41 miliar.

Data itu juga menunjukkan tingkat kesuburan hanya 1,3 anak-anak per wanita pada 2020. Angka itu setara dengan masyarakat yang menua di Italia dan Jepang.

China selamai ini menerapkan kebijakan sepasang suami istri hanya boleh memiliki satu anak guna menghentikan ledakan populasi. Namun, pada 2016 kebijakan itu dihapus dan pemerintah membatasi pasutri hanya diizinkan memiliki dua anak untuk menggenjot jumlah populasi, lantaran mayoritas penduduk di China berusia lanjut.

Akan tetapi, langkah itu dinilai sulit dijalankan lantaran biaya membesarkan anak di kota-kota China cukup tinggi. Alasan itu pula yang menyebabkan banyak pasangan di negeri Tirai Bambu memilih untuk tidak berkeluarga atau memiliki anak.

(isa/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK