Inggris Hingga Saudi Kecam Teror Bom Bandara Kabul
CNN Indonesia
Jumat, 27 Agu 2021 09:38 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Raja Salman dari Arab Saudi. (Foto: AFP PHOTO AND SPA/HO
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah petinggi negara di seluruh dunia mulai dari Inggris hingga Arab Saudi mengutuk serangan bom bunuh diri di sekitar Bandara Kabul, Afghanistan, pada Kamis (26/8) malam waktu setempat.
Dua ledakan bom bunuh diri yang disebut didalangi oleh ISIS-K, afiliasi ISIS di Afghanistan, itu sejauh ini menewaskan 13 tentara Amerika Serikat dan melukai belasan personel lainnya. Pejabat Kabul menuturkan insiden itu turut menewaskan 60 warga sipil dan melukai sedikitnya 140 orang.
Berikut, deretan kecaman dan belasungkawa sejumlah petinggi negara terkait bom bunuh diri di Bandara Kabul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amerika Serikat
Presiden Joe Biden berjanji akan memburu pelaku bom bunuh diri yang memakan korban tentara AS terbanyak sejak 2011 lalu tersebut.
"Kami tidak akan memaafkan. Kami tidak akan melupakan. Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayarnya," kata Biden di Gedung Putih seperti dikutip AFP.
"Kami tidak akan terhalang oleh teroris. Kami tidak akan membiarkan mereka menghentikan misi kami. Kami akan melanjutkan evakuasi," lanjutnya.
Perdana Menteri Inggris Borris Johnson mengecam serangan itu dan menyebutnya sebagai tindakan yang "biadab".
Johnson juga memberi penghormatan kepada tentara Inggris yang masih terlibat proses evakuasi di Afghanistan.
"(Inggris) akan terus berusaha sampai saat terakhir," katanya.
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan bahwa personel Inggris masih terus melanjutkan proses evakuasi terlepas dari serangan bom tersebut.
"Kami tidak akan membiarkan tindakan pengecut teroris menghentikan kami," tuturnya.
Perdana Menteri Jacinda Ardern turut mengutuk teror bom Bandara Kabul yang dianggapnya sebagai "serangan keji".
"Kami mengutuk keras apa yang merupakan serangan keji terhadap banyak leuarga dan individu tak berdosa yang hanya mencari keselamatan dari situasi yang sangat sulit di Afghanistan," ucap Ardern melalui pernyataan seperti dikutip Reuters.
Ceko
Menteri Luar Negeri Ceko, Jakub Kulhanek, menyebut serangan itu sebagai serangan teroris yang tercela.
"Saya berduka atas kematian warga Afghanistan dan anggota militer AS," kata Kulhanek.
Italia
Perdana Menteri Italia, Mario Dragi, juga mengatakan hal yang serupa.
"Serangan keji mengerikan ini terhadap orang-orang tak berdaya yang tengah mencari kebebasan."
Norwegia
Menteri Luar Negeri Norwegia Ine Eriksen Soreide berkata, "warga sipil yang tak bersalah, yang mencoba meninggalkan negara itu, menjadi korban dari tindak kejam yang mengerikan ini."
Polandia
Presiden Polandia Andrzej Duda menyebut serangan ke Bandara Kabul itu sebagai "tindakan pengecut".
Duda turut menyampaikan rasa solidaritasnya terhadap para korban terdampak.
"Polandia berdiri bersama teman-teman AS dan Afghanistan kami," ujarnya.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berjanji akan bekerja sama dengan negara mitra untuk memberi tempat aman para pengungsi di negaranya.
"Hati kami hancur untuk rakyat Afghanistan dan orang-orang terkasih dari para korban, termasuk para perempuan dan laki-laki pemberani dari sekutu kami," katanya.
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg turut mengecam teror bom di Bandara Kabul dan mengatakan "prioritas kami tetap mengevakuasi sebanyak mungkin orang ke tempat yang aman secepat mungkin."
Saudi
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengecam serangan ISIS tersebut yang menurutnya jauh dari ajaran agama.
"Itu tidak sesuai dengan semua prinsip agama dan nilai moral dan kemanusiaan," tegasnya.
Saudi menyatakan berdiri bersama rakyat Afghanistan dan menyampaikan belasungkawa serta simpatinya kepada keluarga para korban.
Kementerian Luar Negeri Turki turut mengecam serangan ini.
"Serangan keji ini sangat tidak bisa diterima," katanya.
Turki Hingga Mesir
Turki juga turut menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan rakyat Afghanistan.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Mesir menyebut serangan di Bandara Kabul sebagai aksi "terorisme yang mengerikan."
Kementerian Luar Negeri Bahrain juga mengutuk insiden itu dengan berkata, "tindakan teroris keji bertentangan dengan semua nilai dan prinsip moral dan kemanusiaan".
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga turut buka suara soal serangan ini.
"Warga sipil harus dilindungi WHO ada di #Afghanistan dan siap mendukung fasilitas kesehatan untuk merawat yang terluka," katanya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah petinggi negara di seluruh dunia mulai dari Inggris hingga Arab Saudi mengutuk serangan bom bunuh diri di sekitar Bandara Kabul, Afghanistan, pada Kamis (26/8) malam waktu setempat.
Dua ledakan bom bunuh diri yang disebut didalangi oleh ISIS-K, afiliasi ISIS di Afghanistan, itu sejauh ini menewaskan 13 tentara Amerika Serikat dan melukai belasan personel lainnya. Pejabat Kabul menuturkan insiden itu turut menewaskan 60 warga sipil dan melukai sedikitnya 140 orang.
Berikut, deretan kecaman dan belasungkawa sejumlah petinggi negara terkait bom bunuh diri di Bandara Kabul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amerika Serikat
Presiden Joe Biden berjanji akan memburu pelaku bom bunuh diri yang memakan korban tentara AS terbanyak sejak 2011 lalu tersebut.
"Kami tidak akan memaafkan. Kami tidak akan melupakan. Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayarnya," kata Biden di Gedung Putih seperti dikutip AFP.
"Kami tidak akan terhalang oleh teroris. Kami tidak akan membiarkan mereka menghentikan misi kami. Kami akan melanjutkan evakuasi," lanjutnya.
Perdana Menteri Inggris Borris Johnson mengecam serangan itu dan menyebutnya sebagai tindakan yang "biadab".
Johnson juga memberi penghormatan kepada tentara Inggris yang masih terlibat proses evakuasi di Afghanistan.
"(Inggris) akan terus berusaha sampai saat terakhir," katanya.
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan bahwa personel Inggris masih terus melanjutkan proses evakuasi terlepas dari serangan bom tersebut.
"Kami tidak akan membiarkan tindakan pengecut teroris menghentikan kami," tuturnya.
Perdana Menteri Jacinda Ardern turut mengutuk teror bom Bandara Kabul yang dianggapnya sebagai "serangan keji".
"Kami mengutuk keras apa yang merupakan serangan keji terhadap banyak leuarga dan individu tak berdosa yang hanya mencari keselamatan dari situasi yang sangat sulit di Afghanistan," ucap Ardern melalui pernyataan seperti dikutip Reuters.
Ceko
Menteri Luar Negeri Ceko, Jakub Kulhanek, menyebut serangan itu sebagai serangan teroris yang tercela.
"Saya berduka atas kematian warga Afghanistan dan anggota militer AS," kata Kulhanek.
Italia
Perdana Menteri Italia, Mario Dragi, juga mengatakan hal yang serupa.
"Serangan keji mengerikan ini terhadap orang-orang tak berdaya yang tengah mencari kebebasan."
Norwegia
Menteri Luar Negeri Norwegia Ine Eriksen Soreide berkata, "warga sipil yang tak bersalah, yang mencoba meninggalkan negara itu, menjadi korban dari tindak kejam yang mengerikan ini."
Arab Saudi Hingga Turki Turut Mengecam
Situasi di Bandara Kabul usai bom bunuh diri terjadi. (Foto: AFP PHOTO AND SPA / HO)
Polandia
Presiden Polandia Andrzej Duda menyebut serangan ke Bandara Kabul itu sebagai "tindakan pengecut".
Duda turut menyampaikan rasa solidaritasnya terhadap para korban terdampak.
"Polandia berdiri bersama teman-teman AS dan Afghanistan kami," ujarnya.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berjanji akan bekerja sama dengan negara mitra untuk memberi tempat aman para pengungsi di negaranya.
"Hati kami hancur untuk rakyat Afghanistan dan orang-orang terkasih dari para korban, termasuk para perempuan dan laki-laki pemberani dari sekutu kami," katanya.
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg turut mengecam teror bom di Bandara Kabul dan mengatakan "prioritas kami tetap mengevakuasi sebanyak mungkin orang ke tempat yang aman secepat mungkin."
Saudi
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengecam serangan ISIS tersebut yang menurutnya jauh dari ajaran agama.
"Itu tidak sesuai dengan semua prinsip agama dan nilai moral dan kemanusiaan," tegasnya.
Saudi menyatakan berdiri bersama rakyat Afghanistan dan menyampaikan belasungkawa serta simpatinya kepada keluarga para korban.
Kementerian Luar Negeri Turki turut mengecam serangan ini.
"Serangan keji ini sangat tidak bisa diterima," katanya.
Turki Hingga Mesir
Turki juga turut menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan rakyat Afghanistan.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Mesir menyebut serangan di Bandara Kabul sebagai aksi "terorisme yang mengerikan."
Kementerian Luar Negeri Bahrain juga mengutuk insiden itu dengan berkata, "tindakan teroris keji bertentangan dengan semua nilai dan prinsip moral dan kemanusiaan".