Milisi Rakyat Disebut Tewaskan 10 Tentara Junta Myanmar

CNN Indonesia | Jumat, 11/06/2021 12:36 WIB
Sepuluh tentara junta Myanmar dilaporkan tewas dalam baku tembak dengan milisi rakyat di Kota Kani, Kawasan Sagaing, pada Rabu (9/6). Ilustrasi. (Reuters/Social Media)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sepuluh tentara junta Myanmar dilaporkan tewas dalam baku tembak dengan milisi rakyat di Kota Kani, Kawasan Sagaing, pada Rabu (9/6).

Saksi mata mengatakan bahwa kesepuluh personel itu tewas ketika milisi lokal, Pasukan Pertahanan Rakyat Kani, menyerang lima kendaraan militer yang membawa sekitar 70 pasukan ke Monywa, Kalewa.

Saat itu, truk tersebut sedang dalam perjalanan kembali ke kamp tentara di Yargi dari Thalin, desa yang kini sudah kosong.


"Baku tembak selesai sekitar pukul 17.00 saat warga sipil berhenti menembak lantaran hujan. Tentara mundur ke Yargyi," kata seorang warga kepada The Irrawaddy, Kamis (10/6).

Menurut warga, tak ada korban dari pihak sipil. Namun, The Irrawady belum bisa mengonfirmasi jumlah tersebut.

Baku tembak antara milisi rakyat di Kani dan militer memang kerap terjadi sejak 2 April lalu. Imbas pertempuran itu, sekitar 5 ribu warga dari 10 desa di Kani meninggalkan rumah mereka.

Sejak kudeta 1 Februari, perlawanan warga Myanmar terus berkobar. Sejumlah milisi etnis bahkan bergabung dalam Gerakan Pemogokan Massal (CDM) untuk memulihkan demokrasi.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, para warga sipil juga mulai membentuk milisi-milisi bersenjata untuk melawan pasukan junta militer Myanmar.

Menurut laporan Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), jumlah korban tewas imbas bentrok dengan junta mencapai 860. Sementara itu, 4.804 warga sipil juga ditahan junta.

(isa/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK