Sidang Kematian Maradona Berlanjut, Para Pengacara Hampir Adu Jotos

CNN Indonesia
Minggu, 19 Jul 2026 06:10 WIB
Penyebab kematian legenda sepak bola Argentina Diego Maradona masih berlanjut di persidangan meski meninggal enam tahun lalu. (AFP PHOTO / Ben STANSALL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyebab kematian legenda sepak bola Argentina Diego Maradona masih berlanjut di persidangan meski sudah meninggal enam tahun lalu.

Sidang yang sudah berjalan sejak April lalu itu, menghadirkan para pengacara baik dari kubu keluarga Maradona maupun pihak tujuh tim medis yang merawatnya.

Seperti dilaporkan media Argentina Buenos Aires Times, pada Selasa (14/7) konfrontasi meletus selama kesaksian seorang saksi dalam persidangan tim medis yang bertanggung jawab atas perawatan Maradona selama rawat inap di rumah tempat kematiannya pada tahun 2020.

Namun sidang dihentikan sementara dan pengacara yang bersaing melanjutkan konfrontasi mereka di luar ruang sidang. Berdiri berhadapan hanya beberapa inci jaraknya dan dikelilingi oleh pengacara, petugas polisi, dan wartawan, keduanya saling menghina.

"Aku di sini. Apa yang akan kau lakukan?" teriak Fernando Burlando, yang mewakili dua putri Maradona, kepada Francisco Oneto, pengacara terdakwa utama.

"Dasar badut sialan," balas Oneto dengan marah.

"Kau idiot," jawab Burlando.

Salah satu jaksa dan seorang petugas polisi turun tangan, berhasil menarik Oneto sekitar 10 meter sebelum konfrontasi berubah menjadi kekerasan fisik.

Perselisihan bermula di dalam ruang sidang ketika Burlando mengejek Oneto selama adu mulut antara kedua pengacara tersebut.

"Orang-orang meneriaki Anda di mana-mana, bahkan di rumah Anda sendiri," kata Burlando.

'Apa kau tahu tentang apa yang terjadi di rumahku? Tunjukkan sedikit rasa hormat. Katakan itu padaku di luar,' jawab Oneto sambil melompat berdiri dan berjalan menuju meja rekannya.

Persaingan sengit antara kedua pengacara tersebut telah menjadi ciri berulang dalam persidangan, yang dimulai pada bulan April dan diperkirakan akan berlanjut setidaknya hingga akhir Agustus.

Maradona meninggal dunia pada usia 60 tahun di sebuah rumah di Tigre, sebelah utara Buenos Aires, pada tanggal 25 November 2020, akibat edema paru dan henti jantung dan pernapasan saat sedang dalam masa pemulihan pasca operasi otak.

Persidangan yang berlangsung di San Isidro, saat ini sedang memeriksa apakah mantan pemain sepak bola itu menerima perawatan yang layak dari tujuh anggota tim medisnya, yang didakwa dengan pembunuhan yang disengaja.

Ketujuh terdakwa mencakup psikiater Agustina Cosachov, ahli bedah saraf Leopoldo Luque, dan psikolog Carlos Diaz, dokter Nancy Edith Forlini, perawat Ricardo Almiron, kepala perawat Mariano Ariel Perroni, dan dokter Pedro Pablo Di Spagna.

Terdakwa telah membantah tuduhan yang dilayangkan pihak Maradona. Namun jika terbukti bersalah, mereka terancam hukuman penjara antara 8 hingga 25 tahun.

(imf/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK