Ribuan 'Drone Misterius' Buat Geger Eropa, Apa Hasil Penyelidikannya?

CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2026 13:35 WIB
A drone approaches for an attack in Kyiv on October 17, 2022, amid the Russian invasion of Ukraine. (Photo by Yasuyoshi CHIBA / AFP)
Ilustrasi drone di langit Eropa. Foto: AFP/YASUYOSHI CHIBA
Jakarta, CNN Indonesia --

Ribuan laporan mengenai kemunculan drone misterius sempat membuat sejumlah negara Eropa waspada.

Penampakan itu dilaporkan terjadi di sekitar bandara, pangkalan militer, dan sejumlah fasilitas penting di Denmark, Norwegia, Jerman, Belgia, Belanda, hingga Swedia.

Namun, penyelidikan di sejumlah negara justru tidak menemukan bukti kuat bahwa drone benar-benar berada di lokasi tersebut. Tidak ada puing-puing drone, pelaku yang teridentifikasi, maupun bukti teknis yang memastikan adanya serangan menggunakan drone.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepanikan bermula dari Bandara Kastrup di Kopenhagen, Denmark, pada 2 September tahun lalu.

Seorang karyawan bandara melaporkan melihat dua benda yang disebut sebagai drone mendekati kawasan bandara. Menurut situs berita Denmark, Frihedsbrevet, karyawan tersebut menggambarkan benda itu sebagai drone berukuran besar.

"Drone itu besar. Itu bukan mainan," kata karyawan tersebut kepada atasannya.

Bandara Kastrup kemudian ditutup sementara. Beberapa jam setelah laporan itu muncul, laporan mengenai dugaan penampakan drone juga datang dari Oslo, Norwegia.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen saat itu menyebut insiden tersebut sebagai ancaman serius terhadap infrastruktur penting.

"Saya hanya bisa mengatakan bahwa menurut saya ini adalah serangan serius terhadap infrastruktur penting Denmark," kata Frederiksen.

Ia juga tidak menutup kemungkinan keterlibatan Rusia. "Saya sama sekali tidak dapat menyangkal bahwa itu adalah Rusia," ujarnya.

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store juga mengaitkan sejumlah pelanggaran wilayah udara dengan Rusia.

"Kita tidak dapat menentukan apakah ini dilakukan dengan sengaja atau karena kesalahan navigasi. Terlepas dari penyebabnya, ini tidak dapat diterima," kata Store.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen kemudian mengatakan penampakan tersebut menunjukkan adanya ancaman terhadap Eropa.

"Jelas bahwa kita sedang menyaksikan pola perselisihan yang terus-menerus terjadi di perbatasan kita. Infrastruktur penting kita berada dalam risiko. Dan Eropa akan menanggapi ancaman ini dengan kekuatan dan tekad," kata von der Leyen.

Penampakan meluas di Eropa

Laporan mengenai dugaan drone kemudian bermunculan di berbagai negara Eropa. Benda yang disebut sebagai drone dilaporkan terlihat di sejumlah bandara, pangkalan militer, dan fasilitas strategis.

Berdasarkan laporan RT News, berikut lokasi drone terlihat:

23 September: Bandara Aalborg, Denmark

24 September: Bandara Aalborg, Bandara Billund, bandara Sonderborg, Esbjerg dan Skrydstrup, Denmark

25 September: Bandara Billund, Denmark; Pabrik Thyssenkrupp, Schleswig-Holstein, Jerman; Pusat Medis Universitas, Kiel, Jerman; Pangkalan Bundeswehr, Mecklenburg-Vorpommern, Jerman

26 September: Pangkalan Udara Karup, Pangkalan Udara Skrydstrup, pangkalan Resimen Jutland Dragoon, Denmark

27 September: Pangkalan Udara Utama Orland, Norwegia

28 September: Bandara Bronnoysund, Norwegia; Kamp Borris, Denmark

2 Oktober: Bandara Munich, Jerman; Pangkalan Udara Elsenborn-Butgenbach, Belgia

3 Oktober: Bandara Munich, Jerman

31 Oktober: Bandara Berlin-Brandenburg, Jerman

2 November: Bandara Bremen, Jerman; Pangkalan Udara Kleine Brogel, Belgia

6 November: Bandara Gothenburg, Swedia; Bandara Brussels, Pelabuhan Antwerp, Belgia

9 November: Bandara Liege, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Doel, Belgia

22 November: Pangkalan Udara Volkel, Belanda

1 Desember: Di Laut Irlandia di lepas pantai Dublin, saat kedatangan pemimpin Ukraina Vladimir Zelensky dengan pesawat.

Di Denmark, kepolisian menerima hampir 6.000 laporan dari masyarakat mengenai dugaan keberadaan drone.

Namun, sejumlah penyelidikan tidak berhasil memastikan keberadaan drone tersebut.

Para penyidik di forum Metabunk menyimpulkan bahwa drone yang terlihat dalam rekaman di Bandara Kastrup kemungkinan merupakan pesawat kecil bermesin tunggal.

Data FlightRadar24 juga menunjukkan pesawat Socata TB-20 Trinidad melintas di atas landasan utama bandara sebanyak dua kali pada waktu yang berdekatan dengan penampakan tersebut.

Lanjut ke sebelah...

Jakarta, CNN Indonesia --

Ribuan laporan mengenai kemunculan drone misterius sempat membuat sejumlah negara Eropa waspada.

Penampakan itu dilaporkan terjadi di sekitar bandara, pangkalan militer, dan sejumlah fasilitas penting di Denmark, Norwegia, Jerman, Belgia, Belanda, hingga Swedia.

Namun, penyelidikan di sejumlah negara justru tidak menemukan bukti kuat bahwa drone benar-benar berada di lokasi tersebut. Tidak ada puing-puing drone, pelaku yang teridentifikasi, maupun bukti teknis yang memastikan adanya serangan menggunakan drone.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepanikan bermula dari Bandara Kastrup di Kopenhagen, Denmark, pada 2 September tahun lalu.

Seorang karyawan bandara melaporkan melihat dua benda yang disebut sebagai drone mendekati kawasan bandara. Menurut situs berita Denmark, Frihedsbrevet, karyawan tersebut menggambarkan benda itu sebagai drone berukuran besar.

"Drone itu besar. Itu bukan mainan," kata karyawan tersebut kepada atasannya.

Bandara Kastrup kemudian ditutup sementara. Beberapa jam setelah laporan itu muncul, laporan mengenai dugaan penampakan drone juga datang dari Oslo, Norwegia.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen saat itu menyebut insiden tersebut sebagai ancaman serius terhadap infrastruktur penting.

"Saya hanya bisa mengatakan bahwa menurut saya ini adalah serangan serius terhadap infrastruktur penting Denmark," kata Frederiksen.

Ia juga tidak menutup kemungkinan keterlibatan Rusia. "Saya sama sekali tidak dapat menyangkal bahwa itu adalah Rusia," ujarnya.

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store juga mengaitkan sejumlah pelanggaran wilayah udara dengan Rusia.

"Kita tidak dapat menentukan apakah ini dilakukan dengan sengaja atau karena kesalahan navigasi. Terlepas dari penyebabnya, ini tidak dapat diterima," kata Store.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen kemudian mengatakan penampakan tersebut menunjukkan adanya ancaman terhadap Eropa.

"Jelas bahwa kita sedang menyaksikan pola perselisihan yang terus-menerus terjadi di perbatasan kita. Infrastruktur penting kita berada dalam risiko. Dan Eropa akan menanggapi ancaman ini dengan kekuatan dan tekad," kata von der Leyen.

Penampakan meluas di Eropa

Laporan mengenai dugaan drone kemudian bermunculan di berbagai negara Eropa. Benda yang disebut sebagai drone dilaporkan terlihat di sejumlah bandara, pangkalan militer, dan fasilitas strategis.

Berdasarkan laporan RT News, berikut lokasi drone terlihat:

23 September: Bandara Aalborg, Denmark

24 September: Bandara Aalborg, Bandara Billund, bandara Sonderborg, Esbjerg dan Skrydstrup, Denmark

25 September: Bandara Billund, Denmark; Pabrik Thyssenkrupp, Schleswig-Holstein, Jerman; Pusat Medis Universitas, Kiel, Jerman; Pangkalan Bundeswehr, Mecklenburg-Vorpommern, Jerman

26 September: Pangkalan Udara Karup, Pangkalan Udara Skrydstrup, pangkalan Resimen Jutland Dragoon, Denmark

27 September: Pangkalan Udara Utama Orland, Norwegia

28 September: Bandara Bronnoysund, Norwegia; Kamp Borris, Denmark

2 Oktober: Bandara Munich, Jerman; Pangkalan Udara Elsenborn-Butgenbach, Belgia

3 Oktober: Bandara Munich, Jerman

31 Oktober: Bandara Berlin-Brandenburg, Jerman

2 November: Bandara Bremen, Jerman; Pangkalan Udara Kleine Brogel, Belgia

6 November: Bandara Gothenburg, Swedia; Bandara Brussels, Pelabuhan Antwerp, Belgia

9 November: Bandara Liege, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Doel, Belgia

22 November: Pangkalan Udara Volkel, Belanda

1 Desember: Di Laut Irlandia di lepas pantai Dublin, saat kedatangan pemimpin Ukraina Vladimir Zelensky dengan pesawat.

Di Denmark, kepolisian menerima hampir 6.000 laporan dari masyarakat mengenai dugaan keberadaan drone.

Namun, sejumlah penyelidikan tidak berhasil memastikan keberadaan drone tersebut.

Para penyidik di forum Metabunk menyimpulkan bahwa drone yang terlihat dalam rekaman di Bandara Kastrup kemungkinan merupakan pesawat kecil bermesin tunggal.

Data FlightRadar24 juga menunjukkan pesawat Socata TB-20 Trinidad melintas di atas landasan utama bandara sebanyak dua kali pada waktu yang berdekatan dengan penampakan tersebut.

Lanjut ke sebelah...

Bukti Drone Tidak Ditemukan BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2