Kasus Covid Terus Naik, Singapura Kembali Pecah Rekor

CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 17:59 WIB
Setelah tembus dengan kasus harian tertinggi pada Rabu (22/9), Singapura kembali memecahkan rekor pada Kamis (23/9). Kasus harian Covid Singapura terus naik. (AFP/ROSLAN RAHMAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah tembus dengan kasus harian tertinggi pada Rabu (22/9), Singapura kembali memecahkan rekor pada Kamis (23/9). Kasus harian Covid-19 di negara itu mencapai 1.504 pada hari itu.

Melansir Channel News Asia, 1.491 di antaranya adalah kasus transmisi lokal dan 13 kasus dari luar negara itu. Kasus lokal terdiri dari 1.218 kasus dari kerumunan di ruang publik dan 273 lainnya berasal dari warga asrama.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) juga mengumumkan dua kematian lagi, menjadikan jumlah kematian nasional di negara ini mencapai 70 orang.


Satu korban meninggal adalah seorang wanita 93 tahun. Ia dinyatakan positif Covid-19 pada 17 September dan belum divaksinasi terhadap penyakit tersebut, kata MOH.

Pasien meninggal dikabarkan memiliki riwayat gagal jantung, diabetes, hipertensi dan hiperlipidemia. Perempuan lain juga menjadi korban meninggal di negara itu. Perempuan tersebut berusia 71.

MOH menyatakan, 343 kasus baru di Singapura terjadi pada manula di atas 60 tahun.

Singapura sebelumnya mengklaim sudah mencapai 81 persen vaksinasi warganya hingga Kamis (23/9).

Negara ini juga telah memberikan dosis vaksin sebanyak 8.990.844. Namun, angka kasus Covid-19 di negara ini masih terus meningkat.

Menurut Epidemiolog dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina Pane, jumlah pasien dengan gejala berat akan sejalan dengan jumlah kasus positif Covid-19 di sebuah negara. Lebih lanjut, Masdalina menjelaskan situasi Covid-19 di Singapura dan sejumlah negara di kawasan Asean saat ini memburuk akibat varian Delta.

Ahli lain juga yakin kebijakan pemerintah Singapura saat ini efektif untuk mengatasi lonjakan kasus.

"Warga Singapura dan warga asing di Singapura tidak perlu khawatir tentang peningkatan jumlah kasus COVID-19 baru-baru ini," kata Asisten Profesor di Program Penelitian Layanan dan Sistem Kesehatan di Duke-NUS Medical School, John P. Ansah.

"Kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah saat ini telah terbukti efektif dan saya yakin itu akan cukup untuk mengelola lonjakan kasus saat ini."

MOH juga menyampaikan, walaupun mengalami lonjakan, 98 persen dari masyarakat yang terinfeksi memiliki gejala ringan ataupun tak memiliki gejala selama 28 hari terakhir.

Pada periode yang sama, sekitar 1,8 persen masyarakat membutuhkan suplementasi oksigen. Sementara itu, 0,2 persen dari mereka membutuhkan perawatan ICU.



(pwn/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK