Sejarah Berdirinya NATO, Aliansi Militer di Atlantik Utara

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 22/06/2021 14:16 WIB
North Atlantic Treaty Organization (NATO) merupakan aliansi militer yang didirikan pada 1949 oleh 12 negara penggagas. Berikut sejarah berdirinya NATO. North Atlantic Treaty Organization (NATO) merupakan aliansi militer yang didirikan pada 1949 oleh 12 negara penggagas. Berikut sejarah berdirinya NATO. (Ilustrasi Foto: Ludovic MARIN / POOL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO) merupakan aliansi militer yang didirikan pada 4 April 1949 oleh 12 negara penggagas.

Di awal pembentukannya, NATO bertujuan untuk menciptakan aliansi tandingan bagi tentara Soviet yang ditempatkan di Eropa Tengah dan Timur setelah Perang Dunia II.

Dihimpun dari laman Brittanica, anggota asli NATO ialah Belgia, Kanada, Denmark, Prancis, Islandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Norwegia, Portugal, Inggris, dan Amerika Serikat.


Setelah kehancuran Perang Dunia II, negara-negara Eropa berjuang untuk membangun kembali ekonomi mereka dan memastikan keamanan mereka.

Tepatnya pada 1947-1948, serangkaian peristiwa menyebabkan negara-negara Eropa Barat menjadi khawatir tentang keamanan fisik dan politik mereka. Amerika Serikat kemudian menjadi lebih dekat dan terlibat dengan urusan Benua Eropa.

Perang saudara yang sedang berlangsung di Yunani, bersama dengan ketegangan di Turki membuat Presiden Harry S. Truman menegaskan bahwa Amerika Serikat akan memberikan bantuan ekonomi dan militer kepada kedua negara, serta negara lain yang berjuang melawan upaya penaklukkan.

Kudeta yang disponsori Soviet di Cekoslowakia mengakibatkan pemerintah komunis berkuasa di perbatasan Jerman.

Perhatian juga terfokus pada pemilihan umum di Italia karena partai komunis telah memperoleh keuntungan yang signifikan di antara para pemilih Italia.

Selanjutnya, peristiwa di Jerman juga menimbulkan kekhawatiran. Pendudukan dan pemerintahan Jerman setelah perang membuat Perdana Menteri Soviet Joseph Stalin pada pertengahan 1948 memilih untuk memblokade Berlin Barat, yang saat itu berada di bawah kendali bersama AS, Inggris, dan Prancis.

Krisis Berlin ini menyeret Amerika Serikat dan Uni Soviet ke ambang konflik. Peristiwa ini pula menyebabkan pejabat AS waspada terhadap kemungkinan negara-negara Eropa Barat bernegosiasi dengan Soviet.

ilustrasi peta NATOSejarah berdirinya NATO dan negara anggotanya saat ini (Ilustrasi Foto: istockphoto/ istrejman)

Untuk mengatasi kemungkinan pergantian peristiwa ini, Pemerintahan Truman lantas mempertimbangkan untuk membentuk aliansi Eropa-Amerika yang akan mengikat posisi Amerika Serikat memperkuat keamanan Eropa Barat.

Negara-negara Eropa Barat bersedia mempertimbangkan solusi keamanan kolektif tersebut. Menanggapi meningkatnya ketegangan dan masalah keamanan, perwakilan dari beberapa negara Eropa Barat berkumpul untuk membuat aliansi militer.

Inggris, Prancis, Belgia, Belanda, dan Luksemburg menandatangani Perjanjian Brussel pada Maret 1948. Perjanjian mereka memberikan pertahanan kolektif, jika salah satu dari negara-negara ini diserang, yang lain terlibat untuk membantu.

Pada saat yang sama, Pemerintahan Truman melembagakan rancangan masa damai, meningkatkan pengeluaran militer, dan meminta Kongres Republik yang secara historis terisolasi untuk mempertimbangkan aliansi militer dengan Eropa.

Negara-negara Eropa Barat menginginkan jaminan campur tangan Amerika Serikat secara otomatis jika terjadi serangan. Selain itu, kontribusi Eropa untuk keamanan kolektif pun akan membutuhkan bantuan militer skala besar dari Amerika Serikat untuk membantu membangun kembali pertahanan Eropa Barat.

Kemudian para perunding AS berinisiatif memasukkan negara-negara Atlantik Utara lewat perjanjian baru, seperti Kanada, Islandia, Denmark, Norwegia, Irlandia, dan Portugal.

Secara bersamaan, negara-negara tersebut memegang wilayah yang membentuk jembatan antara pantai seberang Samudra Atlantik, yang akan memfasilitasi militer jika aksi tersebut diperlukan.

Di usianya yang kini lebih dari setengah abad, aliansi internasional tersebut telah memiliki 30 negara anggota independen. Dua belas negara di antaranya merupakan anggota pendiri asli, merujuk situs resmi NATO. 

Dari 30 negara anggota, dua berada di Amerika Utara yakni Kanada dan Amerika Serikat; sedangkan 28 lainnya di Eropa. Masing-masing negara anggota terdapat personel militer, khusus tiga anggota NATO yakni Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat memiliki senjata nuklir.

(din/fef)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK