Menilik Beda Lockdown India dan PPKM Indonesia

CNN Indonesia | Kamis, 22/07/2021 17:39 WIB
Indonesia dan India sama-sama tengah menghadapi gelombang infeksi Covid-19 yang lebih dahsyat. Ilustrasi pandemi virus corona di India. (AP/Altaf Qadri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia dan India sama-sama menghadapi gelombang infeksi Covid-19 yang lebih dahsyat.

Selain faktor masyarakat yang masih banyak abai dengan aturan pembatasan sosial selama pandemi, situasi Covid-19 pada kedua negara juga diperburuk dengan penyebaran varian Delta corona yang lebih cepat menular.

Awal Maret lalu, India kembali mengalami lonjakan besar kasus Covid-19 setelah sempat melandai dengan puncak penularan terjadi pada awal Mei. Saat itu terdapat lebih dari 400 ribu kasus corona dalam sehari.

Sepuluh hari kemudian, jumlah kematian corona di India memuncak dengan lebih dari 4.000 kematian dalam sehari.


Menurut sejumlah ahli epidemiologi kenaikan angka kasus Covid-19 dan kematian yang dilaporkan pemerintah juga masih jauh dari perkiraan sebenarnya.

Selain tudingan manipulasi data, beberapa pihak menganggap masih banyak jumlah kasus dan kematian Covid-19 yang tidak terdata pemerintah.

Gelombang kedua Covid-19 India terjadi setelah ribuan warga menghadiri ritual keagamaan mandi bersama di sungai alias Kumbh Mela tanpa menjaga jarak dan menggunakan masker.

Gelombang kedua Covid-19 juga terjadi ketika pemerintah India telah melonggarkan aturan pembatasan sosial bertahap di mana sekolah dan bisnis mulai beroperasi kembali seperti biasa.


Sejak itu, banyak warga semakin mengabaikan protokol kesehatan, termasuk para pejabat dan politikus negara yang kembali melangsungkan kampanye politik dan menimbulkan kerumunan.


Situasi corona di India saat itu juga diperparah dengan kemunculan varian Delta yang lebih menular. Sementara itu, proporsi penduduk yang sudah divaksinasi lengkap masih kurang dari 3 persen dari total hampir 1,4 miliar penduduk India.

Sejak lonjakan infeksi Covid-19 meningkat tajam, pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi menerapkan lockdown yang lebih ketat dari yang pernah ditetapkan saat gelombang pertama Covid-19 merebak.

Sekitar awal April, pemerintah pusat India menginstruksikan seluruh negara bagian menerapkan lockdown di wilayah-wilayah dengan tingkat kasus positif 10 persen ke atas.

Dengan ambang batas itu, hampir seluruh negara bagian India saat itu menjalani lockdown. Meski begitu, penegakan dan durasinya bervariasi di setiap wilayah.

Beberapa negara bagian India bahkan menerapkan lockdown parsial sebelum dan sesudah menerapkan lockdown ketat.

Sejak awal pandemi, pemerintah India cukup ketat menerapkan lockdown. Pemerintah menurunkan langsung personel militer dan kepolisian ke jalanan untuk berpatroli dan menciduk para pelanggar jam malam dan pembatasan sosial.


Banyak pelanggar dikenakan sanksi mulai push-up, cambuk, hingga penjara yang tak hanya berlaku bagi masyarakat lokal, tapi juga warga asing.

Pemerintah India tak lupa menggelontorkan serangkaian bantuan dan santunan bagi warga selama lockdown berlangsung. Di awal pandemi, pemerintah India menyalurkan paket bantuan bagi warga sebesar US$24 miliar. Paket bantuan itu termasuk transfer uang tunai langsung, terutama bagi pekerja migran dan pekerja harian.

Pemerintah juga menggratiskan tabung gas, keringanan kredit jangka pendek, moratorium semua peminjaman, dan keringanan pajak selama tiga bulan.

Sama seperti lockdown di banyak negara, India juga menutup perbatasannya dari penerbangan internasional. Pihak berwenang melarang operasi tempat hiburan, restoran, tempat wisata, hingga pusat perbelanjaan dan mal.

Kini, tren infeksi Covid-19 India berangsur menurun di mana penularan corona sekitar 40 ribu kasus dalam sehari.

Beda PPKM Indonesia dan Lockdown India

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK