5 Kroni Putin yang Murka Pasukan Rusia KO hingga Tewas di Ukraina
CNN Indonesia
Kamis, 05 Jan 2023 12:46 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Sejumlah pejabat kroni hingga loyalis Presiden Rusia Vladimir Putin kecewa hingga marah pasukan Moskow KO sampai tewas di Ukraina. (via REUTERS/SPUTNIK)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah pejabat kroni Presiden RusiaVladimir Putin murka mengetahui kabar 400 prajurit Moskow tewas diserang Ukraina akhir Desember lalu.
Serangan yang terjadi di wilayah pendudukan Rusia di Donetsk diklaim Ukraina menewaskan 400 tentara Kremlin dan 300 lainnya luka-luka.
Beberapa kroni Putin tak terima lantaran gempuran yang menghancurkan bangunan itu banyak memakan korban jiwa dari pihak Moskow.
Gempuran yang merugikan pihak Rusia itu juga bukan sekali ini terjadi. Beberapa waktu lalu, Rusia juga kedapatan kalah di Lyman, Donetsk, hingga dihujani kritik habis-habisan. Keputusan Rusia menarik pasukan dari Kherson juga sempat menuai kecaman.
Berikut ini lima loyalis hingga kroni Putin yang kecewa sampai murka dengan kabar kekalahan Moskow di Ukraina.
Anggota parlemen Rusia, Sergei Mironov, meradang karena menurutnya kematian skala besar itu terjadi akibat kesalahan para komandan Rusia di medan perang.
Berdasarkan keterangan yang dia himpun, jumlah kematian melambung karena Moskow menyatukan kompleks gudang amunisi dengan barak pasukan.
Parahnya, barak itu berdiri terang-terangan di bangunan sekolah, tanpa kamuflase apa pun. Oleh sebab itu, ketika Kyiv membombardir gudang amunisi, banyak pasukan menjadi korban.
Mironov pun mendesak Rusia menghukum para pejabat yang "mengizinkan konsentrasi personel militer di bangunan yang tak terlindungi." Dia juga menuntut hukuman bagi semua pihak yang tak memberikan keamanan bagi prajurit.
2. Igor Girkin
Mantan komandan pasukan pro-Rusia di Ukraina, Igor Girkin, juga melemparkan kritik serupa.
Dia mempertanyakan komandan lapangan yang dengan 'bodoh' menempatkan pasukan dalam jumlah besar di satu bangunan.
"Siapa yang punya gagasan menempatkan pasukan jumlah besar di satu bangunan, di mana orang bodoh saja tahu jika artileri menghantam, banyak yang akan terluka atau mati? Para komandan tak peduli," kata Girkin dalam artikel opininya, seperti dikutip Reuters.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
3. Ramzan Kadyrov
Pemimpin Chechnya sekaligus loyalis Putin, Ramzan Kadyrov, juga pernah melayangkan kritik terhadap strategi Rusia menginvasi Ukraina.
Dia mengkritik para pejabat militer Putin saat Rusia kalah di kota Lyman, Donetsk. Dia pun menyarankan Kremlin mempertimbangkan penggunaan nuklir untuk merespons Kyiv.
Tak cuma soal kekalahan di Lyman, Kadyrov juga menyoroti pergerakan tak jelas Rusia hingga Negeri Beruang Merah terpaksa menarik pasukan dari Kherson.
Dia menyalahkan komandan pasukan Rusia di Ukraina, Sergei Surovikin, karena plin-plan dan tak mengerahkan bala bantuan di Kherson sejak awal.
"[Mengapa memastikan bantuan ke Kherson] tak dilakukan sejak awal?" ujar Kadyrov, seperti dilansir The Moscow Times.
4. Andrey Gurulyov
Wakil ketua parlemen Duma sekaligus mantan jenderal, Andrey Gurulyov, juga turut kesal dengan pasukan militer di Ukraina. Sama seperti Kadyrov, Gurulyov menyoroti kekalahan Moskow di Lyman.
"Saya tidak mengerti mengapa mereka (militer Rusia) tidak menilai dengan benar situasi pada waktu itu, tidak memperkuat pasukan," kata Gurulev kepada saluran digital pro-Kremlin, Soloviev Live, pada Minggu (2/10).
Menurutnya, pasukan Rusia "sudah dikutuk" lantaran para elite menutup-nutupi kekalahan mereka di medan perang.
"Pasukan Rusia itu telah dikutuk oleh sistem, kebohongan yang terus-menerus yang melihat masalah di dalam militer tapi berusaha ditutup-tutupi oleh para elite," ujarnya.
Beberapa kroni Putin tak terima lantaran gempuran yang menghancurkan bangunan itu banyak memakan korban jiwa dari pihak Moskow.
Gempuran yang merugikan pihak Rusia itu juga bukan sekali ini terjadi. Beberapa waktu lalu, Rusia juga kedapatan kalah di Lyman, Donetsk, hingga dihujani kritik habis-habisan. Keputusan Rusia menarik pasukan dari Kherson juga sempat menuai kecaman.
Berikut ini lima loyalis hingga kroni Putin yang kecewa sampai murka dengan kabar kekalahan Moskow di Ukraina.
Anggota parlemen Rusia, Sergei Mironov, meradang karena menurutnya kematian skala besar itu terjadi akibat kesalahan para komandan Rusia di medan perang.
Berdasarkan keterangan yang dia himpun, jumlah kematian melambung karena Moskow menyatukan kompleks gudang amunisi dengan barak pasukan.
Parahnya, barak itu berdiri terang-terangan di bangunan sekolah, tanpa kamuflase apa pun. Oleh sebab itu, ketika Kyiv membombardir gudang amunisi, banyak pasukan menjadi korban.
Mironov pun mendesak Rusia menghukum para pejabat yang "mengizinkan konsentrasi personel militer di bangunan yang tak terlindungi." Dia juga menuntut hukuman bagi semua pihak yang tak memberikan keamanan bagi prajurit.
2. Igor Girkin
Mantan komandan pasukan pro-Rusia di Ukraina, Igor Girkin, juga melemparkan kritik serupa.
Dia mempertanyakan komandan lapangan yang dengan 'bodoh' menempatkan pasukan dalam jumlah besar di satu bangunan.
"Siapa yang punya gagasan menempatkan pasukan jumlah besar di satu bangunan, di mana orang bodoh saja tahu jika artileri menghantam, banyak yang akan terluka atau mati? Para komandan tak peduli," kata Girkin dalam artikel opininya, seperti dikutip Reuters.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
5 Kroni Putin yang Murka Pasukan Rusia KO hingga Tewas di Ukraina
Pemimpin Chechen Ramzan Kadyrov pernah mengkritik para pejabat militer Rusia soal kekalahan di Ukraina. (AFP/ALEXEY NIKOLSKY)
3. Ramzan Kadyrov
Pemimpin Chechnya sekaligus loyalis Putin, Ramzan Kadyrov, juga pernah melayangkan kritik terhadap strategi Rusia menginvasi Ukraina.
Dia mengkritik para pejabat militer Putin saat Rusia kalah di kota Lyman, Donetsk. Dia pun menyarankan Kremlin mempertimbangkan penggunaan nuklir untuk merespons Kyiv.
Tak cuma soal kekalahan di Lyman, Kadyrov juga menyoroti pergerakan tak jelas Rusia hingga Negeri Beruang Merah terpaksa menarik pasukan dari Kherson.
Dia menyalahkan komandan pasukan Rusia di Ukraina, Sergei Surovikin, karena plin-plan dan tak mengerahkan bala bantuan di Kherson sejak awal.
"[Mengapa memastikan bantuan ke Kherson] tak dilakukan sejak awal?" ujar Kadyrov, seperti dilansir The Moscow Times.
4. Andrey Gurulyov
Wakil ketua parlemen Duma sekaligus mantan jenderal, Andrey Gurulyov, juga turut kesal dengan pasukan militer di Ukraina. Sama seperti Kadyrov, Gurulyov menyoroti kekalahan Moskow di Lyman.
"Saya tidak mengerti mengapa mereka (militer Rusia) tidak menilai dengan benar situasi pada waktu itu, tidak memperkuat pasukan," kata Gurulev kepada saluran digital pro-Kremlin, Soloviev Live, pada Minggu (2/10).
Menurutnya, pasukan Rusia "sudah dikutuk" lantaran para elite menutup-nutupi kekalahan mereka di medan perang.
"Pasukan Rusia itu telah dikutuk oleh sistem, kebohongan yang terus-menerus yang melihat masalah di dalam militer tapi berusaha ditutup-tutupi oleh para elite," ujarnya.