Kenapa Ada yang Mengaitkan Perebutan Takhta Saudi dengan Tanda Kiamat?

CNN Indonesia
Selasa, 06 Des 2022 11:09 WIB
Gonjang-ganjing perebutan takhta Kerajaan Arab Saudi kerap dikaitkan dengan tanda-tanda kiamat oleh sejumlah muslim, kenapa? Mantan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Nayef yang dijebloskan ke penjara. (AFP/FAYEZ NURELDINE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kerajaan Arab Saudi tak pernah sepi dari isu kudeta hingga perebutan takhta.

Apalagi, sejak Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) naik menjadi calon penerus takhta menggantikan sepupunya Mohammed bin Nayef.

Sejak itu, MbS kerap melancarkan manuver-manuver politik demi mengkonsolidasi kekuasaannya.

Ia tak jarang menangkap dan menahan keluarganya yang dianggap sebagai ancaman. Bahkan, penangkapan itu disebut disertai siksaan, seperti yang dialami Pangeran Mohammed bin Nayef.

[Gambas:Video CNN]

Menanggapi gonjang-ganjing itu, sejumlah pihak mencari-cari alasan atas sikap para pangeran Saudi.

Bahkan ada pula warga muslim yang mengaitkan konflik perebutan takhta di Saudi dengan salah satu dari sekian tanda-tanda akhir zaman atau kiamat.

Kenapa sejumlah muslim termasuk di Indonesia mengaitkan gonjang-ganjing di Kerajaan Saudi dengan akhir zaman?

Pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Yon Machmudi, menilai asumsi yang beredar di kalangan masyarakat pada dasarnya hanya sekadar kepercayaan atau mitos belaka.

Namun, Yon juga berujar asumsi ini kemungkinan berangkat dari indikasi salah satu hadis Nabi Muhammad SAW.

Menurut Yon, ada sebuah hadis Rasulullah yang meriwayatkan bahwa tanda kiamat atau akhir zaman salah satunya yakni terjadi perebutan kekuasaan atau jabatan.

"Perebutan kekuasaan dikaitkan dengan kiamat tentu semacam kepercayaan atau mitos saja. Tapi memang ada juga indikasi di dalam hadis Nabi yang di antaranya menyebutkan tanda-tanda akhir zaman itu adalah perebutan kekuasaan. Apabila jabatan itu sudah diperebutkan sedemikian rupa, nah itu menjadi salah satu tanda-tanda akhir zaman," kata Yon kepada CNNIndonesia.com, Senin (5/12).

Kendati demikian, Yon menegaskan hadis tersebut tidak pernah secara spesifik menyebutkan perebutan kekuasaan itu terjadi di Arab Saudi seperti yang dipercaya publik.

Dia berujar hadis itu hanya berupa redaksi umum yang tidak memaparkan secara khusus lokasi peristiwa itu terjadi.

"Tentu tidak bisa divalidasi apakah seperti itu yang ada di Arab. Karena ini merupakan fenomena global, bukan spesifik menyebut apa yang terjadi di suatu tempat," ucap Yon.

Tentang hadis Nabi tentang perebutan takhta yang jadi salah satu tanda kiamat, baca di halaman berikutnya...

Hadis Nabi soal Perebutan Takhta Keturunan Khalifah Jadi Tanda-tanda Kiamat

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER