Aktivis HAM Uni Emirat Arab Alaa al-Siddiq Tewas di London

CNN Indonesia | Senin, 21/06/2021 20:50 WIB
Aktivis hak asasi manusia (HAM) asal Uni Emirat Arab (UEA), Alaa al-Siddiq, tewas dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di London, Inggris, Sabtu (19/6). Aktivis hak asasi manusia (HAM) asal Uni Emirat Arab, Alaa al-Siddiq. [Dok. ALQST for Human Rights]
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktivis hak asasi manusia (HAM) asal Uni Emirat Arab (UEA), Alaa al-Siddiq, tewas dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di London, Inggris, Sabtu (19/6).

Wafatnya perempuan kelahiran 18 Juni 1988 itu diungkap lembaga advokasi HAM tempatnya bernaung, Al-Qst, di akun twitter resmi organisasi yang berbasis di London tersebut, Senin (21/6) siang.

"ALQST berduka cita atas wafatnya Direktur Eksekutif, ikon dari aktivisme HAM Uni Emirat Arab, Alaa Al-Siddiq, dalam kecelakaan lalu lintas yang tragis. Alaa adalah sahabat, kolega, dan kakak bagi semua di sekitarnya, dan selalu melakukan apapun yang ia bisa untuk menolong sesama," demikian pernyataan resmi Al-Qst mengutip dari akun Twitter-nya.


Lebih lanjut, dalam utas kicauan di Twitter, Al-Qst menyatakan telah turut bersama polisi dan otoritas lokal telah menyelidiki insiden kecelakaan yang menewaskan Alaa. Dan, hasilnya mereka mengonfirmasi bahwa tak ditemukan dugaan pelanggaran disengaja yang membuat Alaa tewas dalam kecelakaan.

"Polisi telah mengambil kesimpulan sementara yang sama, dan akan mempublikasikan hasil penyelidikan mereka setelah mereka selesai," demikian kelanjutan utas Al-Qst.

Mengutip Middle East Eye yang berbasis di London, Mantan anggota Al-Qst dan Sekretaris Jenderal Partai Majelis Nasional, Yahya Assiri mengatakan kematian Siddiq akibat kecelakaan. Keluarga pun tak mencurigai adanya niat kriminal.

Bukan hanya itu, istri dari Jamal Khashoggi, Hatice Cengize pun menyampaikan penghormatan dan belasungkawanya terhadap mendiang Alaa. Alaa bersama dengan Al-Qst memang dikenal vokal mendorong advokasi HAM di kawasan Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.

Sebagai informasi, Khashoggi adalah jurnalis asal Arab Saudi yang diduga disiksa hingga menemui kematian saat ditahan di dalam konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2018 silam.

Mengutip dari situs resmi Al-Qst, Alaa al-Siddiq memperoleh suaka di Inggris pada 2018 lalu. Dia 'terusir' dari Uni Emirat Arab demi memperjuangkan penegakan HAM setelah ayahnya dibui secara sewenang-wenang oleh rezim. Di London, Alaa bergabung dengan Al-Qst sebagai relawan hingga kemudian menjadi direktur eksekutif lembaga advokasi HAM tersebut.

Al-Qst mencatat kicauan terakhir Alaa sebelum wafat di akun Twitter-nya menanggapi sebuah komentar bahwa 'hanya ketika tahanan [yang menyuarakan] hati nurani terakhir telah dibebaskan ... pekerjaan kita akan selesai" dan mengutip kalimat dalam Alquran surat Al-Najm ayat 40: 'Dan, sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)'.

"Kami melihat usaha Anda, Alaa, dan kami meminta Tuhan untuk memberikan Anda pahala surga untuk itu," demikian pernyataan Al-Qst.

(isa/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK