Kronologi Wacana Nama Jalan Ataturk di DKI Berujung Protes

CNN Indonesia
Senin, 18 Oct 2021 09:12 WIB
Kronologi wacana nama tokoh Turki Mustafa Kemal Ataturk jadi nama jalan di DKI Jakarta berujung protes. Topeng wajah Mustafa Kemal Ataturk dikenakan anak-anak Turki. (AFP/TARIK TINAZAY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wacana nama tokoh Turki, Mustafa Kemal Ataturk menuai protes sejumlah kalangan muslim di Indonesia. Sejak Duta Besar Indonesia di Ankara, Muhammad Iqbal, mengatakan bahwa Indonesia mengusulkan menggunakan nama tokoh sekuler ini menjadi nama jalan, protes datang dari berbagai pihak.

Pada Jumat (15/10), Iqbal menyampaikan bahwa Indonesia mengganti nama salah satu jalan di daerah Menteng dengan nama Ataturk.

"Kami sudah meminta komitmen dari pemerintah DKI Jakarta untuk pemerintah memberikan nama jalan dengan founding fathernya Turki di Jakarta," kata Iqbal dalam acara Ngopi Virtual, Jumat (15/10).


"Kita tahu bahwa nama pendiri bangsa Turki adalah Mustafa Kemal Ataturk. Ia pendiri bangsa Turki, Ataturk sendiri artinya bapak bangsa Turki," ucap Iqbal lagi.

Kabar ini juga dibenarkan oleh Wakil Gubernur Jakarta, Ahmad Riza Patria. Riza menyampaikan wacana penggunaan jalan ini merupakan bentuk kerja sama antara Indonesia dengan Turki.

Walaupun begitu, Riza belum bisa memastikan lokasi ruas jalan yang akan diganti namanya dengan tokoh sekuler Turki ini.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kompak memprotes usulan ini.

Penolakan MUI

Wakil MUI Anwar Abbas menolak rencana pemerintah mengganti nama salah satu jalan di Jakarta dengan nama Ataturk.

"Jadi Mustafa Kemal Ataturk ini adalah seorang tokoh yang kalau dilihat dari fatwa MUI adalah orang yang pemikirannya sesat dan menyesatkan," kata Anwar dalam keterangan resminya, Minggu (17/10).

Anwar mengklaim bahwa Ataturk merupakan seorang tokoh yang telah mengacak-acak ajaran Islam. Ia menilai banyak hal yang sudah dilakukan Ataturk bertentangan dengan ketentuan yang ada dalam Al-Qur'an dan sunah.

Ia juga menilai langkah yang ditempuh Ataturk dalam menjadikan Turki negara maju menjauhkan rakyatnya dari ajaran agama Islam.

"Jadi Ataturk ini adalah seorang tokoh yang sangat sekuler, yang tidak percaya ajaran agamanya akan bisa menjadi solusi dan akan bisa membawa Turki menjadi negara maju," klaim Anwar.

Lebih lanjut, Anwar mengatakan langkah pemerintah yang hendak mengabadikan nama Ataturk sama dengan menyakiti hati umat Islam Indonesia.

"Oleh karena itu kalau pemerintah tetap akan mengabadikan namanya menjadi salah satu nama jalan di Ibukota Jakarta hal itu jelas merupakan sebuah tindakan yang tidak baik dan tidak arif serta jelas-jelas akan menyakiti dan mengundang keresahan di kalangan umat Islam," kata dia.

Protes PKS hingga klarifikasi Dubes RI di Ankara, baca di halaman berikutnya...



Penolakan PKS hingga Klarifikasi Dubes RI di Turki

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER