OBITUARI

Eks Presiden China Jiang Zemin, Tokoh Komunis Penggemar Film Hollywood

rds | CNN Indonesia
Rabu, 30 Nov 2022 16:48 WIB
Eks Presiden China Jiang Zemin meninggal dunia di usia 96 karena penyakit leukemia dan kegagalan beberapa organ tubuhnya. Eks Presiden China Jiang Zemin meninggal dunia di usia 96 karena penyakit leukemia dan kegagalan beberapa organ tubuhnya. (Foto: AFP/WANG ZHAO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Eks Presiden China Jiang Zemin meninggal dunia di usia 96 pada Rabu (30/11).

Partai Komunis China mengumumkan Jiang meninggal di Shanghai karena penyakit leukemia yang telah dideritanya dan kegagalan beberapa organ pada tubuhnya.

Jiang merupakan Presiden China ke-5 yang menjabat selama 1993-2003. Di bawah kepemimpinan Jiang, China terus mengalami pertumbuhan ekonomi secara substansial dan reformasi pasar.

Di tangan Jiang, China berhasil keluar dari isolasi diplomatik dunia akibat peristiwa Tiananmen. Beijing juga terus memperbaiki hubungannya dengan Amerika Serikat. Meski begitu, kepemimpinan otoriter China kepada rakyat terus langgeng diterapkan di era Jiang.

Jiang juga membawa China bertahan dari krisis moneter 1997-1998 yang merongrong banyak negara Asia lainnya saat itu, termasuk Indonesia.

Di mata banyak pejabat asing, Jiang dikenal sebagai sosok presiden China yang cerewet dan blak-blakan, berbeda daru para pendahulunya yang terkenal kaku dan irit senyum.

"Dia (Jiang) memiliki gaya pribadi yang terkadang sedikit mewah. Saya pikir dia lebih manusiawi daripada (eks Presiden) Hu Jintao. Jiang Zemin lebih siap untuk tampil apa adanya, meski terkadang bisa dianggap vulgar dan tidak terlalu canggih," ucap profesor politik di Universitas Baptis Hong Kong, Jean Pierre Cabestan.

[Gambas:Video CNN]

Jiang juga seorang komunis yang terang-terangan menyatakan kecintaannya pada film-film Barat seperti Hollywood. Ia bahkan kerap terdengar menyanyikan lagu-lagu Barat seperti "Love Me Tender".

Jiang juga dikenal tidak segan mengutip pernyataan pejabat Barat seperti eks Presiden AS Abraham Lincoln.

Di bawah tangan besi Jiang, China terus bangkit sebagai negara manufaktur utama dunia dan negara dengan ekonomi yang terus berkembang menyaingi negara-negara maju.

Hubungan China dan AS di era Jiang terbukti sulit, terutama di awal pemerintahannya. Namun, karena sifatnya yang pragmatis, Jiang mampu membawa China kembali dari isolasi dunia dan menjalin hubungan yang stabil dengan AS.

Tak seperti para pendahulu dan penerusnya di Partai Komunis, Jiang menilai China tidak mungkin bertahan lama sebagai musuh Negeri Paman Sam.

Akibat pengaruh politiknya yang kuat di lingkaran Partai Komunis, meski telah pensiun Jiang memiliki peran yang besar menggiring Presiden China saat ini, Xi Jinping, ke puncak kekuasaan.

"Dia selalu mengutamakan hubungan AS, dan saya pikir dia mengambil beberapa risiko untuk memajukan hubungan tersebut," kata Christopher K. Johnson, seorang peneliti senior di Pusat Analisis China di Institut Kebijakan Masyarakat Asia.

"Dia tahu bagaimana membalikkan sikap anti-AS. Mengubah pandangan ketika dia merasa harus (mengubahnya)," papar Johnson yang juga seorang eks analis CIA saat Jiang menjabat seperti dikutip The New York Times.

Terlepas dari desas-desus bahwa dia ingin mempertahankan kekuasaan, Jiang pensiun sebagai ketua partai pada 2002, menyerahkan kendali kepada Hu Jintao dalam transisi kepemimpinan tanpa darah pertama di China sejak revolusi 1949.



(rds/rds)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER