5 Menteri Mundur, PM Inggris Boris Johnson Tetap Ogah Lengser

CNN Indonesia
Rabu, 06 Jul 2022 20:38 WIB
Boris Johnson menolak lengser dari jabatannya sebagai PM Inggris meski 5 menterinya mengundurkan diri karena sudah gerah dengan serentetan skandal pemerintahan. Boris Johnson menolak lengser dari jabatannya sebagai PM Inggris meski 5 menterinya mengundurkan diri karena sudah gerah dengan serentetan skandal pemerintahan. (AP/Toby Melville)
Jakarta, CNN Indonesia --

Boris Johnson menolak lengser dari jabatannya sebagai perdana menteri Inggris meski 5 menterinya mengundurkan diri karena sudah gerah dengan serentetan skandal pemerintahan.

"Tugas perdana menteri dalam situasi sulit saat Anda sudah diberikan mandat adalah terus bekerja, dan itu yang akan saya lakukan," kata Johnson di hadapan parlemen pada Rabu (6/7), dikutip AFP.

Johnson menyatakan keteguhan pendiriannya ini setelah satu lagi pejabat di kabinetnya, yaitu Menteri Sekolah, Robin Walker, mengundurkan diri.

Walker menyusul empat menteri lainnya yang sudah lebih dulu menyerahkan surat pengunduran diri sejak Selasa (5/7).

Menteri Keuangan Rishi Sunak dan Menteri Kesehatan Sajid Javid lebih dulu mengundurkan diri dari jabatan mereka.

Beberapa jam kemudian, Menteri Menteri Urusan Anak dan Keluarga, Will Quince, dan Menteri Muda Transportasi, Laura Trott, juga mengundurkan diri dari kabinet.

Sunak dan Javid mengaku tak lagi bisa menoleransi skandal yang menimpa Johnson selama beberapa bulan terakhir, termasuk melanggar aturan penguncian (lockdown) di Downing Street.

Johnson juga sempat meminta maaf karena merekrut Chris Pincher, seorang tokoh konservatif senior yang sempat melecehkan pria saat mabuk.

Sebagaimana diberitakan The Guardian, Pincher mundur dari jabatannya sebagai Penyampai Kesimpulan Pihak Pemerintah (government whip) pada November 2017.

[Gambas:Video CNN]

Pengunduran diri itu dilakukan setelah seorang aktivis konservatif, Alex Story, mengaku Pincher sempat mencoba menyentuh dan menciumnya.

Namun, Johnson memasukkan kembali Pincher ke dalam pemerintahan Inggris pada 2019.

Downing Street awalnya membantah Johnson mengetahui insiden pelecehan itu sebelum menempatkan Pincher dalam pemerintahan pada Februari.

Namun pada Selasa (5/7), seorang mantan pejabat layanan publik mengatakan Johnson sempat diberi tahu soal insiden pelecehan itu pada 2019, kala ia menjabat sebagai menteri luar negeri.

Seorang anggota parlemen Partai Konservatif, Andrew Bridgen, menilai kasus Pincher sebagai pemicu Sunak dan Javid mundur.

Meski ditinggal lima pejabat, beberapa menteri senior, seperti Menteri Luar Negeri Liz Truss dan Menteri Pertahanan Ben Wallace, masih mendukung Johnson.

Namun, banyak pihak meragukan dukungan itu dapat bertahan dalam waktu lama.

(pwn/has)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER