Deret Negara Asia Pecahan Uni Soviet yang Berkonflik

CNN Indonesia
Minggu, 09 Jan 2022 14:55 WIB
Deretan negara Asia bekas pecahan Uni Soviet yang menghadapi konflik internal setelah resmi memerdekakan diri sebagai negara sendiri. Kerusuhan di Kazakhstan sejak awal tahun baru. (Foto: REUTERS/PAVEL MIKHEYEV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pada Desember 1991, salah satu negara adidaya saat itu, Uni Soviet, resmi bubar.

Uni Soviet kemudian terpecah menjadi 15 negara yang tersebar di Asia dan Eropa.

Berikut deret negara bekas Uni Soviet yang ada di Asia.


1. Kazakhstan

Selama beberapa hari lalu, Kazakhstan berada dalam kekacauan usai ribuan orang turun ke jalan. Mereka memprotes kenaikan harga LPG. Pemerintah sempat menurunkan harga, namun para pedemo tak puas.

Tuntutan mereka meluas mulai dari kekecewaan terhadap pemerintah karena otoriter, korupsi yang meranggas, hingga kesenjangan sosial-ekonomi.

Pemerintah kemudian menetapkan status darurat sebagai respons akan kerusuhan itu. Mereka juga mengklaim berhasil mengatasi situasi.

Namun, baru-baru ini Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev memerintahkan pasukan keamanan meluncurkan tembakan kepada 'teroris.'

Kata teroris merujuk pada pedemo yang dianggap melakukan kerusuhan dan pemberontakan.

Kazakhstan mendeklarasikan kemerdekaan pada 16 Desember 1991. Negara ini merupakan yang terbesar di Asia tengah dan terbesar kesembilan di dunia.

Secara geografis ia berbatasan dengan Rusia di sebelah utara, di sebelah timur dengan China, di selatan dengan Kirgistan.

2. Tajikistan

Tajikistan merdeka pada 1991. Tak lama setelah itu perang saudara berkecamuk dari 1992-1997.

Perang itu telah menewaskan puluhan ribu orang dan membuat lebih dari setengah juta warga Tajikistan mengungsi.

Pada 1994 elemen pemerintah dan pemberontak sepakat gencatan senjata. Pemimpin oposisi yang berhasil menggulingkan pemerintah sebelumnya, Emomali Rahmonov, terpilih menjadi presiden.

Namun, pertempuran itu berlanjut hingga Juni 1997. Perang berakhir saat pihak yang terlibat menandatangani perjanjian damai yang ditengahi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rusia, dan Iran.

Usai perang itu berakhir, stabilitas politik internal mulai nampak dan bantuan asing juga mengalir ke negara tersebut.

Perdagangan komoditas seperti kapas, aluminum dan uranium turut menyumbang perekonomian negara.

Sayangnya stabilitas itu tak berlangsung lebih lama. Pada akhir Juli 2012, perang kembali pecah.

3 Negara Asia Pecahan Uni Soviet lainnya dapat dibaca di halaman berikutnya >>>

Deret Negara Asia Pecahan Uni Soviet yang Berkonflik

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER