Untuk menjadi bagian Gurkha juga disebut tak mudah, bahkan dilaporkan sebagai salah satu yang terberat di dunia. Seleksi masuk meliputi latihan kekuatan fisik dengan membawa 25 kilogram pasir sembari berlari di jalur curam 4,2 kilometer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama Gurkha sendiri berasal dari kota perbukitan Gorkha di Nepal Tengah, tempat kerajaan Nepal berkembang.
Pasukan ini dikenal tak takut dalam pertempuran, loyal, dan profesional demikian dikutip Gurkha Welfare Trust.
Selain itu, Gurkha juga terkenal karena punya kukri, senjata nasional Nepal yang bisa digunakan sebagai alat kerja.
Kukri adalah pisau lengkung 18 inci ini digunakan untuk memotong kayu dan memotong rumput. Senjata ini juga biasa dipakai untuk upacara, dan sebagai persembahkan Tuhan, demikian dikutip Gurkha Stories.
Selain itu, menurut legenda jika seorang Gurkha mengambil kukri dalam keadaan marah, pisau ini harus 'mengisap' darah.
Mereka pertama kali bertemu dengan Inggris pada 1814. Ketika itu, British East India Company, tengah berperang melawan Nepal dalam Perang Anglo-Nepal 1814 hingga 1816.
Deklarasi perang Inggris terhadap Nepal dipicu serangan Gurkha selama bertahun-tahun ke India Utara.
Namun, perang ini disebut sebagai perang yang aneh lantaran kedua pihak berperilaku terhormat, mengendalikan penjarahan, dan menghormati non-kombatan.
Tindakan itu memberi kesan tersendiri bagi Inggris. Mereka bahkan berpikir untuk merekrutnya.
Pada 1816, kedua negara meneken Perjanjian Sagauli. Mereka menilai lebih baik berteman daripada saling bermusuhan. Kesepakatan itu sekaligus memungkinkan Inggris merekrut tentara Gurkha Nepal.
Selain itu, kekalahan Nepal juga mengharuskan penguasa menyerahkan sekitar setengah wilayah dan memungkinkan kehadiran politik Inggris di Kathmandu.
Inggris lalu mulai merekrut Gurkha untuk bekerja di Angkatan Bersenjata Perusahaan India Timur.
Hari-hari setelahnya, Gurkha bertempur atas nama East India Company dalam sejumlah konflik. Beberapa di antaranya Perang Pindari dari 1817-1818, dan Perang Sikh dari 1845-1849.
Pertempuran Inggris yang melibatkan tentara Gurkha, lanjut baca di halaman berikutnya...
Gurkha Mulai Dilibatkan dalam Pertempuran Besar
Gurkha juga terlibat perang Pemberontakan tentara India pada 1857 melawan Inggris. Gurkha, yang terdiri dari batalion Nasiri, Sirmoor, dan Kumaon, masih setia ke Britania Raya. Pasukan ini bahkan turut meredam pemberontakan.
Atas tindakan itu, Ratu Victoria memberi penghargaan dan mengganti seragam mereka.
Di bawah Kerajaan Inggris banyak pasukan Gurkha yang dikirim bertempur dalam Perang Dunia I dan Perang Dunia II.
Setelah kemerdekaan India pada 1947, empat resimen Gurkha dari tentara India Britania dipindah ke Angkatan Darat Inggris. Lalu enam resimen bergabung dengan Angkatan Darat India.
Di abad 21 ini, ribuan tentara Gurkha bertugas di Angkatan Darat Inggris, dan puluhan ribu bertugas di Angkatan Darat India.
Saking terkesannya pejabat Inggris terhadap Gurkha, sampai-sampai ada yang memberi label mereka sebagai Ras Bela Diri. Istilah ini menggambarkan orang-orang yang dianggap secara alami suka berperang dan agresif dalam pertempuran.
Eks Kepala Staf Angkatan Darat India, Field Marshal Sam, juga menggambarkan Gurkha tak takut mati.
Untuk menjadi bagian Gurkha juga disebut tak mudah, bahkan dilaporkan sebagai salah satu yang terberat di dunia. Seleksi masuk meliputi latihan kekuatan fisik dengan membawa 25 kilogram pasir sembari berlari di jalur curam 4,2 kilometer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama Gurkha sendiri berasal dari kota perbukitan Gorkha di Nepal Tengah, tempat kerajaan Nepal berkembang.
Pasukan ini dikenal tak takut dalam pertempuran, loyal, dan profesional demikian dikutip Gurkha Welfare Trust.
Selain itu, Gurkha juga terkenal karena punya kukri, senjata nasional Nepal yang bisa digunakan sebagai alat kerja.
Kukri adalah pisau lengkung 18 inci ini digunakan untuk memotong kayu dan memotong rumput. Senjata ini juga biasa dipakai untuk upacara, dan sebagai persembahkan Tuhan, demikian dikutip Gurkha Stories.
Selain itu, menurut legenda jika seorang Gurkha mengambil kukri dalam keadaan marah, pisau ini harus 'mengisap' darah.
Mereka pertama kali bertemu dengan Inggris pada 1814. Ketika itu, British East India Company, tengah berperang melawan Nepal dalam Perang Anglo-Nepal 1814 hingga 1816.
Deklarasi perang Inggris terhadap Nepal dipicu serangan Gurkha selama bertahun-tahun ke India Utara.
Namun, perang ini disebut sebagai perang yang aneh lantaran kedua pihak berperilaku terhormat, mengendalikan penjarahan, dan menghormati non-kombatan.
Tindakan itu memberi kesan tersendiri bagi Inggris. Mereka bahkan berpikir untuk merekrutnya.
Pada 1816, kedua negara meneken Perjanjian Sagauli. Mereka menilai lebih baik berteman daripada saling bermusuhan. Kesepakatan itu sekaligus memungkinkan Inggris merekrut tentara Gurkha Nepal.
Selain itu, kekalahan Nepal juga mengharuskan penguasa menyerahkan sekitar setengah wilayah dan memungkinkan kehadiran politik Inggris di Kathmandu.
Inggris lalu mulai merekrut Gurkha untuk bekerja di Angkatan Bersenjata Perusahaan India Timur.
Hari-hari setelahnya, Gurkha bertempur atas nama East India Company dalam sejumlah konflik. Beberapa di antaranya Perang Pindari dari 1817-1818, dan Perang Sikh dari 1845-1849.
Pertempuran Inggris yang melibatkan tentara Gurkha, lanjut baca di halaman berikutnya...
Gurkha Mulai Dilibatkan dalam Pertempuran Besar
Pasukan Gurkha kerap dilibatkan dalam misi pertempuran yang sulit. (AFP/BAY ISMOYO)
Gurkha Mulai Dilibatkan dalam Pertempuran Besar
Gurkha juga terlibat perang Pemberontakan tentara India pada 1857 melawan Inggris. Gurkha, yang terdiri dari batalion Nasiri, Sirmoor, dan Kumaon, masih setia ke Britania Raya. Pasukan ini bahkan turut meredam pemberontakan.
Atas tindakan itu, Ratu Victoria memberi penghargaan dan mengganti seragam mereka.
Di bawah Kerajaan Inggris banyak pasukan Gurkha yang dikirim bertempur dalam Perang Dunia I dan Perang Dunia II.
Setelah kemerdekaan India pada 1947, empat resimen Gurkha dari tentara India Britania dipindah ke Angkatan Darat Inggris. Lalu enam resimen bergabung dengan Angkatan Darat India.
Di abad 21 ini, ribuan tentara Gurkha bertugas di Angkatan Darat Inggris, dan puluhan ribu bertugas di Angkatan Darat India.
Saking terkesannya pejabat Inggris terhadap Gurkha, sampai-sampai ada yang memberi label mereka sebagai Ras Bela Diri. Istilah ini menggambarkan orang-orang yang dianggap secara alami suka berperang dan agresif dalam pertempuran.
Eks Kepala Staf Angkatan Darat India, Field Marshal Sam, juga menggambarkan Gurkha tak takut mati.