6 Perubahan Radikal China Selama Satu Dekade Xi Jinping Berkuasa
CNN Indonesia
Jumat, 07 Okt 2022 07:25 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Satu dekade menjabat sebagai presiden, Xi Jinping telah membawa sejumlah gebrakan bagi China yang terus melaju pesat hingga menjadi salah satu negara adidaya. (Foto: (AFP/NOEL CELIS)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejak menjabat sebagai presiden pada 2012,Xi Jinpingdinilai terus membawa banyak gebrakan terhadap Chinahingga bisa menjadikan negaranya kini sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia.
Di bawah kepemimpinan Xi, jutaan warga China disebut berhasil keluar dari garis kemiskinan parah.
Selain dalam hal ekonomi, China juga berhasil mengembangkan militer dan pertahanannya sampai menjadikan eksplorasi antariksa China menjadi salah satu yang terdepan bersaing dengan Amerika Serikat dan Rusia.
Berikut enam perubahan 'radikal' China di bawah Xi Jinping:
1. Kemiskinan Parah Berakhir
Beijing mengumumkan telah mengakhiri kemiskinan parah di China pada 2020. Deklarasi itu dibuat dari penilaian atas beberapa faktor, seperti kondisi kehidupan masyarakat, ternak mereka, dan akses masyarakat pada pendidikan.
Berdasarkan data World Bank, setahun setelah Xi menjadi pemimpin China, sebanyak 82 juta warga China berada dalam kemiskinan parah. Pada 2019, angka masyarakat yang berada dalam kemiskinan parah turun hingga enam juta orang.
Sebagaimana diberitakan AFP, pemerintah China menginvestasikan 1,6 triliun yuan (Rp34.126 triliun) dari 2013 sampai 2021 untuk meningkatkan standar hidup masyarakat. Dana itu digunakan untuk membangun jalan, rumah, dan infrastruktur.
Jutaan pemukiman kumuh juga dipindahkan ke desa-desa dengan kesempatan ekonomi yang lebih baik.
2. Kenaikan Kekayaan
Berdasarkan data resmi, rata-rata pendapatan pribadi setelah kena pajak per rumah tangga di perkotaan meningkat 66 persen dari 2013 hingga 2020.
Di permukiman kumuh, pendapatan pribadi setelah kena pajak meningkat hingga 82 persen dalam periode yang sama.
Meski ada kenaikan pendapatan masyarakat, harga rumah dan properti di China juga ikut meroket empat kali lipat.
China berhasil mengembangkan program eksplorasi luar angkasanya hingga mendekati milik Amerika Serikat, Rusia dan Eropa.
China memiliki mesin penjelajah luar angkasa di Bulan pada 2013 hingga 2019. Pesawat luar angkasa tanpa awak China juga berhasil kembali ke Bumi pada 2020, membawa sampel yang telah dikumpulkan dalam empat dekade.
Pada tahun yang sama, sistem navigasi satelit Beidou sudah difinalisasi. Sistem ini disebut-sebut bakal menjadi musuh GPS Amerika Serikat.
China juga diprediksi bakal menyelesaikan stasiun luar angkasa mereka pada 2022.
Baca di halaman selanjutnya >>>
4. Basmi Koruptor
Berdasarkan Komisi Sentral untuk Inspeksi Disiplin, sebanyak 11,3 juta orang diberikan peringatan terkait kasus pendisiplinan korupsi pada 2012 hingga 2022.
Sementara itu, 4,7 juta orang diselidiki atas dugaan penyelewengan yang lebih serius.
Tak hanya itu, setidaknya 1,5 juta orang dihukum atas kasus korupsi. Hukum paling ekstrem yang diberikan adalah hukuman mati.
Sebagaimana dilansir AFP, hampir semua elemen masyarakat terdampak program pembasmian koruptor ini, mulai dari pegawai negeri, menteri pemerintah, jenderal militer, hingga manajer bank.
Namun, beberapa pengkritik menilai operasi pembasmian koruptor ini merupakan cara Xi mengeliminasi musuh politiknya.
5. Perbaikan Lingkungan Hidup
China menandatangani Kesepakatan Paris terkait Perubahan Iklim pada 2016. Xi juga sempat berjanji China akan mencapai negara karbon netral pada 2060.
Namun, aktivis lingkungan meminta China untuk bergerak lebih cepat demi bisa mencapai agenda Kesepakatan Paris. Dalam kesepakatan itu, negara-negara berencana mencegah kenaikan suhu Bumi maksimal 1,5 derajat Celsius.
Sejak 2012, Kementerian Lingkungan Hidup China juga mengungkapkan data polusi udara dengan lebih komprehensif.
Konsentrasi partikel berbahaya dalam udara China turun hingga 34,8 persen dari 2015 ke 2021.
China juga mulai menggunakan skema pemilahan sampah.
Di bawah kepemimpinan Xi, teknologi transportasi China semakin berkembang.
Ini tampak dari jaringan kereta cepat negara itu, di mana jarak tempuh jaringan tersebut berkembang dari sekitar 9.300 km pada 2012, menjadi 40.000 km pada 2021.
Selain itu, China kini memiliki 250 bandara sipil dengan 82 di antaranya dibuat dalam satu dekade terakhir.
Angka masyarakat yang menggunakan transportasi udara juga meningkat dua kali lipat dari 2012 dan 2019.
Proyek infrastruktur ini kemudian meningkatkan bisnis pariwisata China dan membangkitkan ekonomi.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejak menjabat sebagai presiden pada 2012,Xi Jinpingdinilai terus membawa banyak gebrakan terhadap Chinahingga bisa menjadikan negaranya kini sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia.
Di bawah kepemimpinan Xi, jutaan warga China disebut berhasil keluar dari garis kemiskinan parah.
Selain dalam hal ekonomi, China juga berhasil mengembangkan militer dan pertahanannya sampai menjadikan eksplorasi antariksa China menjadi salah satu yang terdepan bersaing dengan Amerika Serikat dan Rusia.
Berikut enam perubahan 'radikal' China di bawah Xi Jinping:
1. Kemiskinan Parah Berakhir
Beijing mengumumkan telah mengakhiri kemiskinan parah di China pada 2020. Deklarasi itu dibuat dari penilaian atas beberapa faktor, seperti kondisi kehidupan masyarakat, ternak mereka, dan akses masyarakat pada pendidikan.
Berdasarkan data World Bank, setahun setelah Xi menjadi pemimpin China, sebanyak 82 juta warga China berada dalam kemiskinan parah. Pada 2019, angka masyarakat yang berada dalam kemiskinan parah turun hingga enam juta orang.
Sebagaimana diberitakan AFP, pemerintah China menginvestasikan 1,6 triliun yuan (Rp34.126 triliun) dari 2013 sampai 2021 untuk meningkatkan standar hidup masyarakat. Dana itu digunakan untuk membangun jalan, rumah, dan infrastruktur.
Jutaan pemukiman kumuh juga dipindahkan ke desa-desa dengan kesempatan ekonomi yang lebih baik.
2. Kenaikan Kekayaan
Berdasarkan data resmi, rata-rata pendapatan pribadi setelah kena pajak per rumah tangga di perkotaan meningkat 66 persen dari 2013 hingga 2020.
Di permukiman kumuh, pendapatan pribadi setelah kena pajak meningkat hingga 82 persen dalam periode yang sama.
Meski ada kenaikan pendapatan masyarakat, harga rumah dan properti di China juga ikut meroket empat kali lipat.
China berhasil mengembangkan program eksplorasi luar angkasanya hingga mendekati milik Amerika Serikat, Rusia dan Eropa.
China memiliki mesin penjelajah luar angkasa di Bulan pada 2013 hingga 2019. Pesawat luar angkasa tanpa awak China juga berhasil kembali ke Bumi pada 2020, membawa sampel yang telah dikumpulkan dalam empat dekade.
Pada tahun yang sama, sistem navigasi satelit Beidou sudah difinalisasi. Sistem ini disebut-sebut bakal menjadi musuh GPS Amerika Serikat.
China juga diprediksi bakal menyelesaikan stasiun luar angkasa mereka pada 2022.
Baca di halaman selanjutnya >>>
6 Perubahan Radikal China Selama Satu Dekade Xi Jinping Berkuasa
Foto ilustrasi. (istockphoto/blackred)
4. Basmi Koruptor
Berdasarkan Komisi Sentral untuk Inspeksi Disiplin, sebanyak 11,3 juta orang diberikan peringatan terkait kasus pendisiplinan korupsi pada 2012 hingga 2022.
Sementara itu, 4,7 juta orang diselidiki atas dugaan penyelewengan yang lebih serius.
Tak hanya itu, setidaknya 1,5 juta orang dihukum atas kasus korupsi. Hukum paling ekstrem yang diberikan adalah hukuman mati.
Sebagaimana dilansir AFP, hampir semua elemen masyarakat terdampak program pembasmian koruptor ini, mulai dari pegawai negeri, menteri pemerintah, jenderal militer, hingga manajer bank.
Namun, beberapa pengkritik menilai operasi pembasmian koruptor ini merupakan cara Xi mengeliminasi musuh politiknya.
5. Perbaikan Lingkungan Hidup
China menandatangani Kesepakatan Paris terkait Perubahan Iklim pada 2016. Xi juga sempat berjanji China akan mencapai negara karbon netral pada 2060.
Namun, aktivis lingkungan meminta China untuk bergerak lebih cepat demi bisa mencapai agenda Kesepakatan Paris. Dalam kesepakatan itu, negara-negara berencana mencegah kenaikan suhu Bumi maksimal 1,5 derajat Celsius.
Sejak 2012, Kementerian Lingkungan Hidup China juga mengungkapkan data polusi udara dengan lebih komprehensif.
Konsentrasi partikel berbahaya dalam udara China turun hingga 34,8 persen dari 2015 ke 2021.
China juga mulai menggunakan skema pemilahan sampah.
Di bawah kepemimpinan Xi, teknologi transportasi China semakin berkembang.
Ini tampak dari jaringan kereta cepat negara itu, di mana jarak tempuh jaringan tersebut berkembang dari sekitar 9.300 km pada 2012, menjadi 40.000 km pada 2021.
Selain itu, China kini memiliki 250 bandara sipil dengan 82 di antaranya dibuat dalam satu dekade terakhir.
Angka masyarakat yang menggunakan transportasi udara juga meningkat dua kali lipat dari 2012 dan 2019.
Proyek infrastruktur ini kemudian meningkatkan bisnis pariwisata China dan membangkitkan ekonomi.