Ribuan 'Drone Misterius' Buat Geger Eropa, Apa Hasil Penyelidikannya?

CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2026 13:35 WIB
Ilustrasi drone
Ilustrasi drone. Foto: Shane Perry

Keraguan terhadap keberadaan drone juga muncul dari penyelidikan pemerintah dan kepolisian di beberapa negara.

Pada akhir September, Frederiksen mengakui kemungkinan adanya "penjelasan alternatif" atas penampakan tersebut. Enam bulan kemudian, enam sumber pemerintah Denmark mengatakan kepada TV2 bahwa mereka "tidak memiliki bukti teknis yang mendukung dugaan Denmark menjadi sasaran serangan hibrida menggunakan drone".

Karyawan bandara yang pertama kali melaporkan penampakan tersebut juga disebut mengakui kemungkinan bahwa dirinya keliru mengidentifikasi benda yang dilihat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, manajemen bandara masih bersikeras bahwa drone berada di area tersebut pada 22 September.

Polisi Norwegia juga menutup penyelidikan pada 6 November setelah memeriksa saksi dan rekaman pengawasan. Polisi menyatakan mereka "tidak dapat mengonfirmasi atau menyangkal apakah drone benar-benar terlihat pada malam tanggal 23 September."

Di Jerman, aparat juga belum dapat mengonfirmasi aktivitas drone. Sementara itu, dokumen internal Belanda menyatakan tidak ada indikasi sabotase atau serangan terhadap objek vital.

Insiden lain bahkan menimbulkan kekhawatiran bahwa benda yang dianggap sebagai drone sebenarnya merupakan pesawat sipil.

Pada 28 September, pasukan Denmark dilaporkan melepaskan tembakan ke arah benda yang diduga drone di atas Kamp Borris. Investigasi TV2 menyebut satu-satunya pesawat yang beroperasi di kawasan tersebut saat itu merupakan pesawat penumpang turboprop.

Jika laporan tersebut benar, militer Denmark hampir menembak jatuh pesawat sipil akibat kesalahan identifikasi.

Meski bukti mengenai keberadaan drone masih dipertanyakan, isu tersebut tetap mendorong sejumlah negara Eropa memperkuat sistem pertahanan udara.

Denmark sendiri telah menjalankan program peningkatan kekuatan militer sebelum rangkaian penampakan tersebut terjadi. Pemerintah Denmark juga meningkatkan anggaran pertahanan dan berencana meningkatkan belanja pertahanan menjadi 3 persen dari produk domestik bruto pada 2030.

Frederiksen mengatakan Denmark membutuhkan "persenjataan kembali secara besar-besaran" karena Rusia terus meningkatkan kemampuan militernya.

Ketika membahas dugaan penampakan drone pada September, Frederiksen kembali menekankan pentingnya peningkatan pertahanan. Ia juga mendorong "pembentukan tembok anti-drone yang sesungguhnya."

(mge/dna/rds)

HALAMAN:
1 2