Netanyahu Temui Trump Lagi Besok, Cap Mamdani Tebar Kebencian

CNN Indonesia
Senin, 27 Jul 2026 15:20 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap akan ke AS untuk menemui Presiden Donald Trump di Gedung Putih, Washington DC, pada Selasa (28/7). (AFP/JIM WATSON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap akan ke Amerika Serikat untuk menemui Presiden Donald Trump di Gedung Putih, Washington DC, pada Selasa (28/7) waktu setempat.

Setelah itu, Netanyahu akan kembali berpidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.

Rencana itu tetap dilakukan Netanyahu di tengah seruan Wali Kota New York City Zohran Mamdani mendesak penangkapan pemimpin Partai Likud tersebut atas perbuatan yang ia sebut sebagai kejahatan perang.

Merespons kecaman dan seruan Mamdani, Netanyahu mengaku tidak khawatir sama sekali dengan pernyataan Mamdani.

Netanyahu justru mencapnya sebagai Wali Kota yang menebar kebencian dan permusuhan.

"Dia (Mamdani) seharusnya menjadi wali kota untuk semua warga New York, Yahudi, Kristen, Muslim, semua orang, tetapi dia mencoba untuk memecah belah satu kelompok dengan kelompok lainnya," kata Netanyahu kepada Fox News.

Netanyahu kemudian merujuk insiden penikaman di New York City pada Kamis (23/7). Pelaku yang menikam warga Yahudi di kota itu disebut Netanyahu terinspirasi dari pernyataan Mamdani.

Menurut polisi, tersangka diduga meneriakkan kalimat "Allahu akbar" saat melakukan penusukan. Ia telah didakwa dengan kejahatan kebencian terkait masing-masing korban.

Kedua pria tersebut selamat dari serangan itu. Insiden itu kemudian menuai kecaman dari para pemimpin Yahudi dan Asia-Amerika di kota tersebut.

Setelah kejadian itu, Netanyahu mengatakan bahwa warga Yahudi New York "saat ini merasa takut."

Mamdani sebelumnya mendesak Trump segera menangkap Netanyahu untuk dibawa ke Mahkamah Kriminal Internasional (International Criminal Court/ICC). ICC sudah sejak lama mengekuarkan surat penangkapan kepada Netanyahu sebagai pelaku kejahatan perang.

Meski demikian, Trump masa bodoh dengan desakan Mamdani. Ia justru akan menyambut hangat kedatangan sekutu dekatnya itu.

(bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK