NATO Sebut Perang Ukraina Berlangsung Bertahun-tahun, Barat Siap-siap

isa | CNN Indonesia
Senin, 20 Jun 2022 12:35 WIB
NATO mewanti-wanti Barat soal kemungkinan invasi Rusia ke Ukraina yang akan berlangsung bertahun-tahun. Sekjen NATO, Jens Stoltenberg, mewanti-wanti Barat soal kemungkinan invasi Rusia ke Ukraina yang akan berlangsung bertahun-tahun. (Foto: AFP/Francois Lenoir)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO), Jens Stoltenberg, memperingatkan negara barat harus bersiap karena invasi Rusia ke Ukraina akan berlangsung lama.

Stoltenberg menegaskan tak ada yang tahu berapa lama konflik akan berlangsung. Ia juga memperingatkan Barat untuk mempersiapkan fakta bahwa peperangan antara Rusia vs Ukraina akan berlangsung bertahun-tahun.


"Kita tidak boleh berhenti mendukung Ukraina. Bahkan jika biayanya tinggi, tak hanya untuk dukungan militer, tapi juga karena kenaikan harga energi dan pangan," ujar Stoltenberg dikutip CNN, Minggu (19/6).

Pemerintah Barat, lanjutnya, harus terus mendukung Ukraina demi mencegah agresi Rusia di masa mendatang.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan sekutu Barat harus memperkuat diri untuk perang yang panjang.

"[Presiden Rusia Vladimir] Putin menggunakan kampanye gesekan, mencoba menghabiskan Ukraina dengan kebrutalan berkala," kata Johnson.

Johnson dan Stoltenberg menekankan perlunya mencegah agresi Rusia di masa mendatang.

Johnson menilai, melalui dukungan jangka panjang yang kuat untuk Ukraina, NATO dan sekutu bisa melindungi keamanan negara sendiri. Ia juga menegaskan, akan menjaga dunia dari harapan Putin yang ingin menguasai Ukraina.

"Semuanya akan bergantung pada apakah Ukraina bisa memperkuat kemampuannya untuk mempertahankan wilayahnya lebih cepat dari pada Rusia memperbarui kapasitas untuk menyerang," jelas Johnson.

Ia lalu berujar, "Tugas kami adalah meminta waktu di pihak Ukraina."

Ukraina masih berada dalam gempuran Rusia usai Putin melancarkan invasi ke negara tetangganya itu pada 24 Februari lalu.

Kini pertempuran sengit berkecamuk di Severodonetsk. Pejabat Ukraina melaporkan sekitar 80 persen wilayah itu dikuasai Rusia.

(isa/rds)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER