Daftar Pemimpin Negara Ditangkap AS, Maduro hingga Saddam Hussein
Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro menambah panjang daftar pemimpin negara yang ditangkap oleh Amerika Serikat.
Daftar tersebut sebelumnya telah diisi oleh pemimpin Panama Manuel Noriega, Presiden Irak Saddam Hussein, hingga Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez.
Nicolas Maduro (Venezuela)
Maduro dan istrinya, Cilia Flores, diseret keluar dari kamar tidur mereka oleh pasukan AS.
Keduanya ditangkap tengah malam saat sedang tidur, menurut dua sumber yang mengetahui operasi tersebut kepada CNN.
Penangkapan dan penggerebekan Maduro dan ibu negara Venezuela dilakukan oleh Delta Force, satuan elite Angkatan Darat AS. Sebuah tim agen FBI juga turut mendampingi pasukan operasi khusus AS dalam penculikan Maduro, menurut sumber yang mengetahui operasi tersebut.
Ia kemudian dibawa ke pusat tahanan Brooklyn, New York menggunakan menggunakan kendaraan khusus setelah tiba di Manhattan dari pangkalan udara nasional Stewart menggunakan helikopter.
Maduro akan menghadapi dakwaan di pengadilan federal AS di Manhattan atas tuduhan narkoterorisme.
Manuel Noriega (Panama)
Salah satu pemimpin negara yang menjadi 'korban' AS adalah Manuel Noriega. AS menyerbu Panama pada 1989 untuk menggulingkan pemimpin militer dan de facto tersebut dengan alasan melindungi warga negara AS di Panama, praktik-praktik tidak demokratis, korupsi, dan perdagangan narkoba ilegal.
Sebelum menyerang Panama, AS mendakwa Noriega atas penyelundupan narkoba di Miami pada 1988, sama seperti yang dilakukannya terhadap Maduro.
Sebelum operasi tersebut dilakukan, Noriega diketahui memaksa Nicolas Ardito Barletta untuk mundur pada 1985, membatalkan pemilu pada 1989, dan mendukung sentimen anti-AS di negara tersebut.
Intervensi AS di Panama pada saat itu merupakan operasi militer terbesar AS sejak Perang Vietnam. Pemerintah AS mengemukakan berbagai alasan untuk operasi tersebut, seperti meningkatkan kesejahteraan warga Panama dengan membawa Noriega ke AS untuk diadili atas tuduhan perdagangan narkoba.
Saddam Hussein (Irak)
Cerita lain datang dari Timur Tengah saat Presiden Irak Saddam Hussein ditangkap pasukan AS pada 13 Desember 2003.
Penangkapan ini terjadi usai sembilan bulan invasi dan pendudukan Irak dimulai berdasarkan informasi intelijen palsu bahwa Baghdad memiliki senjata pemusnah massal (WMD). Namun, tidak pernah ditemukan WMD di negara tersebut.
Seperti Noriega, Saddam selama bertahun-tahun menjadi sekutu utama Washington, dalam hal ini selama perang Irak-Iran pada 1980-an yang menewaskan satu juta orang.
AS melontarkan klaim tanpa dasar bahwa Saddam mendukung kelompok bersenjata seperti al-Qaeda menjelang perang 2003.
Saddam ditemukan bersembunyi di sebuah lubang dekat kota kelahirannya, Tikrit.
Ia diadili di pengadilan Irak dan dijatuhi hukuman mati, yang berujung pada eksekusinya dengan cara digantung atas kejahatan terhadap kemanusiaan pada 30 Desember 2006.
Juan Orlando Hernandez (Honduras)
Nama lain yang ada dalam daftar ini adalah Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez. Kasus Hernandez menunjukkan apa yang disebut oleh sejumlah pengamat sebagai pendekatan hipokrit dari AS.
Dikutip dari Aljazeera, Hernandez ditangkap di rumahnya di Tegucigalpa dalam operasi yang dilakukan oleh agen AS dan pasukan Honduras pada Februari 2022. Penangkapan ini terjadi hanya beberapa hari setelah ia meninggalkan jabatannya sebagai presiden negaranya.
Pada April 2022, ia diekstradisi ke AS atas dugaan keterlibatannya dalam korupsi dan perdagangan narkoba ilegal. Lalu, pada Juni tahun yang sama, ia dijatuhi hukuman 45 tahun penjara.
Namun, Hernandez diampuni oleh Presiden AS Donald Trump pada 1 Desember 2025.
Beberapa hari kemudian, jaksa agung Honduras mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional untuk Hernandez, memperburuk kekacauan hukum dan politik hanya beberapa hari setelah mantan pemimpin tersebut dibebaskan dari penjara AS.
(lom/bac)