Dokumen Kremlin Diklaim Bocor Sebut Rencana Rusia Caplok Belarus
CNN Indonesia
Selasa, 21 Feb 2023 20:03 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Dokumen Kremlin diklaim bocor mau caplok Belarus. (iStock/Sezeryadigar)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah dokumen Kremlin diklaim bocor ke sejumlah media yang mengungkap rencana Rusia mengambil alih Belarus pada 2030 mendatang.
Dokumen setebal 17 halaman yang berhasil didapat beberapa media Amerika Serikat, termasuk media Ukraina The Kyiv Independent, merinci rencana Moskow menaklukkan Belarus dan mengacau kemerdekaan negara itu.
Yahoo News yang melansir laporan itu menyebutkan dokumen didapat dengan hasil kolaborasi dengan the Kyiv Independent dan sejumlah media lain.
Mereka adalah Delfi (Estonia), Dossier Center (Inggris), Expressen (Swedia), Frontstory.pl, VSquare, Belarusian Investigative Center (Polandia), Süddeutsche Zeitung dan Westdeutscher Rundfunk (Jerman).
Dalam dokumen tersebut, terdapat langkah-langkah Rusia mengambil kendali penuh bidang politik, ekonomi, dan militer Belarus di penghujung dekade ini.
Belarus, menurut dokumen tersebut, harus memiliki mata uang tunggal dan sistem pajak dengan Rusia pada 2030. Media negara itu juga mesti berada di bawah kontrol Kremlin.
Mengutip The Kyiv Independent, militer Belarus juga harus tunduk terhadap regulasi Rusia. Tak cuma itu, semua produksi militer utama Belarus juga harus ditransfer dari negara itu ke Rusia.
Meski begitu, The Kyiv Independent tidak mempublikasi dokumen tersebut. Oleh sebab itu sumber dokumen tak bisa ditelusuri kembali.
Menurut perwakilan dari salah satu layanan intelijen Barat, dokumen dua bagian tersebut merupakan upaya bersama yang dilakukan beberapa lembaga Rusia.
Seorang perwira intelijen Barat yang mengetahui soal dokumen tersebut mengatakan dinas intelijen Rusia, asing, dan militer Rusia termasuk dalam rencana pencaplokan tersebut.
Sumber anonim itu menuding dokumen tersebut dibuat pada 2021 oleh Direktorat Kerja Sama Lintas Batas Kremlin.
The Kyiv Independent dan sejumlah media sempat mencoba memverifikasi dokumen bocor itu secara independen melalui beberapa badan intelijen dari berbagai negara.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Seorang pejabat intelijen dari negara anggota NATO pun mengatakan dokumen itu tampak "masuk akal dan otentik".
Sementara itu, sumber The Kyiv Independent di intelijen militer Ukraina mengatakan pihaknya tak bisa mengonfirmasi keaslian file tersebut.
"Dalam skema besar, dokumen ini tidak berbeda dari apa yang mungkin Anda kira Rusia inginkan dari Belarus," kata mantan kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Estonia, Rainer Saks.
"Tujuan Rusia mengenai Belarus sama dengan Ukraina," kata Duta Besar AS untuk Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa.
Menurut dokumen tersebut, tujuan akhir Rusia adalah untuk menyelesaikan penggabungan Rusia dan Belarus menjadi Union State.
Union State merupakan persatuan supranasional yang terdiri dari Rusia dan Belarus guna memperdalam hubungan kedua negara. Union State dibentuk pada 1999 dan bertujuan menciptakan konfederasi berdasarkan perjanjian pada 2 April 1997.
Namun proyek ini mandek di tengah jalan hingga pada 2018, Belarus meminta 'diskon' atas minyak Rusia sebagai bagian dari proyek tersebut. Kremlin menyetujui permintaan itu namun dengan syarat Belarus memberikan konsesi politik untuk Rusia.
"Isi [dokumen] itu secara luas konsisten dengan apa yang kita ketahui tentang tujuan politik Rusia terhadap Belarus sejak 1990-an," kata wakil direktur Stockholm Center for Eastern European Studies, Martin Kragh.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah dokumen Kremlin diklaim bocor ke sejumlah media yang mengungkap rencana Rusia mengambil alih Belarus pada 2030 mendatang.
Dokumen setebal 17 halaman yang berhasil didapat beberapa media Amerika Serikat, termasuk media Ukraina The Kyiv Independent, merinci rencana Moskow menaklukkan Belarus dan mengacau kemerdekaan negara itu.
Yahoo News yang melansir laporan itu menyebutkan dokumen didapat dengan hasil kolaborasi dengan the Kyiv Independent dan sejumlah media lain.
Mereka adalah Delfi (Estonia), Dossier Center (Inggris), Expressen (Swedia), Frontstory.pl, VSquare, Belarusian Investigative Center (Polandia), Süddeutsche Zeitung dan Westdeutscher Rundfunk (Jerman).
Dalam dokumen tersebut, terdapat langkah-langkah Rusia mengambil kendali penuh bidang politik, ekonomi, dan militer Belarus di penghujung dekade ini.
Belarus, menurut dokumen tersebut, harus memiliki mata uang tunggal dan sistem pajak dengan Rusia pada 2030. Media negara itu juga mesti berada di bawah kontrol Kremlin.
Mengutip The Kyiv Independent, militer Belarus juga harus tunduk terhadap regulasi Rusia. Tak cuma itu, semua produksi militer utama Belarus juga harus ditransfer dari negara itu ke Rusia.
Meski begitu, The Kyiv Independent tidak mempublikasi dokumen tersebut. Oleh sebab itu sumber dokumen tak bisa ditelusuri kembali.
Menurut perwakilan dari salah satu layanan intelijen Barat, dokumen dua bagian tersebut merupakan upaya bersama yang dilakukan beberapa lembaga Rusia.
Seorang perwira intelijen Barat yang mengetahui soal dokumen tersebut mengatakan dinas intelijen Rusia, asing, dan militer Rusia termasuk dalam rencana pencaplokan tersebut.
Sumber anonim itu menuding dokumen tersebut dibuat pada 2021 oleh Direktorat Kerja Sama Lintas Batas Kremlin.
The Kyiv Independent dan sejumlah media sempat mencoba memverifikasi dokumen bocor itu secara independen melalui beberapa badan intelijen dari berbagai negara.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Dokumen Dinilai Mendekati Keaslian
Pangkalan udara Zyabrovka Belarus dekat perbatasan Ukraina. (via REUTERS/MAXAR TECHNOLOGIES)
Seorang pejabat intelijen dari negara anggota NATO pun mengatakan dokumen itu tampak "masuk akal dan otentik".
Sementara itu, sumber The Kyiv Independent di intelijen militer Ukraina mengatakan pihaknya tak bisa mengonfirmasi keaslian file tersebut.
"Dalam skema besar, dokumen ini tidak berbeda dari apa yang mungkin Anda kira Rusia inginkan dari Belarus," kata mantan kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Estonia, Rainer Saks.
"Tujuan Rusia mengenai Belarus sama dengan Ukraina," kata Duta Besar AS untuk Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa.
Menurut dokumen tersebut, tujuan akhir Rusia adalah untuk menyelesaikan penggabungan Rusia dan Belarus menjadi Union State.
Union State merupakan persatuan supranasional yang terdiri dari Rusia dan Belarus guna memperdalam hubungan kedua negara. Union State dibentuk pada 1999 dan bertujuan menciptakan konfederasi berdasarkan perjanjian pada 2 April 1997.
Namun proyek ini mandek di tengah jalan hingga pada 2018, Belarus meminta 'diskon' atas minyak Rusia sebagai bagian dari proyek tersebut. Kremlin menyetujui permintaan itu namun dengan syarat Belarus memberikan konsesi politik untuk Rusia.
"Isi [dokumen] itu secara luas konsisten dengan apa yang kita ketahui tentang tujuan politik Rusia terhadap Belarus sejak 1990-an," kata wakil direktur Stockholm Center for Eastern European Studies, Martin Kragh.