Ini Rencana Oposisi Israel Bentuk Koalisi Buat Dongkel Netanyahu

CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 13:35 WIB
Oposisi Israel membentuk koalisi untuk menyingkirkan Benjamin Netanyahu meraih kursi perdana menteri jelang pemilihan umum pada Oktober mendatang. (Foto: AFP/OHAD ZWIGENBERG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Oposisi Israel membentuk koalisi untuk menyingkirkan Benjamin Netanyahu meraih kursi perdana menteri jelang pemilihan umum pada Oktober mendatang.

Koalisi ini terdiri dari para pemimpin partai oposisi yaitu Yair Lapid, Gadi Eisenkot, Naftali Bennett, Avigdor Lieberman, dan Yair Golan.

"[Kami] membentuk tim kerja bersama untuk memastikan kemenangan dalam pemilihan dan membentuk pemerintahan Zionis yang stabil, yang bekerja untuk negara," dikutip Middle East Monitor Selasa (29/9).

Pemerintahan Zionis kerap digunakan untuk koalisi yang terdiri dari partai penganut ideologi ZIonis baik dari sayap kanan, tengah, maupus kiri. Mereka meyakini dan fokus atas kepentingan nasional bangsa Yahudi.

Eisenkot dan kepala partai lain disebut menggelar pertemuan untuk rencana pembentukan tim kerja itu pada akhir pekan lalu.

Pertemuan ini dihadiri pemimpin Yesh Atid; Naftali Bennett, pemimpin Bennett 2026; Avigdor Lieberman, kepala Yisrael Beiteinu; Gadi Eisenkot, kepala Yashar; dan pemimpin Demokrat Yair Golan.

Salah satu di antara mereka kemudian mengunggah foto pertemuan dan dokumen berisi prinsip koordinasi dari pemilu hingga setelahnya.

Menurut dokumen tersebut, setiap pemimpin partai berjanji bekerja di daerah pemilihan masing-masing untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan menarik dukungan dari berbagai sektor masyarakat. Dengan demikian mayoritas di kursi parlemen bia diraih sehingga potensi membentuk pemerintahan baru sangat terbuka..


Dokumen tersebut juga menyebutkan bahwa tiga kelompok kerja gabungan akan dibentuk dalam waktu 48 jam. Kelompok pertama akan fokus ke peningkatan partisipasi pemilih dan "menjaga integritas pemilihan", demikian dikutip Al Jazeera.

Kelompok kedua akan menyusun pedoman dasar pemerintahan yang ingin dibentuk oposisi, termasuk membentuk komisi penyelidikan resmi atas serangan 7 Oktober 2023, dan menyusun konstitusi baru. Kelompok ketiga akan mengoordinasikan aktivitas media dan mencoba melawan "berita palsu dan kampanye fitnah"

Menanggapi koalisi itu, Netanyahu mengeklaim Eisenkot akan berupaya membentuk pemerintahan dengan Yair Lapid, Yair Golan, Benneth 2026, Yisrael Beiteinu, dan partai Abra.

"Hanya Likud yang kuat yang akan menghentikan mereka," kata Netanyahu di X.

Partai Netanyahu, Likud, dalam berbagai jajak pendapat mengalami penurunan popularitas dan kepercayaan dari publik. Dalam salah satu survei bahkan lebih banyak warga yang tak mau Netanyahu menjadi PM lagi.

Di samping posisi Likud yang melemah, blok oposisi juga tak menguat dalam jajak pendapat. Mereka dilaporkan tak akan bisa mengamankan 61 dari 120 kursi untuk membentuk pemerintahan.

(isa/rds/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK