Israel Siap Hadapi 2.000 Roket Sehari dari Hizbullah

fea | CNN Indonesia
Senin, 18 Oct 2021 04:24 WIB
Israel menyatakan tak ingin perang dengan Hizbullah, namun siap jika konflik pecah. Iron Dome di Israel bekerja keras mengatasi serangan roket yang ditembakkan Hamas dari Jalur Gaza. (AFP/JACK GUEZ)
Jakarta, CNN Indonesia --

Israel mengatakan tidak menginginkan perang dengan Hizbullah di Libanon, namun menjelaskan telah siap menghadapi serangan 2.000 roket sehari jika konflik pecah.

Pada Mei lalu tentara Israel telah berperang 11 hari melawan milisi Palestina di Jalur Gaza yang sudah menembakkan sekitar 4.400 proyektil ke wilayah Israel.

Israel mengatakan sistem pertahanan Iron Dome, yang sudah digunakan selama sekitar satu dekade, telah mengadang sekitar 90 persen roket yang mengarah ke area pemukiman. Sedangkan sekitar 300 roket disebut mendarat di area tak berpopulasi.


Rasio jumlah serangan itu dikatakan tentara Israel melewati angka ketika Israel perang dengan Hizbullah pada 2006. Jumlah serangan kala itu dikatakan sama, namun perang berjalan sebulan.

"Pada dasarnya kami memperkirakan antara 1.500 hingga 2.500 roket ditembakkan sehari ke Israel," kata pejabat senior militer tentara Israel kepada AFP, Minggu (17/10).

Saat Israel perang dengan Hizbullah pada 2006, lebih dari 1.200 warga Libanon tewas, sedangkan korban di kubu Israel berjumlah 160 orang yang kebanyakan tentara.

Perang itu membuat Israel memperbaiki sistem pertahanan Komando Front Dalam Negeri yang bertanggung jawab untuk perlindungan sipil. Sistem ini memprediksi arah misil menggunakan komputer, kemudian memperingati penduduk untuk menuju ke area perlindungan.

Saat konflik pada Mei lalu, sistem ini memungkinkan bekerja kurang dari lima menit. Persiapan dikatakan sudah dilakukan untuk potensi insiden dengan perbatasan Libanon.

(fea/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER