Tentang Jembatan Terpanjang di Eropa yang Akan Dihancurkan Ukraina
pwn | CNN Indonesia
Kamis, 16 Jun 2022 19:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Jembatan Crimea, terpanjang di Eropa, terancam akan dihancurkan Ukraina. (AP/)
Jakarta, CNN Indonesia --
Jembatan Crimea disebut menjadi sasaran utama militer Ukraina dalam perang melawan Rusia saat ini.
"Jembatan Selat Kerch merupakan target nomor satu Angkatan Bersenjata Ukraina. Ini bukanlah rahasia bagi militer mereka [Rusia] ataupun militer kami. Bukan bagi warga negara mereka, atau warga negara kami," ujar Mayor Jenderal Angkatan Bersenjata Ukraina Dmitry Marchenko pada Rabu (15/6), dikutip dari Tass.
Menurut Marchenko, militer Ukraina "harus memutus rute ini karena [rute tersebut] membawa cadangan bantuan [untuk Rusia]."
Sebagaimana diberitakan The Guardian, Jembatan Crimea dibuka oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada Mei 2018.
Jembatan yang terletak di Selat Kerch ini memiliki panjang 19 kilometer.
ABC News mengatakan ukuran tersebut membuat Jembatan Crimea menjadi jembatan terpanjang di Eropa. Fasilitas itu berhasil mengalahkan jembatan Vasco da Gama di Portugal, yang sebelumnya merupakan jembatan terpanjang di benua itu.
Lewat jembatan ini, jutaan mobil dan kereta dari Moskow dapat bergerak ke Crimea.
Sebagaimana dilaporkan The Guardian, jembatan ini dapat menampung maksimal 40 ribu mobil per hari. Angka ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan jembatan Vasco da Gama.
Tak hanya bisa menampung ribuan mobil, Jembatan Crimea dapat menampung 47 kereta per hari, mengingat baja yang digunakan dalam jembatan itu cukup untuk membangun 32 Menara Eiffel.
Kemunculan jembatan ini juga mempermudah transportasi antara Moskow-Crimea.
Sebelum jembatan ini diresmikan, perjalanan antara Rusia-Crimea kebanyakan ditempuh dengan kapal feri. Ini disebabkan pergerakan darat yang terbatas karena melewati wilayah Ukraina.
Namun, hal tersebut menyebabkan antrean truk dan mobil mengular agar bisa menyeberangi Selat Kerch, terutama bila cuaca buruk.
Siapa yang membangun jembatan Crimea? Baca di halaman berikutnya...
Konstruksi Jembatan Crimea dibangun oleh perusahaan infrastruktur Stroygazmontazh. Pemilik perusahaan itu, Arkady Rotenberg, adalah orang yang dekat dengan Kremlin.
Rotenberg merupakan lawan Putin kala bermain judo. Ia bahkan sempat dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat karena kedekatannya dengan pemimpin Rusia tersebut.
Rotenburg sendiri menjadi salah satu orang terkaya di Rusia sejak Putin berkuasa. Kekayaannya sebagian besar berasal dari kontrak negara.
Di sisi lain, pembangunan Jembatan Crimea menuai kritik dari Ukraina, Amerika Serikat, dan Eropa.
Hal ini disebabkan karena Rusia mencaplok Crimea pada 2014 dari Ukraina. Pencaplokan itu berujung pada Rusia mendapatkan kecaman dan sanksi dari AS dan Uni Eropa.
Pihak Ukraina menilai pembangunan jembatan tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional.
Mantan Menteri Luar Negeri Ukraina Pavlo Klimkin mengatakan Rusia membangun jembatan tanpa tujuan.
"Ini merupakan jembatan antara wilayah Crimea yang diduduki, di mana banyak orang takut dan hilang, dengan Rusia, di mana 1.600 orang bisa ditangkap saat melakukan protes damai selama sehari. Keduanya merupakan jalan yang tak memiliki tujuan," kata Klimkin.
Walaupun demikian, beberapa negara mengakui aneksasi Rusia atas Crimea.
Tak hanya itu, wilayah Crimea juga diisolasi, membuat perusahaan Barat dilarang berbisnis di sana.
Bila melihat sejarah, ide pembuatan Jembatan Crimea pertama kali dicetuskan dalam pemerintahan Tsar Rusia Nicholas II. Namun, pembangunan jembatan ini gagal karena dunia berhadapan dengan Perang Dunia I.
Setelah itu, pemerintahan Nazi Jerman mencoba membangun struktur permanen dalam Perang Dunia II, tetapi digagalkan Tentara Merah Uni Soviet.
Kini, Jembatan Crimea berhasil dibangun oleh Putin, meski menuai protes karena Rusia mencaplok semenanjung itu dari Ukraina, dikutip dari The Independent.
Jakarta, CNN Indonesia --
Jembatan Crimea disebut menjadi sasaran utama militer Ukraina dalam perang melawan Rusia saat ini.
"Jembatan Selat Kerch merupakan target nomor satu Angkatan Bersenjata Ukraina. Ini bukanlah rahasia bagi militer mereka [Rusia] ataupun militer kami. Bukan bagi warga negara mereka, atau warga negara kami," ujar Mayor Jenderal Angkatan Bersenjata Ukraina Dmitry Marchenko pada Rabu (15/6), dikutip dari Tass.
Menurut Marchenko, militer Ukraina "harus memutus rute ini karena [rute tersebut] membawa cadangan bantuan [untuk Rusia]."
Sebagaimana diberitakan The Guardian, Jembatan Crimea dibuka oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada Mei 2018.
Jembatan yang terletak di Selat Kerch ini memiliki panjang 19 kilometer.
ABC News mengatakan ukuran tersebut membuat Jembatan Crimea menjadi jembatan terpanjang di Eropa. Fasilitas itu berhasil mengalahkan jembatan Vasco da Gama di Portugal, yang sebelumnya merupakan jembatan terpanjang di benua itu.
Lewat jembatan ini, jutaan mobil dan kereta dari Moskow dapat bergerak ke Crimea.
Sebagaimana dilaporkan The Guardian, jembatan ini dapat menampung maksimal 40 ribu mobil per hari. Angka ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan jembatan Vasco da Gama.
Tak hanya bisa menampung ribuan mobil, Jembatan Crimea dapat menampung 47 kereta per hari, mengingat baja yang digunakan dalam jembatan itu cukup untuk membangun 32 Menara Eiffel.
Kemunculan jembatan ini juga mempermudah transportasi antara Moskow-Crimea.
Sebelum jembatan ini diresmikan, perjalanan antara Rusia-Crimea kebanyakan ditempuh dengan kapal feri. Ini disebabkan pergerakan darat yang terbatas karena melewati wilayah Ukraina.
Namun, hal tersebut menyebabkan antrean truk dan mobil mengular agar bisa menyeberangi Selat Kerch, terutama bila cuaca buruk.
Siapa yang membangun jembatan Crimea? Baca di halaman berikutnya...
Siapa yang Membangun Jembatan Crimea?
Jembatan Crimea, terpanjang di Eropa. (AP/)
Konstruksi Jembatan Crimea dibangun oleh perusahaan infrastruktur Stroygazmontazh. Pemilik perusahaan itu, Arkady Rotenberg, adalah orang yang dekat dengan Kremlin.
Rotenberg merupakan lawan Putin kala bermain judo. Ia bahkan sempat dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat karena kedekatannya dengan pemimpin Rusia tersebut.
Rotenburg sendiri menjadi salah satu orang terkaya di Rusia sejak Putin berkuasa. Kekayaannya sebagian besar berasal dari kontrak negara.
Di sisi lain, pembangunan Jembatan Crimea menuai kritik dari Ukraina, Amerika Serikat, dan Eropa.
Hal ini disebabkan karena Rusia mencaplok Crimea pada 2014 dari Ukraina. Pencaplokan itu berujung pada Rusia mendapatkan kecaman dan sanksi dari AS dan Uni Eropa.
Pihak Ukraina menilai pembangunan jembatan tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional.
Mantan Menteri Luar Negeri Ukraina Pavlo Klimkin mengatakan Rusia membangun jembatan tanpa tujuan.
"Ini merupakan jembatan antara wilayah Crimea yang diduduki, di mana banyak orang takut dan hilang, dengan Rusia, di mana 1.600 orang bisa ditangkap saat melakukan protes damai selama sehari. Keduanya merupakan jalan yang tak memiliki tujuan," kata Klimkin.
Walaupun demikian, beberapa negara mengakui aneksasi Rusia atas Crimea.
Tak hanya itu, wilayah Crimea juga diisolasi, membuat perusahaan Barat dilarang berbisnis di sana.
Bila melihat sejarah, ide pembuatan Jembatan Crimea pertama kali dicetuskan dalam pemerintahan Tsar Rusia Nicholas II. Namun, pembangunan jembatan ini gagal karena dunia berhadapan dengan Perang Dunia I.
Setelah itu, pemerintahan Nazi Jerman mencoba membangun struktur permanen dalam Perang Dunia II, tetapi digagalkan Tentara Merah Uni Soviet.
Kini, Jembatan Crimea berhasil dibangun oleh Putin, meski menuai protes karena Rusia mencaplok semenanjung itu dari Ukraina, dikutip dari The Independent.