Jepang Sebut China, Rusia, dan Korut Ancaman Dunia Siber

CNN Indonesia | Selasa, 28/09/2021 17:03 WIB
Jepang menuduh China, Rusia dan Korea Utara sebagai negara yang bertanggung jawab atas ancaman siber di negaranya. Foto ilustrasi hacker. (iStock/M-A-U)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jepang menyebut ChinaRusia dan Korea Utara sebagai negara yang bertanggung jawab atas ancaman siber di negaranya.

Pernyataan ini disebutkan dalam rancangan strategi keamanan siber Jepang yang baru pada Senin (27/9). Rencananya, rancangan ini akan berlaku selama tiga tahun ke depan, dikutip Kyodo News.

"Situasi di dunia maya mengandung risiko secara cepat menjadi situasi kritis dan ketiga negara itu diduga terlibat dalam aktivitas siber yang bermusuhan," kata laporan itu, dikutip dari Anadolu Agency.


Dalam laporan tersebut, dikatakan pula bahwa Jepang akan mengambil tindakan penanggulangan serius dan menggunakan setiap cara, termasuk tanggapan diplomatik dan penuntutan pidana.

Rancangan ini sedang menunggu pengesahan dari Kabinet Yoshihide Suga.

Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato mendesak anggota Markas Strategis Keamanan Siber untuk, bekerja dengan pemerintah daerah sambil memberikan pertimbangan yang cukup untuk mendapatkan kepercayaan publik dan terus menerapkan langkah-langkah yang dinyatakan dalam strategi.

Sementara itu, Kato menjelaskan, Jepang tidak mengkonfirmasi terjadi serangan siber yang mempengaruhi Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade musim panas ini.

Jepang juga akan mempercepat kerjasamanya dengan mitra kerangka Quad, yakni Amerika Serikat, Australia, dan India, serta PBB untuk menangani ancaman siber. Kerja sama ini dilakukan sebagai upaya perlawanan akan pengaruh China yang kian besar.

Pada 1 September, Jepang meluncurkan Badan Digital untuk mempromosikan digitalisasi negara. Menanggapi hal ini, rancangan tadi juga menyerukan pentingnya keamanan siber dan reformasi digital.



(pwn/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK