5 Fakta Kapal Selam Nuklir AUKUS Bikin Prancis-China Geram

els | CNN Indonesia
Sabtu, 18 Sep 2021 11:32 WIB
Amerika Serikat (AS) dan Inggris berencana mempersenjatai Australia dengan kapal selam nuklir. Kemitraan tiga negara ini kemudian disebut AUKUS. Ilustrasi. Amerika Serikat (AS) dan Inggris berencana mempersenjatai Australia dengan kapal selam nuklir. Kemitraan tiga negara ini kemudian disebut AUKUS. (Foto: AFP/NICOLAS TUCAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Keinginan China untuk menguasai Laut China Selatan (LCS) memicu manuver militer sejumlah negara di Asia Pasifik.

Baru-baru ini, Amerika Serikat (AS) dan Inggris berencana mempersenjatai Australia dengan kapal selam nuklir. Kemitraan tiga negara ini kemudian disebut AUKUS.

Dalam konferensi pers virtual Rabu (15/9), ketiga negara menyebut kapal selam tidak dilengkapi dengan senjata nuklir. Kapal selam hanya akan menggunakan sistem propulsi atau reaktor nuklir.


Adapun fakta-fakta terkait kapal selam nuklir hasil kerjasama AUKUS sebagai berikut.

1. Australia diberi akses teknologi nuklir AS

Dalam kerjasama ini, AS akan memberikan akses teknologi nuklir AS untuk membangun kapal selam. Australia jadi negara kedua yang diberi 'kunci' setelah Inggris pada 1958.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison berkata kapal selam rencananya akan dibangun di Adelaide, negara bagian Australia Selatan.

"Kami akan terus memenuhi semua kewajiban non-proliferasi nuklir kami," kata Morrison seperti dikutip dari Reuters.

2. Prancis 'ngambek'

Langkah Australia menuai protes Prancis. Sebelumnya Australia berencana meminta manufaktur kapal Prancis, Naval Group, membangun armada kapal selam baru senilai US$40miliar pada 2016 silam.

Namun rencana ini dibatalkan dan kini Australia bermitra dengan AS dan Inggris, tak pelak Prancis merasa ditusuk dari belakang.

"Kami telah menjalin hubungan kepercayaan dengan Australia, kepercayaan ini telah dikhianati. Saya sangat marah hari ini dan pilu. Ini bukan sesuatu yang dilakukan sekutu satu sama lain," ujar Menlu Prancis, Jean-Yves Le Drian pada Radio France Info, mengutip dari AFP, Kamis (16/9).

Kekecewaan Prancis pun berbuntut pada pembatalan pesta di kedutaan besarnya di Washington D.C. Gelaran sebenarnya untuk memperingati pertempuran angkatan laut dalam Revolusi Amerika di mana Prancis turut memegang peranan penting dalam momen tersebut.

Kedutaan Besar Prancis menyebut acara telah diadakan seadanya, namun mereka menambahkan bahwa acara dibatalkan.

Simak fakta selanjutnya di halaman berikutnya..

Protes China dan Aksi AS Bujuk Perancis

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER