Kudeta di Guinea, Presiden Ditahan usai Baku Tembak Militer

CNN Indonesia | Senin, 06/09/2021 08:28 WIB
Presiden Guinea, Alpha Conde, ditahan pihak militer usai terjadi baku tembak oleh militer terutama pasukan khusus dengan diduga pasukan pengawal presiden. Kudeta militer di Guinea terhadap pemerintahan Alpha Conakry, sempat ada baku tembak. (AFP/CELLOU BINANI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Guinea, Alpha Conde, ditahan pihak militer usai terjadi baku tembak oleh militer terutama pasukan khusus dengan diduga pasukan pengawal presiden.

Sekitar sejam setelah baku tembak reda, Conde dibawa pasukan khusus tersebut untuk ditahan.

Meski demikian, junta militer menyatakan Presiden Alpha Conde dijaga baik-baik usai pasukan bersenjata itu melancarkan kudeta di Guinea.


Sebelumnya sempat dilaporkan, militer menahan Conde. Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui keberadaan Presiden 83 tahun itu.

Junta militer yang melakukan kudeta terhadap pemerintahan Guinea juga tidak bersedia menyebut keberadaan Conde.

Melansir Reuters, mereka hanya menyatakan jaminan keamanan dan keselamatan Presiden selama penahanan. Pihak militer mengatakan keselamatan Conde terjamin dan selalu diberikan akses kesehatan dari dokter-dokter.

Pihak militer yang melakukan kudeta juga meminta seluruh menteri dan kepala institusi negara untuk datang pada pertemuan Senin (6/9) pagi ini.

"Setiap kegagalan untuk hadir akan dianggap sebagai bentuk pemberontakan terhadap CRND (Komite Pengerahan dan Pembangunan Nasional)," demikian ujar kelompok militer tersebut dalam siaran pernyataan resmi mereka.

Sebelumnya dalam video yang tesebar di media sosial dikutip dari CNN, tampak Conde yang baru saja menang lagi pada pemilu tahun lalu tengah dikelilingi para tentara Guinea di Istana Kepresidenan. CNN sendiri belum bisa memastikan keaslian video tersebut.



(bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK