Meski begitu, sebelum pemilihan dimulai, sempat ada sedikit 'drama' terkait pencalonan Inoue.
Mantan anggota Majelis Tinggi dari partai LDP, Yoshifumi Miyajima, sempat ingin mengajukan diri untuk kembali menjabat pada pemilihan tahun ini. Miyajima sendiri merupakan anggota badan tersebut sejak 2016 sampai 2022.
Miyajima ingin mengajukan diri dalam pemilihan Majelis Tinggi pada tahun ini. Ia beberapa kali menemui Abe untuk meminta bantuan.
"Dia memohon suara dari gereja, seperti yang terjadi pada pemilihan sebelumnya," kata mantan ajudan Miyajima. Namun, permintaan Miyajima ditolak oleh Abe.
Sementara itu, seorang sumber yang mengetahui kabar ini mengatakan kubu Miyajima diberitahu seorang pejabat gereja bahwa Gereja Unifikasi bakal mendukung Inoue atas perintah Abe.
Akhirnya, Miyajima memutuskan menarik diri dalam pencalonan Majelis Tinggi tahun ini.
Inoue dan Miyajima merupakan politikus di lingkaran Abe. Inoue sendiri memiliki keterkaitan dengan Gereja Unifikasi.
Sebagaimana diberitakan The Mainichi, Inoue sempat mengaku merupakan anggota informal Gereja Unifikasi, tetapi bukan bagian dari jemaat organisasi itu. Inoue sendiri merupakan sekretaris urusan politik dalam pemerintahan Abe kala menjadi perdana menteri pada 2006 hingga 2007.
Abe tewas pada bulan lalu karena ditembak Yamagami Tetsuya. Yamagami memutuskan membunuh Abe karena pria itu dianggap memiliki hubungan dengan Gereja Unifikasi.
Yamagami diketahui memiliki dendam terhadap organisasi keagamaan itu.
Sementara itu, Gereja Unifikasi membantah keterlibatan apapun dalam aktivitas politik sebagai perusahaan keagamaan.
(pwn/bac)
Jakarta, CNN Indonesia --
Politikus Partai Demokrasi Liberal (LDP), Yoshiyuki Inoue, disebut-sebut memenangkan kursi Majelis Tinggi Jepang berkat dukungan Gereja Unifikasi.
Inoue sendiri merupakan salah satu kolega dan politikus yang diusung mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.
Sebelum pemilihan Majelis Tinggi pada 10 Juli, seorang anggota Gereja Unifikasi mendapatkan pesan di ponselnya. Dalam pesan itu, ia diminta memilih kandidat dari LDP.
"Saya berdoa akan kesuksesan pemilihan Yoshiyuki Inoue. Dia dibutuhkan dalam dunia politik. Inoue bertarung melawan pasukan Setan," demikian isi pesan yang diterima jemaat tersebut, dikutip dari The Asahi Shimbun.
Perempuan anggota Gereja Unifikasi itu memutuskan memilih Inoue. Perempuan tersebut juga selalu memilih kandidat dari LDP, seperti kedua orang tuanya yang juga merupakan pengikut gereja.
Di sisi lain, perempuan tersebut telah lama terlibat dalam Gereja Unifikasi. Orang tuanya menikah dalam salah satu acara pernikahan massal organisasi tersebut.
Perempuan ini kemudian tinggal di sebuah gedung apartemen yang semua penghuninya merupakan pengikut Gereja Unifikasi. Ia dan keluarga juga datang ke gereja setiap pekan.
Kata perempuan itu, hubungan Gereja Unifikasi dengan LDP merupakan pengetahuan yang sudah lazim bagi jemaat organisasi itu.
"Semua pengikut mengetahui itu. Kami semua merasa aktivitas kelompok didukung oleh politikus, dan maka dari itu, tidak mungkin salah," ujarnya.
Sementara itu, sejumlah pejabat Gereja Unifikasi mengaku yakin akan kemenangan Inoue bahkan sebelum pemilihan berlangsung.
"Pusat organisasi kami menetapkan tujuan mendapatkan 200 ribu suara untuknya [Inoue]. Tidak mungkin dia mendapatkan suara kurang dari 100 ribu," kata seorang pejabat organisasi itu.
Pejabat itu juga menuturkan peran Gereja Unifikasi adalah mengamankan kemenangan untuk kandidat yang tak memiliki basis dukungan kuat.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Inoue Sempat Gagal di Persaingan Kursi Majelis Tinggi
Shinzo Abe meninggal dunia usai ditembak Tetsuya Yamagami. (via REUTERS/ASAHI SHIMBUN)
Inoue sempat gagal meraih kursi di Majelis Tinggi pada 2019. Kala itu, ia hanya mendapatkan sekitar 88 ribu.
Namun, pada Juli lalu, Inoue mendapatkan 165 ribu suara, menjadikannya sebagai salah satu anggota Majelis Tinggi parlemen.
Meski begitu, sebelum pemilihan dimulai, sempat ada sedikit 'drama' terkait pencalonan Inoue.
Mantan anggota Majelis Tinggi dari partai LDP, Yoshifumi Miyajima, sempat ingin mengajukan diri untuk kembali menjabat pada pemilihan tahun ini. Miyajima sendiri merupakan anggota badan tersebut sejak 2016 sampai 2022.
Miyajima ingin mengajukan diri dalam pemilihan Majelis Tinggi pada tahun ini. Ia beberapa kali menemui Abe untuk meminta bantuan.
"Dia memohon suara dari gereja, seperti yang terjadi pada pemilihan sebelumnya," kata mantan ajudan Miyajima. Namun, permintaan Miyajima ditolak oleh Abe.
Sementara itu, seorang sumber yang mengetahui kabar ini mengatakan kubu Miyajima diberitahu seorang pejabat gereja bahwa Gereja Unifikasi bakal mendukung Inoue atas perintah Abe.
Akhirnya, Miyajima memutuskan menarik diri dalam pencalonan Majelis Tinggi tahun ini.
Inoue dan Miyajima merupakan politikus di lingkaran Abe. Inoue sendiri memiliki keterkaitan dengan Gereja Unifikasi.
Sebagaimana diberitakan The Mainichi, Inoue sempat mengaku merupakan anggota informal Gereja Unifikasi, tetapi bukan bagian dari jemaat organisasi itu. Inoue sendiri merupakan sekretaris urusan politik dalam pemerintahan Abe kala menjadi perdana menteri pada 2006 hingga 2007.
Abe tewas pada bulan lalu karena ditembak Yamagami Tetsuya. Yamagami memutuskan membunuh Abe karena pria itu dianggap memiliki hubungan dengan Gereja Unifikasi.
Yamagami diketahui memiliki dendam terhadap organisasi keagamaan itu.
Sementara itu, Gereja Unifikasi membantah keterlibatan apapun dalam aktivitas politik sebagai perusahaan keagamaan.