Kastil Gaziantep yang berusia 2.200 tahun dan dibangun oleh tentara Romawi juga runtuh.
Sama dengan Turki, ratusan bangunan juga dikabarkan rusak akibat gempa.
Situs-situs sejarah juga dilaporkan rusak, seperti Aleppo Citadel, Kastil Shmemis, Kastil Al-Marqab, dan Kastil Qadous.
Bangunan seperti Museum Nasional dan Masjid Imam juga rusak, menurut Direktorat Jenderal Purbakala dan Museum Suriah (Syria's Directorate-General for Antiquities and Museums/DGAM).
Bantuan Kemanusiaan
Sejumlah negara sejauh ini tercatat telah mengirim tim penyelamat dan barang-barang bantuan bagi korban gempa Turki-Suriah.
Korea Selatan, misalnya, yang mengirim tim penyelamat ke Turki tak lama setelah gempa terjadi. Korsel juga mengumpulkan dan mengirimkan 32 juta KRW bantuan bencana ke Palang Merah Nasional Korea untuk Turki dan Suriah.
Ukraina juga mengirimkan tim penyelamat untuk membantu korban gempa Turki.
Amerika Serikat menggelontorkan US$85 juta untuk bantuan bagi korban gempa Turki-Suriah. Bantuan itu meliputi makanan, tempat berlindung, perlengkapan musim dingin, bantuan untuk trauma, air bersih, dan sanitasi.
AS juga mengerahkan tim penyelamat yang terdiri dari 200 orang dan 12 anjing untuk beroperasi di Adiyaman, Adana, dan Ankara.
Pakistan pun mengirim 22 ton bantuan serta tim penyelamat ke Turki.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini juga menyatakan tengah mengupayakan memberikan bantuan untuk 874 ribu korban terdampak gempa Turki-Suriah.
Sementara itu, untuk Suriah, Prancis berjanji bakal memberikan 12 juta euro kepada warga Suriah terdampak gempa. Bantuan akan disalurkan lewat PBB dan LSM.
Inggris juga menjanjikan tambahan 3 juta pound kepada kelompok Helm Putih untuk membantu korban di barat laut Suriah. Sejauh ini Inggris sudah memberikan total 3,8 juta pound.
Sejauh ini, bantuan dilaporkan sudah tiba di wilayah yang dikuasai pemberontak di Suriah. Bantuan itu yakni truk-truk berisi lampu dan selimut hangat untuk ribuan orang.
Bersambung ke laman berikutnya...
Erdogan Umumkan Keadaan Darurat 3 Bulan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan keadaan darurat selama tiga bulan untuk 10 provinsi terdampak gempa Turki.
Kesepuluh provinsi itu yakni Kahramanmaras, Gaziantep, Adana, Adiyaman, Diyarbakir, Hatay, Kilis, Malatya, Osmaniye, dan Sanliurfa.
Kastil Gaziantep yang berusia 2.200 tahun dan dibangun oleh tentara Romawi juga runtuh.
Sama dengan Turki, ratusan bangunan juga dikabarkan rusak akibat gempa.
Situs-situs sejarah juga dilaporkan rusak, seperti Aleppo Citadel, Kastil Shmemis, Kastil Al-Marqab, dan Kastil Qadous.
Bangunan seperti Museum Nasional dan Masjid Imam juga rusak, menurut Direktorat Jenderal Purbakala dan Museum Suriah (Syria's Directorate-General for Antiquities and Museums/DGAM).
Bantuan Kemanusiaan
Sejumlah negara sejauh ini tercatat telah mengirim tim penyelamat dan barang-barang bantuan bagi korban gempa Turki-Suriah.
Korea Selatan, misalnya, yang mengirim tim penyelamat ke Turki tak lama setelah gempa terjadi. Korsel juga mengumpulkan dan mengirimkan 32 juta KRW bantuan bencana ke Palang Merah Nasional Korea untuk Turki dan Suriah.
Ukraina juga mengirimkan tim penyelamat untuk membantu korban gempa Turki.
Amerika Serikat menggelontorkan US$85 juta untuk bantuan bagi korban gempa Turki-Suriah. Bantuan itu meliputi makanan, tempat berlindung, perlengkapan musim dingin, bantuan untuk trauma, air bersih, dan sanitasi.
AS juga mengerahkan tim penyelamat yang terdiri dari 200 orang dan 12 anjing untuk beroperasi di Adiyaman, Adana, dan Ankara.
Pakistan pun mengirim 22 ton bantuan serta tim penyelamat ke Turki.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini juga menyatakan tengah mengupayakan memberikan bantuan untuk 874 ribu korban terdampak gempa Turki-Suriah.
Sementara itu, untuk Suriah, Prancis berjanji bakal memberikan 12 juta euro kepada warga Suriah terdampak gempa. Bantuan akan disalurkan lewat PBB dan LSM.
Inggris juga menjanjikan tambahan 3 juta pound kepada kelompok Helm Putih untuk membantu korban di barat laut Suriah. Sejauh ini Inggris sudah memberikan total 3,8 juta pound.
Sejauh ini, bantuan dilaporkan sudah tiba di wilayah yang dikuasai pemberontak di Suriah. Bantuan itu yakni truk-truk berisi lampu dan selimut hangat untuk ribuan orang.
Bersambung ke laman berikutnya...
Erdogan Umumkan Keadaan Darurat 3 Bulan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan keadaan darurat selama tiga bulan untuk 10 provinsi terdampak gempa Turki. (Turkish Presidency via AP ).
Erdogan Umumkan Keadaan Darurat 3 Bulan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan keadaan darurat selama tiga bulan untuk 10 provinsi terdampak gempa Turki.
Kesepuluh provinsi itu yakni Kahramanmaras, Gaziantep, Adana, Adiyaman, Diyarbakir, Hatay, Kilis, Malatya, Osmaniye, dan Sanliurfa.