MbS Lawat Erdogan di Turki, Pertama Sejak Pembunuhan Khashoggi

pwn | CNN Indonesia
Rabu, 22 Jun 2022 17:58 WIB
Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman (MbS) berkunjung ke Turki dan bertemu Presiden Erdogan pertama kalinya sejak pembunuhan Khashoggi. Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman (MbS) berkunjung ke Turki dan bertemu Presiden Erdogan pertama kalinya sejak pembunuhan Khashoggi. (Foto: REUTERS/HANDOUT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) mengunjungi Turki pada Rabu (22/6).

Ini merupakan lawatan MbS pertama ke Turki sejak tragedi pembunuhan jurnalis keturunan Saudi, Jamal Khashoggi, tewas dibunuh di konsulat negaranya di Istanbul pada 2018 lalu. Sejak itu, relasi Turki dan Saudi merenggang lantaran MbS dituduh sebagai dalang pembunuhan sang pengkritiknya itu.


Di Turki, MbS bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan salah satunya untuk membahas normalisasi hubungan kedua negara.

Menurut seorang pejabat Turki, pertemuan keduanya diprediksi bakal fokus "normalisasi penuh" relasi Saudi dan Turki "ke periode sebelum krisis."

"Era baru akan dimulai," ujar pejabat itu kepada Reuters.

Tak hanya itu, MbS dan Erdogan juga membahas kemungkinan penjualan alat utama sistem pertahanan (alutsista) seperti pesawat nirawak atau drone bersenjata Turki ke Arab Saudi.

Turki dan Arab Saudi juga tengah membicarakan kemungkinan perjanjian currency swap antara kedua negara.

Namun, sumber mengatakan dialog soal kerja sama currency swap itu berlangsung "tak secepat yang diinginkan." Padahal, pertukaran tersebut dapat membantu memulihkan cadangan devisa Turki yang berkurang.

[Gambas:Video CNN]

Tak hanya itu, ia menyampaikan MbS bakal menandatangani kesepakatan dalam bidang energi, ekonomi, dan keamanan saat kunjungan ini.

Keduanya juga berencana memasukkan dana Arab Saudi ke pasar modal Turki.

Sebelum pertemuan di Turki, Erdogan sempat bertemu MbS di Arab Saudi pada April lalu. Dalam pertemuan itu, keduanya membicarakan kemungkinan investasi Arab Saudi untuk memulihkan ekonomi Turki.

Pekan lalu, Erdogan juga mengungkapkan bakal berdiskusi lebih lanjut dengan MbS untuk mengetahui "setinggi apa" mereka bisa menjalin kerja sama.

Sebagaimana diberitakan Reuters, hubungan Ankara dan Riyadh sempat runyam imbas kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018 lalu. 

Kala itu, Erdogan menyatakan pembunuhan itu diperintahkan oleh "level tertinggi" pemerintah Saudi.

Namun, MbS membantah dirinya terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Di sisi lain, kunjungan itu dilakukan saat ekonomi Turki merosot imbas nilai lira yang turun dan inflasi mencapai 70 persen.

Melihat kondisi itu, beberapa analis menilai dana Arab Saudi dan mata uang asing dapat membuat Erdogan mendapatkan dukungan dalam pemilihan 2023 mendatang.

(pwn/rds)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER