Kapan Pemilu Israel yang Jadi Penentuan Nasib Rezim Netanyahu Digelar?

CNN Indonesia
Selasa, 28 Jul 2026 07:30 WIB
Nasib PM Israel Benjamin Netanyahu bakal ditentukan tahun ini. Apakah lanjut berkuasa untuk periode ketujuh? (Foto: REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penentuan nasib Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan berlangsung sekitar paruh ketiga tahun ini. Akankah Netanyahu bisa mempertahankan posisinya sebagai PM untuk periode ke-7?

Parlemen Israel, Knesset, mengumumkan pemilihan umum akan digelar pada 27 Oktober mendatang.

Pemilu tersebut secara luas dipandang sebagai referendum terhadap kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sejak dimulainya perang yang oleh artikel ini disebut sebagai genosida di Gaza.

"Dengan masa jabatan Knesset saat ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir dan pemilu berikutnya telah ditetapkan oleh undang-undang pada 27 Oktober, tanpa ada niat untuk mempersingkat masa jabatan parlemen, maka tidak perlu mengesahkan Undang-Undang Pembubaran Knesset sebagaimana biasanya," demikian bunyi pernyataan Knesset pada 12 Juli lalu.

Netanyahu, perdana menteri terlama dalam sejarah Israel, telah mengonfirmasi pada Juni lalu bahwa ia akan kembali mencalonkan diri dalam pemilu mendatang.

Politikus berusia 76 tahun itu menghadapi kritik yang terus meningkat sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu agresi brutal Israel ke Jalur Gaza Palestina hingga hari ini telah menewaskan lebih dari 75 ribu warga sipil.

Para pengkritiknya menilai Netanyahu bertanggung jawab atas serangkaian kegagalan keamanan yang memungkinkan kelompok-kelompok bersenjata dari Gaza menembus sistem pertahanan perbatasan Israel yang canggih dan menyandera 251 orang.

Siapa kandidat kuat pengganti Netanyahu?

Mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Gadi Eisenkot, muncul sebagai penantang utama Netanyahu.

Berdasarkan jajak pendapat yang diterbitkan media Israel Channel 13, partai Yashar yang dipimpin Eisenkot unggul tipis atas Likud, partai Netanyahu.

Dikutip Al Jazeera, Eisenkot sebelumnya merupakan anggota kabinet perang Netanyahu, namun mengundurkan diri pada Juni 2024 setelah menyatakan bahwa pemerintah "telah sepenuhnya gagal" mencapai tujuan-tujuannya di Gaza.

Putranya sendiri tewas pada awal perang Israel di Gaza pada Desember 2023.

Para penentang Netanyahu juga menjadikan penanganannya terhadap perang sebagai bukti bahwa ia tidak lagi layak memimpin negara. Hampir tiga tahun sejak dimulainya serangan Israel ke Gaza, Hamas belum berhasil dihancurkan sebagaimana yang dijanjikan pemerintahan Netanyahu.

Sementara itu, Israel menghadapi tuduhan melakukan genosida dari sejumlah organisasi hak asasi manusia terkemuka dunia.

Netanyahu juga sedang menjalani persidangan atas kasus korupsi dan dapat menghadapi hukuman hingga 10 tahun penjar* apabila dinyatakan bersalah. Para pengkritiknya menuduh ia menggunakan jabatannya sebagai perdana menteri untuk menghindari proses hukum.

Yossi Mekelberg, peneliti senior di lembaga kajian Chatham House di London, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pemilu Oktober mendatang akan menjadi pemilu paling menentukan dalam sejarah Israel.

"Dengan berbagai tantangan domestik dan internasional, tiga setengah tahun terakhir sangat penuh dinamika, dan sebagian besar karena alasan yang buruk," kata Mekelberg.

"Dari Gaza hingga Tepi Barat yang diduduki, Iran, dan Lebanon, semua persoalan tersebut belum terselesaikan. Hubungan Israel dengan dunia internasional, termasuk Amerika Serikat, juga mengalami kerusakan. Setiap hari pemerintah memperkenalkan undang-undang yang secara serius menggerogoti fondasi demokrasi negara Israel," ujarnya.

"Menurut saya, ini akan menjadi pemilu paling penting sejak berdirinya Israel pada 1948, dan juga akan menjadi pemilu yang paling penuh polarisasi," paparnya menambahkan.

(bac/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK