RI-Malaysia Siap Selesaikan Sengketa Maritim di 2 Perbatasan

CNN Indonesia
Senin, 18 Oct 2021 18:32 WIB
Pemerintahan Republik Indonesia dan Kerajaan Malaysia siap menyelesaikan masalah maritim di dua perbatasan kedua negara. Saling pass kapal perang Malaysia, Indonesia, Korsel, di Selat Sulawesi. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintahan Republik Indonesia dan Kerajaan Malaysia siap menyelesaikan masalah maritim di dua perbatasan kedua negara.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, saat menerima kunjungan Menlu Malaysia, Dato' Saifuddin Abdullah.

Dalam rilis resmi Kemenlu RI yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (18/10), sejumlah topik dibahas dalam pertemuan itu. Salah satunya adalah soal penyelesaian masalah perbatasan maritim kedua negara debgan jalan damai.


"Terkait dengan percepatan penyelesaian batas maritim kedua negara, kita menyambut baik bahwa Tim teknis kedua negara saat ini pada tahap akhir untuk dapat menyelesaikan batas maritim untuk laut territorial di segmen," ujar Retno Marsudi.

Pentelesaian masalah maritim perbatasan RI-Malaysia yang dibahas adalah di wilayah Selat Malaka bagian selatan dan Laut Sulawesi.

"Kami sepakat agar isu yang masih belum selesai agar dapat diselesaikan. Indonesia berharap akan dapat tercapai kemajuan yang signifikan dalam waktu dekat," ujar Retno.


"Selain itu kita juga membahas upaya untuk menyelesaikan perundingan batas maritim kedua negara tentunya sesuai dengan hukum internasional."

Cara RI dan Malaysia dalam menyelesaikan masalah perbatasan negara secara damai, lanjut Retno, diharapkan bisa jadi pesan penting di kawasan Asia Tenggara.


"Upaya penyelesaian negosiasi ini akan memberikan pesan penting bagi semua pihak mengenai prinsip penyelesaian isu melalui cara damai dan sesuai dengan hukum internasional dalam hal ini UNCLOS 1982," kata Retno.

Ia juga mengomentari terkait situasi kawasan seperti di Laut China Selatan yang terus memanas dengan pamer kekuatan senjata di antara negara-negara kuat.

"Khususnya meningkatnya rivalitas kekuatan besar di kawasan. Kita berdua sepakat bahwa upaya menjaga kawasan yang damai dan stabil harus terus dilakukan," tutur Retno.



(pwn/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER