Kisah Jasad Nakhoda Italia Terdampar di Jakarta karena Corona

tim, CNN Indonesia | Minggu, 20/06/2021 12:00 WIB
Jasad kapten kapal Italia terdampar berminggu-minggu di Jakarta karena virus corona. Tak ada yang mau menerima jenazahnya karena Covid-19. Jasad kapten kapal Italia terdampar berminggu-minggu di Jakarta karena virus corona. Tak ada yang mau menerima jenazahnya karena Covid-19.(Foto ilustrasi kapal kargo: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jenazah kapten kapal Italia Angello Capurro terdampar berminggu-minggu di Jakarta karena Covid-19.

Capurro adalah seorang kapten kapal kargo MV Ital Libera. Dia meninggal dunia pada 12 April lalu setelah mengalami sejumlah gejala Covid-19.

Kapten Capurro mulai menunjukkan gejala Covid-19 pada 2 April, hari kedua di laut lepas. Dia batuk tanpa henti dan menderita nyeri dada, nyeri otot, dan sesak napas.


Menurut penuturan keluarga, pada 7 April, sang kapten sudah tak bisa bangun di tempat tidur di kabinnya.

Selain seorang kapten, Capurro juga merangkap sebagai petugas medis satu-satunya di kapal itu. Saat dia terbaring lemah di tempat tidurnya, tak ada yang bisa membantu Capurro.

Hanya seorang kru yang ditugaskan untuk mengantarkan makanan dan obat-obatan untuk Capurro. Capurro mengobati dirinya sendiri dengan parasetamol dan tabung oksigen di atas kapal.

Sang istri, Mollard sempat menghubungi pemilik kapal, Italia Marittima untuk menuntut perawatan medis kepada suaminya ke rumah sakit terdekat. Tapi permintaan itu ditolak.

Menurut Mollard, suaminya dites Covid-19 pada 11 April tapi dinyatakan negatif. Namun Mollard, tetap bersikeras agar suaminya dibawa ke rumah sakit. Tapi, lagi-lagi, permohonan itu

Sehari kemudian Capurro meninggal di kapal setelah menelepon putranya. Capurro meninggalkan kru dan kapalnya tanpa nakhoda.

Alhasil, kapal berbendera Italia itu terdampar di Jakarta. Kapal itu tak bisa menemukan pelabuhan yang bisa menampung jenazah Capurro. Padahal, mereka sudah meminta bantuan berkali-kali.

Perusahaan kapal Italia Marittima menyatakan bahwa mereka beserta Kementerian Luar Negeri Italia, dan beberapa kedutaan Italia mengimbau sejumlah negara untuk menurunkan jenazah Capurro.

Namun, Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Korea Selatan, Filipina dan Afrika Selatan tak bisa melakukannya karena telah menerapkan pembatasan Covid-19 yang melarang pendaratan dan pemulangan jenazah.

Akhirnya, kapal itu berlabuh di Jakarta. Sejumlah awak kapal diizinkan turun dari kapal itu.

"Dengan menyesal kami informasikan bahwa pada MV Ital Livera Voy 066W yang dikerahkan dalam layanan SA1, beberapa awak dinyatakan positif Covid-19. Sebagai langkah pengamanan, dia telah berlabuh di Pelabuhan Jakarta dan menjalani karantina 14 hari," kata pernyataan resmi dari mitra Evergreen Marine Hapag-Lloyd pada 6 Mei, dikutip dari CNN.

Meski awak diizinkan turun, Jenazah Capurro tetap berada di ruang penyimpanan di dalam kapal.

Enam minggu setelah kematian Capurro tepatnya pada 26 Mei, kapal itu baru diizinkan untuk kembali ke Italia membawa jasad sang kapten. Pada 7 Juni, kapal itu berlayar pulang.

Ital Libera tiba di pelabuhan selatan Taranto, Italia, pada 14 Juni atau hampir dua bulan setelah kematian Capurro.

Putra dan istri Capurro rela berkendara lebih dari 900 kilometer dari La Spezia untuk menyambut orang yang mereka cintai.

Bunyi klakson kapal nyaring terdengar tanda penghormatan terakhir kepada sang kapten. Tubuh Capurro pun diturunkan ke daratan.

Pendeta Ezio Succa, memberikan doa untuk Capurro.

"Melihat cobaan ini, menunggu dua bulan untuk momen ini, dan akhirnya bisa berada di sini di darat, turun dari kapal yang menjadi hidupnya dan juga menjadi tempat kematiannya," kata Succa.

Sementara itu, anggota keluarga Capurro hingga saat ini masih menuntut untuk mengusut kematian Capurro.

"Kami tidak tahu kapan dia terkena Covid-19. Kami hanya tahu ketika dia berangkat dari Italia dia sehat ... tetapi kami tidak tahu apakah dia terinfeksi selama perjalanan atau di kapal. Kami tidak tahu apa-apa. Bahkan jika dia meninggal karena Covid-19, kami tidak akan tahu apa-apa sampai autopsi," kata anak Capurro, Angelo.

(hrf/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK