Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pemimpin sekte sesat mengaku-aku sebagai Yesus Kristus hingga Sang Mesias kala mendoktrin pengikutnya menjalani ajaran yang mereka buat.
Sekte-sekte ini tersebar di seluruh dunia, mulai dari Eropa, Asia, hingga Afrika. Berikut ini beberapa pemimpin aliran sesat yang mengaku sebagai Yesus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Sergei Torop dari Rusia
Sergei Torop alias Vissarion adalah pemimpin sekte di Siberia, Rusia, yang mengaku sebagai titisan Yesus.
Sebelum mengaku Yesus, Torop mulanya merupakan petugas Dinas Perhubungan Rusia. Namun, setelah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 1989, dia mengaku mendapat ilham dan menyatakan rezim Uni Soviet bakal runtuh.
Pada 1991, Torop mendirikan Church of the Last Testament, gerakan yang memikat banyak orang hingga memutuskan menjadi pengikutnya.
[Gambas:Video CNN]
Sejumlah media Rusia melaporkan Torop pernah menyatakan Yesus sedang mengawasi pengikutnya dari luar angkasa dan tak jauh dari Bumi. Dia juga mengatakan Bunda Maria merupakan sosok yang menjalankan negara Rusia.
Dalam sektenya, Torop menerapkan sejumlah aturan dengan mengambil gagasan dari ajaran Kristen Ortodoks, pecinta lingkungan, dan sejumlah paham lain. Salah satunya yaitu memaksa pengikutnya menjadi vegan dan melarang transaksi yang melibatkan mata uang.
Para pengikutnya juga mesti mengenakan pakaian sederhana. Tak cuma itu, dia bahkan menyatakan sistem penanggalan dimulai pada 1961, sesuai tahun kelahirannya.
Peringatan Natal pada 25 Desember pun diubah menjadi 14 Januari, yang merupakan tanggal kelahirannya.
Pada September 2020, Torop ditangkap dalam operasi yang dirancang aparat keamanan Rusia melibatkan anggota badan intelijen (FSB). Ia dibekuk di lokasi komunitas sekte di pedalaman Siberia dengan tuduhan membentuk organisasi keagamaan secara tidak sah, memeras para pengikutnya, serta membuat mereka mengalami tekanan mental.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Daftar Pemimpin Sekte Sesat yang Mengaku Yesus hingga Mesias
Ilustrasi. (iStockphoto/thanasus)
2. Jeong Myeong Seok dari Korea Selatan
Jeong Myeong Seok merupakan pendiri sekte Jesus Morning Star (JMS) di Korea Selatan yang mengaku sebagai Mesias.
Ia mendirikan sekte itu pada 1980 sebagai pecahan dari Gereja Unifikasi, salah satu sekte aliran sesat lainnya yang menjamur di Korsel.
Selama menjadi pemimpin sekte, Jeong memerkosa sejumlah pengikutnya dengan dalih mereka akan mendapat rahmat Tuhan. Untuk memuluskan niat buruknya itu, ia menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai alasan agar bisa berhubungan seksual dengan anggotanya.
Jeong pun dipenjara selama 10 tahun karena kasus pemerkosaan dan kekerasan seksual terhadap empat perempuan pengikut alirannya pada 2009.
3. Eliyu Simiyu dari Kenya
Eliyu Simiyu ialah pemimpin sekte sesat di Kenya yang mengaku Tuhan namun kabur ke kantor polisi karena penduduk setempat berencana menyalibkan dia.
Simiyu melarikan diri dari kediamannya setelah mengetahui rencana beberapa penduduk Kabupaten Bungoma, Kenya, yang ingin menyalib dia pada perayaan Jumat Agung, demikian dilaporkan Pulse.
Menurut laporan, penduduk mengatakan bahwa dia akan bangkit kembali pada hari ketiga setelah penyaliban dan pergi ke surga seperti yang dilakukan Yesus Kristus, jika dia memang Mesias seperti yang diklaim selama bertahun-tahun.
Karena klaimnya tersebut, penduduk lokal diduga penasaran untuk menyaksikan sendiri apakah Simiyu bisa bangkit setelah disalib.