WNI Hidup Prihatin saat Inggris Krisis: Pakai Sweater, Bukan Heater

CNN Indonesia
Selasa, 27 Sep 2022 16:24 WIB
WNI membagikan cerita harus hidup prihatin saat Inggris diterpa krisis parah, termasuk mengurangi heater dan pakai sweater di dalam rumah meski suhu dingin. Lokasi pasar bunga di London. (REUTERS/TOM NICHOLSON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Warga negara Indonesia (WNI) membagikan cerita harus hidup prihatin saat Inggris diterpa krisis parah.

Salah satu WNI, Muhammad Fahmi Ardi, mengatakan harus mulai 'kencangkan ikat pinggang' melakukan penghematan drastis karena inflasi gila di Inggris.

Di antara penghematan itu adalah memotong anggaran untuk konsumsi hingga sangat berhemat menggunakan listrik di apartemen.

"Memotong (biaya) konsumsi. Selalu cek-cek promosi diskon jika belanja di swalayan. Mengurangi makan di restoran atau kedai luar rumah," tutur Fahmi yang berprofesi sebagai arsitek lansekap di London kepada CNNIndonesia.com.

[Gambas:Video CNN]

Selain harga makanan yang melambung tinggi, tarif listrik juga naik gila-gilaan karena krisis parah di Inggris.

Fahmi pun harus bersiasat 'putar otak' demi menekan tagihan listrik yang amat tinggi selama krisis.

Ia menyebut biaya normal listrik sekarang saat bukan musim dingin biasanya paling murah sekitar lebih dari 100 pound sterling atau Rp1,6 juta per bulan. Tapi jika musim dingin bisa mencapai 250 pound sterling (Rp4 juta). Tarif itu untuk kalangan warga biasa dengan pemakaian daya minimal.

"Harus mengurangi penggunaan energi atau konsumsi listrik. Salah satu contohnya ketika cuci piring. Saya tak lagi menggunakan mesin cuci piring otomatis," ujarnya.

"Cuci piring harus dikerjakan secara manual demi hemat listrik. Di sini juga siap-siap ganti provider listrik yang lagi promo kalau tagihan dari provider yang lama naik tinggi," kata Fahmi.

Penghematan listrik lainnya adalah seminimal mungkin menggunakan heater atau pemanas ruangan. Padahal, Inggris bersiap menyambut musim dingin saat diterpa krisis.

"Kurangi pakai heater. Walaupun mulai dingin sekarang, pakai sweater tebal saja di dalam rumah," ucap Fahmi.

Saking menghemat, Fahmi bahkan berencana setop menumpang transportasi umum. Ia berencana beli sepeda yang murah dari tabungannya dan naik sepeda dari apartemen ke kantor yang berjarak hampir 10 kilometer.

WNI Inggris yang lain, Harisul Amal, juga membeberkan harga sewa apartemen naik hingga nyaris dari dua kali lipat.

"Sebelumnya sewa flat sebelum krisis biasanya 350 pound sterling, kini hingga 600 pound sterling," tutur Haris.

Selain menjadi mahasiswa di Universitas Leeds Beckett, dia juga bekerja sambil di salah satu restoran siap saji. Dia juga mengaku, di tengah krisis upah di tempat kerjanya bertambah.

Namun, nominalnya tak seberapa jika dibanding angka inflasi yang terus naik yang menjerat Inggris.

(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER