Prancis Klaim Bunuh Pemimpin ISIS di Sahara

CNN Indonesia | Kamis, 16/09/2021 15:15 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengklaim negaranya berhasil membunuh salah satu satu pemimpin ISIS, Adnan Abu Walid al-Sahrawi. Ilustrasi foto. Tentara Irak saat taklukkan ISIS. (AFP PHOTO / AHMAD AL-RUBAYE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengklaim negaranya berhasil membunuh salah satu satu pemimpin ISIS, Adnan Abu Walid al-Sahrawi. Sahrawi merupakan pemimpin militan ISIS di wilayah Sahara, khususnya Sahel.

"Ini adalah kesuksesan besar lainnya dalam perjuangan kami melawan kelompok teroris di Sahel," kata Macron dalam Tweet-nya.

Namun, Macron tidak memberikan informasi detail, salah satunya terkait dengan lokasi operasi, dilansir Reuters.


Kantor Macron menyampaikan, Sahrawi dan kelompoknya sempat menargetkan serangan mematikan di Amerika Serikat pada 2017 lalu. Di 2020, Sahrawi secara personal memerintahkan pembunuhan enam pekerja amal Prancis dan sopir mereka di Niger.

Sebelumnya, Macron mengumumkan bahwa ia akan menarik pasukan Prancis di wilayah Sahel pada awal tahun 2022. Penarikan ini merupakan penanda berakhirnya Operasi Barkhane di wilayah itu.

"Kami akan mengakhiri Operasi Barkhane pada kuartal pertama 2022 secara tertib," kata Macron pada bulan Juli lalu, dikutip AFP.

Sampai pada Juli 2021, Prancis memiliki lebih dari 5.000 tentaranya di wilayah Sahel.

Operasi Barkhane merupakan salah satu upaya Prancis untuk menghentikan penyebaran terorisme di wilayah Mali. Operasi ini dilakukan sejak Januari 2013 lalu.

Di bulan Agustus, para jihadis juga membunuh 40 warga sipil di Mali Utara, pun juga menewaskan 12 tentara dalam penyergapan di negara tetangga Burkina Faso.

Mali sendiri merupakan salah satu negara di wilayah Sahel yang menghadapi pemberontakan jihadis sejak 2012. Krisis ini juga merambat ke wilayah Niger dan Burkina Faso.



(pwn/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK