China Murka Kapal Perang AS Transit di Selat Taiwan

CNN Indonesia | Rabu, 23/06/2021 12:44 WIB
China kembali mengutarakan amarahnya terhadap AS setelah kapal perang Negeri Paman Sam berlayar dan transit di Selat Taiwan pada Rabu (23/6). Ilustrasi USS Curtis Wilbur. (Dok. Wikimedia/PH2 Timothy Smith)
Jakarta, CNN Indonesia --

China kembali mengutarakan amarahnya terhadap Amerika Serikat setelah kapal perang Negeri Paman Sam berlayar dan transit di Selat Taiwan pada Rabu (23/6).

"AS sengaja memainkan trik lama dan menciptakan masalah dan mengganggu Selat Taiwan. Ini benar-benar menunjukkan bahwa AS merupakan pembawa risiko terbesar untuk keamanan kawasan dan kami benar-benar menentang itu," demikian pernyataan Komando Timur Tentara China.

Tentara China merilis pernyataan ini tak lama setelah AS menyatakan bahwa mereka mengirimkan kapal penghancur rudal USS Curtis Wilbur ke Selat Taiwan untuk transit rutin. Mereka menyatakan bahwa misi itu sesuai dengan hukum internasional.


"Transit kapal di Selat Taiwan menunjukkan bahwa AS berkomitmen terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," demikian pernyataan Angkatan Laut AS yang dikutip Reuters.

Kementerian Pertahanan Taiwan sendiri menyatakan bahwa kapal perang AS sudah melintasi bagian utara Selat Taiwan. Menurut mereka, "situasinya normal."

Ini bukan kali pertama USS Curtis Wilbur transit di Selat Taiwan. Bulan lalu, kapal itu transit di Selat Taiwan, dan juga membuat China geram.

AS memang biasa menggelar misi laut di Taiwan setiap bulan. China pun selalu menanggapi dengan protes.

Namun, AS menggelar misi transit terbaru ini sekitar sepekan setelah 28 pesawat China menerobos Zona Identifikasi Pertahanan Taiwan (ADIZ).

[Gambas:Video CNN]

Insiden ini dianggap sebagai penerobosan terbesar China ke Taiwan. Negara-negara anggota G7 pun mengecam aksi China tersebut.

China dan Taiwan memang terus bersitegang sejak Tsai Ing Wen menjabat sebagai presiden. Ia merupakan presiden yang pro-demokrasi.

Di bawah kepemimpinannya, Taiwan semakin gencar mendekati negara-negara Barat, terutama AS, untuk mendapat pengakuan. China pun menganggap Taiwan sebagai wilayah pembangkang yang ingin memerdekakan diri.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK