Geger Perampokan Emas 200 Kilogram di Korut, Pelaku Diduga Tentara

CNN Indonesia
Selasa, 06 Des 2022 18:05 WIB
Tiga bandit bertopeng dilaporkan merampok 200 kilogram emas batangan senilai US$12 juta atau sekitar Rp187 miliar di Korea Utara. Foto ilustrasi emas batangan. (Stevebidmead/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tiga bandit bertopeng dilaporkan merampok 200 kilogram emas batangan senilai US$12 juta atau sekitar Rp187 miliar di Korea Utara.

Para pelaku yang masih dalam persembunyian diduga merupakan para tentara Korut.

Perampokan itu terjadi pada pertengahan November lalu. Para perampok mencuri emas ratusan miliar tersebut dari kendaraan lapis baja yang dibawa dua tentara berseragam lengkap dari Sinuiju ke Pyongyang.

"Ada dua tentara bersenjata lengkap yang mengendarai kendaraan lapis baja itu, namun jika dilihat dari seberapa cepat para perampok mengalahkan mereka, sepertinya mereka punya kemampuan militer khusus," kata sumber anonim yang tinggal di dekat Sinuiju, seperti dikutip Radio Free Asia, Selasa (6/12).

"Tentara tidak berdaya dalam situasi tersebut," ujar dia melanjutkan.

Perampokan itu membuat geger pihak berwenang. Mereka mati-matian mencari para perampok yang kabur ke pedesaan di Korea Utara tersebut dengan mengumumkan keadaan darurat di Sinuiju, Hyesan, dan kota-kota perbatasan lainnya.

Pihak berwenang bahkan sampai memasukkan semua mantan tentara pasukan khusus di Provinsi Pyongan Utara ke dalam daftar tersangka dan menginterogasi mereka terkait aktivitas yang dilakukan pada saat hari perampokan berlangsung.

"Kota perbatasan Hyesan berada dalam keadaan darurat dengan penyelidik dari Kementerian Keamanan Negara, Kementerian Keamanan Sosial, dan tentara Markas Besar Patroli Perbatasan berada di seluruh wilayah," kata penduduk Provinsi Ryanggang.

Hyesan juga dipenuhi selebaran yang meminta warga harus segera melapor ke pihak berwenang jika memiliki emas atau jika mencurigai orang lain sebagai penyelundup emas.

Korea Utara selama ini tercatat menghasilkan dua hingga empat metrik ton emas per tahun yang sebagian besarnya dikirim ke Office 39, sebuah organisasi yang bertugas menyediakan dana gelap untuk Presiden Korut Kim Jong Un dan keluarganya. Sisa dari hasil itu juga masuk ke bank sentral Korea Utara.

Perampokan yang terjadi di negara itu sebetulnya tak seheboh yang terlihat. Sebab, para warga justru banyak yang menganggap para perampok itu sebagai pahlawan lantaran pemerintah dianggap menimbun emas alih-alih menggunakannya untuk membantu rakyat.

Warga Korea Utara diketahui masih berjuang melawan krisis ekonomi akibat sanksi nuklir internasional dan pandemi Covid-19.

"Penduduk menertawakan pihak berwenang dan bersorak karena seseorang mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyerbu truk emas dan berhasil lolos," ujar sumber kedua.

(blq/bac)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER