Beijing ke AS: Jangan Jadikan Ukraina Alat Tekan dan Coreng China

rds | CNN Indonesia
Kamis, 21 Apr 2022 03:10 WIB
China meminta Amerika tidak memanfaatkan masalah Ukraina untuk menjebak apalagi mengancam negaranya. China meminta Amerika tidak memanfaatkan masalah Ukraina untuk menjebak apalagi mengancam negaranya. (Foto: AFPTV)
Jakarta, CNN Indonesia --

China mendesak Amerika Serikat untuk tidak "memanfaatkan masalah Ukraina untuk mencoreng, menjebak, mengancam atau menekan" negaranya.

Pernyataan itu diutarakan Menteri Pertahanan China, Wi Fenghe, kepada Menhan AS, Austin Lloyd, via telepon pada Rabu (20/4). Komentar Wei itu muncul menyusul kritik atas anggapan negara Barat bahwa China mendukung invasi Rusia ke Ukraina.

"Dalam panggilan telepon dengan Menteri Pertahanan Lloyd Austin pada hari Rabu, Menhan Wei meminta Amerika Serikat untuk berhenti melakukan provokasi militer di laut, dan tidak menggunakan masalah Ukraina untuk mencoreng, menjebak, mengancam atau menekan China," demikian bunyi pernyataan Kemhan China seperti dikutip AFP.


Komentar Wei itu muncul beberapa hari setelah seorang senator senior AS mengatakan China harus membayar harga yang mahal karena mendukung Rusia menginvasi Ukraina.

Sampai saat ini, China memang tidak mengutuk invasi Rusia ke Ukraina dan telah mempertahankan sikapnya terhadap konflik tersebut. Namun, China berulang kali mendesak Rusia dan Ukraina untuk menghentikan peperangan dan menyelesaikan konflik secara damai.

Negara Barat terutama Amerika Serikat juga telah memperingatkan keengganan Beijing untuk memberikan sanksi kepada Rusia. Barat bahkan meminta China melakukan lebih banyak lagi untuk mendesak Rusia menghentikan gempurannya ke Ukraina yang sudah memasuki waktu hampir dua bulan lamanya.

Beberapa waktu lalu, China bahkan dituduh memberikan sejumlah bantuan militer bagi Rusia untuk melancarkan invasinya ke Ukraina. Namun, Beijing membantah tuduhan tersebut.

Dalam percakapannya dengan Austin, Wei juga menegaskan kembali posisi China soal konfliknya dengan Taiwan. Ia memperingatkan jika "masalah" tidak ditangani dengan benar, itu akan memiliki dampak destabilisasi" pada hubungan AS-China.

China memandang Taiwan sebagai wilayahnya yang membangkang karena berupaya keras memerdekakan diri. Pemerintahan Presiden Xi Jinping bahkan menegaskan akan melakukan apa saja, termasuk cara militer, untuk merebut Taiwan bahkan dengan paksa jika perlu.

Sementara itu, Amerika tidak memiliki hubungan resmi dengan Taiwan karena perjanjiannya hubungan diplomatiknya dengan China. Namun, AS-Taiwan memiliki hubungan "spesial" di bawah Taiwan Relation Act yang disahkan pada 1979.

Dalam pakta itu, AS menjaga hubungan dan kerja sama erat dengan Taiwan, termasuk bertanggung jawab membantu Taipei dalam masalah keamanan dan pertahanan.

Sementara itu, Wei mengatakan China "berharap dapat membangun hubungan yang sehat dan stabil dengan AS, dan juga akan membela kepentingan dan martabat nasionalnya".

Senada dengan Beijing pernyataan Kemhan AS mengatakan Wei dan Austin membahas hubungan pertahanan AS-China, masalah keamanan regional, dan "invasi tak beralasan Rusia ke Ukraina".

Panggilan telepon itu dilakukan setelah China menandatangani kesepakatan keamanan dengan Kepulauan Solomon, salah satu langkah yang membuat AS marah.

Kesepakatan China dan Kepulauan Solomon itu memicu kekhawatiran bahwa Beijing akan mendapatkan pijakan militer di kawasan Pasifik Selatan.

(rds/rds)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER