Dua Negara 'Bestie' AS Tegas Tolak Gabung Board of Peace Trump
Dua sekutu Amerika Serikat, Polandia dan Italia, tegas menolak untuk bergabung dengan organisasi yang dibentuk Presiden Donald Trump untuk menyelesaikan konflik Jalur Gaza, Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menegaskan keputusan untuk tak bergabung dengan BoP diambil berdasarkan kepentingan nasional.
"Dengan mempertimbangkan keraguan nasional tertentu mengenai bentuk dewan, dalam keadaan ini Polandia tidak akan bergabung dengan pekerjaan Dewan Perdamaian, tetapi kami akan menganalisisnya," kata Tusk dalam pertemuan pemerintah pada Rabu (11/2), dikutip AFP.
"Hubungan kami dengan Amerika Serikat telah dan akan tetap menjadi prioritas kami, jadi jika keadaan berubah yang memungkinkan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian, kami tidak mengesampingkan skenario apa pun," imbuh dia.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani juga mengonfirmasi negara ini tak akan bergabung karena persoalan konstitusi.
"Kami tak bisa bergabung dengan Dewan Perdamaian karena ada hambatan konstitusional yang tak bisa diatasi di pihak Italia," kata dia kepada media Sky TG24.
Namun, Tajani menegaskan Italia siap membantu jika diperlukan dalam upaya rekonstruksi Gaza dan perdamaian yang abadi di Timur Tengah.
Lihat Juga : |
Berdasarkan konstitusi, Italia hanya bisa bergabung dengan organisasi internasional dengan syarat kesetaraan (condition of equality with other states). Kondisi itu tak terlihat dalam Board of Peace yang memberi banyak kewenangan eksekutif kepada Trump selaku ketua.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni sempat meminta Trump mengubah ketentuan Dewan Perdamaian agar Italia dapat bergabung. Namun, agaknya usaha tersebut tak menuai hasil signifikan.
BoP dibentuk Trump pada Januari lalu usai mengantongi izin dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) melalui resolusi yang disahkan tahun lalu.
Sejauh ini, tercatat 26 negara menjadi anggota resmi termasuk negara-negara Arab, Indonesia dan Israel.
BoP akan memainkan penting untuk mewujudkan poin-poin yang diusulkan Trump mengakhiri agresi Israel di Jalur Gaza dan mengawasi pemerintahan sementara di sana.
Namun, para pakar khawatir BoP justru jadi saingan PBB dan melemahkan organisasi internasional ini. Beberapa pihak juga menilai pengawasan Trump dalam organisasi tersebut mirip struktur kolonial.
(isa/dna)